Beu, nepi kakituna nya. Mun teu salah, kungsi noong film, duka film Korea atawa China, mun aya parawan kungsi karagap, sangsina nu ngaragapna wayahna kudu daek ngawin tah.
2011/8/25 Waluya <[email protected]> > ** > > > Garuda, maskapai penerbangan nu "mawa" bandera Indonesia, nyieun kahebohan, > cenah gara-gara metode perekrutan pramugari nu make cara "rubuk-rabak". > Heboh, kulantaran calon pramugari nu rek direkrutna asalna urang Korea > Selatan jeung testna di Korsel. Naha metode "rubuk-rabak" ieu, oge > dipraktekeun dina perekrutan di dalam negeri? Teu jelas oge da pihak Garuda > ngabantah. Lamun enya teh, beu.... ngerakeun urang Indonesia..... > > Wartosna nyanggakeun: > > > http://us.nasional.vivanews.com/news/read/243046-dituding-cabul---garuda-teranca\ > m-diboikot<http://us.nasional.vivanews.com/news/read/243046-dituding-cabul---garuda-terancam-diboikot> > > Dituding Cabul, Garuda Terancam Diboikot > "Kami secara serius sedang mempertimbangkan kampanye boikot terhadap Garuda > Indonesia". > Kamis, 25 Agustus 2011, 03:04 WIB > Elin Yunita Kristanti > > Pramugari Garuda Indonesia (Antara/ Maha Eka Swasta) > > VIVAnews -- Maskapai Garuda Indonesia sedang menjadi sorotan dunia. > Gara-gara > metode perekrutan pramugari yang dinilai cabul. Para calon awak kabin > diminta > melepas pakaian sampai setengah telanjang, dan maaf, diraba di bagian dada. > > Menurut sumber kepada Korea Times, Rabu 24 Agustus malam, skandal ini > berawal > dari lowongan pekerjaan pramugari Garuda yang dikeluarkan Juni 2011 lalu. > Maskapai ini berencana merekrut 18 pramugari. Lowongan ini menarik > perhatian > ratusan gadis Korea. > > Setelah lolos tes tertulis wawancara awal, mereka yang lolos menjalani tes > fisik > dan medis dilaksanakan Juli lalu. > > Selama pemeriksaan, para calon perempuan diminta melepas pakaian, kecuali > pakaian dalam mereka pakai, dan berbaring di atas meja. Lalu, seorang > dokter > Indonesia berusia setengah baya datang ke ruang pemeriksaan -- menyentuh > dada > dan bagian lain untuk memastikan para calon tidak memiliki implan payudara > dan > benda-benda artifisial lain di tubuhnya. > > Pihak Garuda Indonesia di Korea, Park Seung-hyun, membantah pemberitaan > tersebut. "Ketika para kandidat berbaring di meja pemeriksaan, tubuh mereka > ditutupi selimut. Perusahaan telah terlebih dahulu meminta persetujuan > mereka," > kata dia. > > Selain itu, "dokter Indonesia tidak 'menyentuh', namun hanya menekan dada > para > perempuan untuk memastikan mereka tidak melakukan operasi pembesaran > payudara." > > Saat tes dilakukan, tambah dia, dokter didampingi pegawai perempuan Garuda > Indonesia. Ia menekankan, tak ada pelecehan seksual seperti yang ramai > diberitakan media. "Sejumlah media membesar-besarkan apa yang terjadi untuk > merusak reputasi Garuda Indonesia. Kami sedang menyiapkan gugatan > pencemaran > nama baik bagi mereka yang memberi informasi salah kepada publik," tambah > Park. > > Informasi soal tes kesehatan Garuda juga menjadi sorotan. Salah satu juru > bicara > maskapai domestik Korea menyesalkan, jika benar itu prosedur yang dilakukan > Garuda. "Tidak masuk akal melibatkan dokter pria dalam pemeriksaan fisik > kandidat calon pramugari," kata dia. > > Dia menambahkan, calon pramugari biasanya diperiksa oleh dokter perempuan > di > fasilitas medis yang ditunjuk. Para calon juga memakai sejenis jubah untuk > menutupi tubuh mereka. Pemeriksaan payudara juga bisa dilakukan dengan > Sinar-X. > > Sementara, seorang pramugari sebuah maskapai asing, kepada Yonhap, > mengatakan, > pemeriksaan seperti itu masuk kategori penghinaan dan tak manusiawi. > > Kabar tak sedap soal metode perekrutan Garuda di Korsel juga memancing > reaksi > dari organisasi hak asasi manusia Korea. Salah satunya bahkan mengancam > akan > memboikot Garuda. "Insiden itu masuk kategori pelecehan seksual. Sangat > keterlaluan, dada perempuan muda disentuh pria setengah baya. Ada banyak > cara > untuk mengecek apakah seseorang memiliki implan payudara," kata Baek > Su-min, > koordinator Persatuan Perempuan Korea, Korean Women’s Association United. > > "Baek menambahkan, organisasinya sedang berkonsultasi dengan LSM lainnya > untuk > merespon insiden ini. "Kami secara serius sedang mempertimbangkan kampanye > boikot terhadap Garuda Indonesia. Kami bahkan akan mengunjungi kantor pusat > maskapai, untuk menyampaikan protes." > > Skandal yang terjadi di kantor cabang Garuda di Korea Selatan ramai > diberitakan > media asing. Tak hanya Korea, kabar itu juga diteruskan media sejumlah > negara > seperti Daily Mail asal Inggris, sejumlah media Australia, seperti > News.com.au, > Sydney Morning Herald, dan The Age. Juga Bangkok Post, Times India, The > Financial Express. Tak ketinggalan media Afrika, News 24 South Africa. > > Sementara dari Indonesia, Wakil Presiden Komunikasi Korporat Garuda > Indonesia > Pujobroto membantah keras tudingan pelecehan seksual. > > "Tidak benar itu jika ada yang melakukan pelecehan. Proses pemeriksaan > kesehatan > dilakukan sesuai standar kesehatan. Dokter melakukan tugasnya sesuai > standar > profesinya dan terikat sumpah," katanya kepada VIVAnews, Rabu, 24 Agustus > 2011. > (Baca bantahan Garuda Indonesia selengkapnya di sini) > > >
