Puasa Chamakh Bolong, Kanoute Disiplin
  
Daylife<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/08/25/05350145/Puasa.Chamakh.Bolong.Kanoute.Disiplin#>
Penyerang Arsenal, Maroune Chamakh.
 Kamis, 25 Agustus 2011 | 05:35 WIB

*LONDON, KOMPAS.com *— Meski sudah masuk kompetisi, tak sedikit pemain sepak
bola beragama Islam yang tetap menjalankan ibadah puasa. Salah satunya
penyerang Arsenal, Maroune Chamakh.

Chamakh memang harus melakoni pertandingan ketat selama menunaikan ibadah
puasa. Tentunya, sebagai pemain bola, dia harus menjaga kebugaran dengan
berlatih dan berlatih. Padahal, dia diwajibkan tidak makan dan minum dari
sebelum matahari terbit sampai matahari terbenam.

Chamakh mengaku kerap kesulitan melakukan salah satu dari lima rukun Islam
itu. Bahkan, tak jarang puasa penyerang asal Moroko itu bolong-bolong.

"Aku tidak memiliki masalah puasa pada bulan Ramadhan. Hal yang normal,
sehari sebelum pertandingan dan saat pertandingan, aku tidak puasa. Namun,
aku akan menebusnya di lain waktu," ucap Chamakh.

Hal lain disampaikan oleh penyerang Chelsea, Nicolas Anelka. "Aku sadar
sering cedera setelah bulan puasa. Jadi, aku tidak berpuasa secara ketat
lagi," ucap Anelka.

Selain Chamakh dan Anelka, ada beberapa pemain beragama Islam yang bermain
pada Premier League, seperti Kolo Toure, Yaya Toure, Edin Dzeko, dan Samir
Nasri. Mereka pun tak segan-segan menunjukkan identitasnya sebagai pengikut
agama Islam. Sebelum *kick-off*, mereka biasanya mengangkat tangan bersikap
doa, kemudian mengusap wajahnya.

Mereka juga tetap menjalankan ibadah puasa. Namun, tak dijelaskan bagaimana
mereka berpuasa di tengah kompetisi ketat.

Berbeda dengan Anelka dan Chamakh, penyerang Sevilla, Frederic Kanoute,
tetap disiplin menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, kegiatannya beribadah
sesuai keyakinannya tidak pernah membuat ia bermasalah dengan staf
kepelatihan, pendukung, dan rekan-rekannya. Bahkan, menurut Kanoute,
orang-orang di sekilingnya penasaran ketika dia melaksanakan puasa.

"Ya, mereka sangat ingin tahu. Mereka bertanya-tanya mengapa aku tidak
makan. Namun, Anda harus menjawab pertanyaan itu. Merupakan sesuatu yang
bagus bisa memberi kesaksian. Mereka melihatku berdoa di ruang ganti. Aku
tidak punya pikiran bahwa aku nanti akan dilihat orang lain. Apa yang
kulakukan alami," ujar Kanoute.

"Islam telah membantuku. Ini adalah jalan yang kuambil untuk membuatku
tenang, membantu berpikir mengenai di mana aku tinggal, juga mencintai
sesama. Aneh bila aku mendengar tentang semua masalah teroris karena hal itu
sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang aku pahami," beber Kanoute.

*Ferril Dennys*

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2011/08/25/05350145/Puasa.Chamakh.Bolong.Kanoute.Disiplin

Kirim email ke