Abdullah Bin Nuh Kembali Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional
 Rabu, 24/08/2011 - 15:59

CIANJUR, (PRLM).-Nama alm KH Abdullah Bin Nuh kembali diusulkan untuk kedua
kalinya sebagai pahlawan nasional, menyusul ditemukannya bukti bukti baru
yang bisa melengkapi kekurangan data maupun dokumen sebelumnya.

Hal itu merupakan rumusan seminar nasional pengusulan ulang (tahap II) KH
Abdullah Bin Nuh sebagai Pahlawan nasional di Gedung DPRD Kab. Cianjur, Rabu
(24/8).

Ketua Paguyuban Pasundan Kab. Cianjur Abah Ruskawan mengatakan dalam seminar
bertindak sebagai nara sumber Prof Hj Nina Herlina Lubis MS, dan KH Mustofa
yang merupakan putra bungsu KH Abdulah Bin Nuh. Dalam seminar terungkap
adanya bukti bukti baru yang bisa memperkuat persyaratan pengajuan Abdullah
Bin Nuh sebagai Pahlawan Nasional.

"Seminar ini kami laksanakan guna memenuhi syarat dalam proses pengusulan
nama pahlawan nasional. Hasil seminar ini setelah dilengkapi nantinya segera
diajukan ke tim peneliti pengkaji gelar pusat (TP2GP)," katanya.

Dalan seminar, Prof DR HJ Ninan Herlina Lubis MS dari tim pengkaji dan
peneliti gelar pahlawan daerah Jabar mengungkapkan pihaknya optimis usulan
kali ini bisa berhasil.

Dari informasi terakhir di tahun 2011 ini se Indonesia sudah masuk 28 usulan
nama calon pahlawan nasional. Dari jumlah tersebut biasanya yang ditetapkan
paling banyak dalam satu tahun itu cuma tiga nama. "Memang banyak juga yang
mengusulkan ulang, dan mereka itu calon kuat. Kami berharap nama KH Abdullah
Bin Nuh ada pada nama yang ditetapkan nanti. Kami minta dukungan dan doa
semua pihak terkait," ujarnya.

Dikatakan Nina, seminar serupa pernah dilaksanakan tahun 2010 lalu. Dukungan
berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Cianjur cukup banyak yang
mengusulkan Abdullah bin nuh sebagai pahlawan nasional.

Namun usulan pertama dipending (ditunda). Sebab Kementrian sosial RI dibantu
TP2GP menyatakan alasan penundaan itu karena menganggap masih ada kekurangan
data otentik tentang perjuangannya, sehingga perlu ada penambahan atau
kelengkapan data.

"Jadi butuh tambahan data itu diantaranya tentang pidato di RRI yang
akhirnya mendapat pengakuan dari mesir maupun peranannya dalam BKR,"
ujarnya.

Dikatakan Nina, bukti bukti yang dibutuhkan tidak ditemukan, tetapi pihaknya
mengetahui ada saksi yang masih hidup yaitu KH Busyori Alwi. Alwi merupakan
murid dari KH Abdullah Bin Nuh ini menyaksikan langsung peran gurunya.

"Kami langsung ke tempat yang bersangkutan dan mewancarainya. Selain itu
kami juga sudah melengkapi dokumen dokumen lain yang mendukung pada peran
dan kiprah maupun perjuangan KH. Abdullah bin Nuh," ujarnya.(A-116/kur)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/156274

Kirim email ke