Kiai Haji Abdullah bin Nuh<http://sundaislam.wordpress.com/2008/02/01/kiai-haji-abdullah-bin-nuh/> Posted on Jumaah, 1 Pébruari 2008 by Ki Santri
*(1905-1987)* Kiai Haji Abdullah bin Nuh (Cianjur, Jawa Barat, 30 Juni 1905-Bogor, 26 Oktober 1987) adalah seorang ulama terkenal, sastrawan, penulis, pendidik, dan pejuang. Sejak kecil Abdullah bin Nuh memperoleh pendidikan agama Islam dari ayahnya, KH. Raden Nuh, seorang ulama di kota Cianjur. Di samping itu, ia masuk sekolah I’anat at-Thalib al-Miskin yang didirikan oleh ayahnya. Dengan pendidikan tersebut ia mampu berbicara dalam bahasa Arab. Pada usia yang relatif muda ia sudah menghafal kitab *Nahwu Alfiah* (nahwu/tata bahasa berbait seribu) di luar kepala. ia juga mempelajari sendiri bahasa Inggris. Pada masa mudanya Abdullah bin Nuh aktif mengajar di Hadramaut School, sekaligus menjadi redaktur *Hadramaut*, majalah mingguan edisi bahasa Arab di Surabaya (1922-1926). Karena kemampuannya dalam berbahasa Arab, pada tahun 1926 ia dikirim belajar ke Fakultas Syariah Universitas al-Azhar (Cairo) selama dua tahun. Sekembali dari Cairo ia mengajar di Cianjur dan Bogor (1928-1943). Ketika perjuangan kemerdekaan Indonesia memuncak, Abdullah bin Nuh terjun langsung ke kancah perjuangan. Dia menjadi anggota Pembela Tanah Air atau Peta (1943-1945) untuk wilayah Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Sekitar tahun 1945-1946 dia memimpin Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tahun 1948-1950 dia menjadi anggota Komite Nasional Pusat (KNIP) di Yogyakarta, di samping sebagai kepala seksi siaran berbahasa Arab pada Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta dan dosen luar biasa pada Universitas Islam Indonesia (UII). Pada tahun 1950-1964 Abdullah bin Nuh memegang jabatan sebagai kepala siaran bahasa Arab pada RRI Jakarta. Kemudian dia menjabat Lektor Kepala Fakultas sastra Universitas Indonesia (1964-1967). Tahun 1969 dia mendirikan majlis al-Ghazali dan Pesantren al-Ihya di Bogor. Di kedua tempat pendidikan ini ia berfungsi sebagai sesepuh. Di Bogor, Abdullah bin Nuh aktif melaksanakan kegiatan dakwah Islamiah dan mendidik kader-kader ulama. Dia juga menyempatkan diri untuk menghadiri pertemuan dan seminar-seminar tentang Islam di beberapa negara, antara lain di Arab Saudi, Yordania, India, Irak, Iran, Australia, Thailan, Singapura, dan Malaysia. Ia juga ikut serta dalam Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) sebagai anggota panitia dan juru penerang yang terampil dan dinamis. Keistimewaan Abdullah bin Nuh sebagai ulama adalah kemampuannya menciptakan syair Arab dalam berbagai bentuk dan tujuan, seperti syair pujian dan ratapan. Syair-syairnya telah dihimpun dalam Diwan Ibn Nuh, berupa qasidah (118 qasidah) yang terdiri dari 2.731 bait. Semuanya digubah dalam bahasa Arab *fusha* (fasih) yang bernilai tinggi. Karya tulis Abdullah bin Nuh yang terkenal adalah Kamus Indonesia-Arab-Inggris yang disusun bersama Oemar Bakry. Karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa Arab antara lain adalah *al-Alam al-Islami* (Dunia Islam), *Fi Zilal al-Ka’bah al-Bait al-Haram* (Di Bawah Lindungan Ka’bah), *La Taifiyata fi al-Islam* (Tidak Ada Kesukuan Dalam Islam), *Ana Muslim Sunniyyun Syafi’iyyun* (Saya Seorang Islam Sunni Pengikut Syafi’i), *Mu’allimu al-‘Arabi* (Guru Bahasa Arab), dan *al-Lu’lu’ al-Mansur* (Permata yang bertebaran). Adapun karangannya yang ditulis dalam bahasa Indonesia adalah *Cinta dan Bahagia, Zakat Modern, Keutamaan Keluarga Rasulullah Saw.*, dan *Sejarah Islam di Jawa Barat Hingga Zaman Keemasan Banten* serta sebuah buku berbahasa Sunda *Lenyepaneun* (Bahan Telaah Mendalam). Adapun karya terjemahan dari kitab Imam al-Ghazali adalah *Minhaj al-Abidin* (Jalan Bagi Ahli Ibadah), *Al-Munqiz Min al-Dalal* (Pembebas dari Kesesatan), dan *al-Mustafa li ManLahu Ilm al-Ushul* (Penjernihan bagi Orang yang Memiliki Pengetahuan Ushul).*** http://sundaislam.wordpress.com/2008/02/01/kiai-haji-abdullah-bin-nuh/ 2011/8/25 <[email protected]> > ** > > > Saha abdullah bin nuh teh?... > > memang na, syarat2 pahlawan nasional naon? > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Ki Hasan <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Thu, 25 Aug 2011 07:35:19 +0800 > *To: *Ki Sunda<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Cc: *Baraya Sunda<[email protected]>; Urang Sunda< > [email protected]> > *Subject: *[kisunda] Tokoh - Ajengan H. Abdullah Bin Nuh > > Abdullah Bin Nuh Kembali Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional > Rabu, 24/08/2011 - 15:59 > > CIANJUR, (PRLM).-Nama alm KH Abdullah Bin Nuh kembali diusulkan untuk kedua > kalinya sebagai pahlawan nasional, menyusul ditemukannya bukti bukti baru > yang bisa melengkapi kekurangan data maupun dokumen sebelumnya. > > Hal itu merupakan rumusan seminar nasional pengusulan ulang (tahap II) KH > Abdullah Bin Nuh sebagai Pahlawan nasional di Gedung DPRD Kab. Cianjur, Rabu > (24/8). > > Ketua Paguyuban Pasundan Kab. Cianjur Abah Ruskawan mengatakan dalam > seminar bertindak sebagai nara sumber Prof Hj Nina Herlina Lubis MS, dan KH > Mustofa yang merupakan putra bungsu KH Abdulah Bin Nuh. Dalam seminar > terungkap adanya bukti bukti baru yang bisa memperkuat persyaratan pengajuan > Abdullah Bin Nuh sebagai Pahlawan Nasional. > > "Seminar ini kami laksanakan guna memenuhi syarat dalam proses pengusulan > nama pahlawan nasional. Hasil seminar ini setelah dilengkapi nantinya segera > diajukan ke tim peneliti pengkaji gelar pusat (TP2GP)," katanya. > > Dalan seminar, Prof DR HJ Ninan Herlina Lubis MS dari tim pengkaji dan > peneliti gelar pahlawan daerah Jabar mengungkapkan pihaknya optimis usulan > kali ini bisa berhasil. > > Dari informasi terakhir di tahun 2011 ini se Indonesia sudah masuk 28 > usulan nama calon pahlawan nasional. Dari jumlah tersebut biasanya yang > ditetapkan paling banyak dalam satu tahun itu cuma tiga nama. "Memang banyak > juga yang mengusulkan ulang, dan mereka itu calon kuat. Kami berharap nama > KH Abdullah Bin Nuh ada pada nama yang ditetapkan nanti. Kami minta dukungan > dan doa semua pihak terkait," ujarnya. > > Dikatakan Nina, seminar serupa pernah dilaksanakan tahun 2010 lalu. > Dukungan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Cianjur cukup banyak yang > mengusulkan Abdullah bin nuh sebagai pahlawan nasional. > > Namun usulan pertama dipending (ditunda). Sebab Kementrian sosial RI > dibantu TP2GP menyatakan alasan penundaan itu karena menganggap masih ada > kekurangan data otentik tentang perjuangannya, sehingga perlu ada penambahan > atau kelengkapan data. > > "Jadi butuh tambahan data itu diantaranya tentang pidato di RRI yang > akhirnya mendapat pengakuan dari mesir maupun peranannya dalam BKR," > ujarnya. > > Dikatakan Nina, bukti bukti yang dibutuhkan tidak ditemukan, tetapi > pihaknya mengetahui ada saksi yang masih hidup yaitu KH Busyori Alwi. Alwi > merupakan murid dari KH Abdullah Bin Nuh ini menyaksikan langsung peran > gurunya. > > "Kami langsung ke tempat yang bersangkutan dan mewancarainya. Selain itu > kami juga sudah melengkapi dokumen dokumen lain yang mendukung pada peran > dan kiprah maupun perjuangan KH. Abdullah bin Nuh," ujarnya.(A-116/kur)*** > > http://www.pikiran-rakyat.com/node/156274 > > >
