Ideuna supaya aman pangan keur penduduk kota bandung, pemda meulian sawah dimana wae. Asli teu kaharti ku kuring mah! Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Ki Hasan <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 11 Sep 2011 06:13:00 To: Ki Sunda<[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: Baraya Sunda<[email protected]>; Urang Sunda<[email protected]> Subject: [kisunda] Sawah 100 Hektare keur Katahanan Pangan? Rada teu kaharti, cenah Pemkot Bandung meuli sawah 100 hektare keur katahanan pangan warga. Kumaha carana nya eta sawah nu ukur pindah hak milik bisa ningkatkeun kahatanan pangan. Apan sawahna ge eta-eta keneh. Teu dibeuli ku pemkot ge, tangtu angger berproduksi. Kajaba mun muka lahan sawah anyar di pasisian Jabar, rada kaharti bisa ningkatkeun produksi beas. Cing baraya sugan aya nu ngarti, kumaha tah logikana, pindah milik sawah bisa ningkatkeun produksi ===== Untuk Ketahananan Pangan Warga Pemkot Bandung Sediakan Lahan 100 Hektare Sawah Sabtu, 10/09/2011 - 16:29 [image: ADE BAYU INDRA/"PRLM"] ADE BAYU INDRA/"PRLM" WALI Kota Bandung Dada Rosada (keempat kanan) didampingi Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda (kelima kanan) dan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi (kanan) menabur benih padi, di Kelurahan Cisurupan,... BANDUNG, (PRLM).- Wali Kota Bandung Dada Rosada secara bertahap akan berusaha membeli lahan sawah sampai 100 hektare untuk ketahanan pangan warga Kota Bandung. Lokasi sawah yang akan dibeli tersebut tidak hanya di Kota Bandung tapi juga di kota lain seperti di Kabupaten Bandung, Karawang, Subang, Tasikmalaya, dan Garut. "Karena keterbatasan lahan di Kota Bandung, untuk membeli lahan sawah seluas 100 hektare tidak akan bisa makanya Pemkot Bandung akan membeli lahan untuk sawah tersebut di luar Kota Bandung," ujar Dada usai acara tebar benih di pesawahan Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru, Sabtu (10/9). Dalam acara tersebut hadir Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi dan pejabat serta camat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Dada menjelaskan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung akan menyediakan 100 hektar secara bertahap untuk cadangan pangan. Untuk memenuhi 100 ha lahan tersebut, pihaknya sudah mengadakan lahan sawah secara bertahap mulai tahun 2008 seluas, 4 ha kemudian tahun 2009 seluas 4 ha dan saat ini sudah dimiliki seluas 14, 725 ha. "Sisanya bila mencari sawah di Bandung sulit karena keterbatasan lahan makanya akan beli di luar Bandung di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Subang, Karawang, Tasik, Garut," ujar Dada. Untuk tahun 2011, Dada membeli sawah seluas 2,5 hektar digarap warga setempat dengan pembagian keuntungan 70 untuk penggarap dan 30 persen untuk Pemkot."Lahan sawah secara bertahap akan dibeli dengan mengalokasikan dana di APBD 2012 dan 2013, jika sampai akhir jabatan saya belum terpenuhi 100 hektar maka wali kota yang akan datang harus melanjutkan," kata Dada. Dada menyatakan pengadaan sawah untuk 100 hektar ini selain untuk cadangan pangan dan kebutuhan pangan untuk warga kota Bandung juga berfungsi untuk RTH. "Ini menjadi salah satu tanggungjawab pemerintah untuk menyediakan cadangan pangan bagi warganya, makanya kami akan fokus tetap untuk menyediakan lahan 100 hektar tersebut. Dan diusahakan di Kota Bandung, kalau pun tidak ada lahannya maka akan dibeli di luar kota Bandung," katanya. Sementara itu Sekretaris Dinas Pertanian Kota Bandung, Eli Siti Wasliah mengatakan, sawah milik Pemerintah Kota Bandung yang baru dimiliki 14,7 hektar diantaranya sudah menghasilkan padi 3,7 ton. Hasil panen untuk diberikan kepada warga Kota Bandung yang membutuhkan pangan. "Kota Bandung sejak tahun 2009 membeli lahan sawah dan hasil panen baru 3,6 ton beras sudah disalurkan ke korban bencana banjir," ujar Eli. Eli mengatakan, walau sudah disalurkan kepada korban banjir tapi Dinas Pertanian masih memiliki 2 ton gabah kering giling disimpan di lumbung pangan masyarakat sebagai cadangan pangan. Sementara, benih padi yang digunakan untuk sawah milik Kota Bandung jenis padi variates Ciherang karena memiliki keunggulan produksi tinggi dengan rata-rata hasil produksi 6 ton/hektar, potensi hasil 8,5 ton/ha. "Keunggulan lainnya padi varietas Ciherang lebih tahan lama terhadap serangan hama dan penyakit, baik ditanam di lahan sawah irigasi dan tekstur pulen," ujar Eli. (A-113/A-147)*** http://www.pikiran-rakyat.com/node/158025
