PESANTREN DARUL QURAN, CIMALAKA Belajar Murottal Alquran di Kaki Gunung Tampomas Sabtu, 27 Agustus 2011 | 11:50 WIB
*KUMANDANG *ayat suci Alquran terdengar merdu di Pesantren Darul Quran yang berlokasi tak jauh dari perempatan Cimalaka, Sumedang. Setiap bulan Ramadan, memang para santri ini diharuskan belajar *murottal*, cara membaca Alquran dengan irama tertentu. Alunan ayat suci dengan irama indah itu menyusup di semilir angin dingin di kaki Gunung Tampomas. "Santri dari pesantren ini banyak yang menjadi wakil Sumedang dan Jawa Barat, bahkan menjuarai *musabaqah*," kata KH Cecep Parhan Mubarok, pemimpin Pesantren Darul Quran, Minggu (21/8). Menurut Cecep, pesantren yang didirikan almarhum KH Raden Zaenal Mutaqin itu memang dirintis untuk unggul dalam bacaan Alquran. "Motornya KH Raden Zaenal Mutaqin, beliau juara MTQ, musabah fahmil Quran sampai tafsir Quran. Termasuk saya pada tahun 1988," katanya. Disebutkan juga saat Musabaqah Fahmil Kutubit Turats (Mufakat) IV di Ciamis, salah seorang santri Darul Quran menjadi juara. Selain belajar *murottal*, para santri ini belajar tafsir Quran dalam bahasa Arab. "Di sini para santri itu bercakap-cakap dengan bahasa Arab," katanya sambil menyebutkan pesantren ini memadukan pendidikan Islam *salafiyah* dan * khalafiyah*, serta mengembangkan ilmu-ilmu *naqliyah* dan ilmu-ilmu *aqliyah *. Menurut dia, dari pagi hari sampai siang para santri yang tinggal di kobong atau asrama itu mengikuti pendidikan formal setingkat SD dan SMP. "Di kelas itu mereka mendapat juga materi soal *murottal*, tafsir, percakapan bahasa Arab, dan mengkaji kitab kuning," katanya. Seusai mengikuti sekolah formal itu, para santri saat puasa ini diberi tugas khusus untuk menghafal surat-surat tematik berkaitan dengan bulan Ramadan. Menghafal surat-surat yang berkaitan dengan sebuah kejadian itu menjadi bekal para santri ketika menjalankan dakwah. Menurut Cecep Parhan, yang juga hakim Pengadilan Agama Garut, para santri tetap menjaga kemandiriannya. "Walaupun makanan sudah disiapkan di kantin pesantren dan mereka tinggal membelinya, seminggu sekali ada kegiatan * ngaliwet* bersama. Para santri memasak sendiri," kata Cecep. Seminggu sebelum Lebaran, para santri yang berasal dari luar Sumedang, termasuk luar Jawa, sudah mudik. "Rencananya Minggu 4 September ada temu akbar alumni dan santri pesantren Darul Quran," katanya.* (*)* Penulis : Deddi Rustandi Editor : Darajat Arianto http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/66441/Belajar-Murottal-Alquran-di-Kaki-Gunung-Tampomas
