Sumuhun; tapi tetep teu acan ngawaler kana kritik KH

--- On Sat, 10/9/11, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [kisunda] Sawah 100 Hektare keur Katahanan Pangan?
To: [email protected]
Received: Saturday, 10 September, 2011, 10:33 PM







 



  


    
      
      
      












Ideuna supaya aman pangan keur penduduk kota bandung, pemda meulian sawah 
dimana wae. Asli teu kaharti ku kuring mah!Powered by Telkomsel 
BlackBerry®From:  Ki Hasan <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Sun, 11 Sep 2011 06:13:00 +0800To: Ki 
Sunda<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Cc: Baraya Sunda<[email protected]>; Urang 
Sunda<[email protected]>Subject: [kisunda] Sawah 100 Hektare keur 
Katahanan Pangan?

 



    
      
      
      Rada teu kaharti, cenah Pemkot Bandung meuli sawah 100 hektare keur 
katahanan pangan warga.
Kumaha carana nya eta sawah nu ukur pindah hak milik bisa ningkatkeun kahatanan 
pangan.
Apan sawahna ge eta-eta keneh. Teu dibeuli ku pemkot ge, tangtu angger 
berproduksi.


Kajaba mun muka lahan sawah anyar di pasisian Jabar, rada kaharti bisa 
ningkatkeun produksi beas.

Cing baraya sugan aya nu ngarti, kumaha tah logikana, pindah milik sawah bisa 
ningkatkeun produksi

=====

Untuk Ketahananan Pangan Warga
    Pemkot Bandung Sediakan Lahan 100 Hektare Sawah
  
   
  
  
      Sabtu, 10/09/2011 - 16:29
     
      
    
ADE BAYU INDRA/"PRLM"WALI
 Kota Bandung Dada Rosada (keempat kanan) didampingi Wakil Wali Kota 
Bandung Ayi Vivananda (kelima kanan) dan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi 
(kanan) menabur benih padi, di Kelurahan Cisurupan,...   
   BANDUNG, (PRLM).- Wali Kota Bandung Dada Rosada secara bertahap 
akan berusaha membeli lahan sawah sampai 100 hektare untuk ketahanan 
pangan warga Kota Bandung. Lokasi sawah yang akan dibeli tersebut tidak 
hanya di Kota Bandung tapi juga di kota lain seperti di Kabupaten 
Bandung, Karawang, Subang, Tasikmalaya, dan Garut.
"Karena keterbatasan lahan di Kota Bandung, untuk membeli lahan sawah
 seluas 100 hektare tidak akan bisa  makanya Pemkot Bandung akan membeli
 lahan untuk sawah tersebut di luar Kota Bandung," ujar Dada usai acara 
tebar benih di pesawahan Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru, Sabtu 
(10/9). Dalam acara tersebut hadir Wakil Wali Kota Bandung, Ayi 
Vivananda, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi dan pejabat serta
 camat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Dada menjelaskan, sesuai  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 
(RPJMD) Kota Bandung akan menyediakan 100 hektar secara  bertahap untuk 
cadangan pangan. Untuk memenuhi 100 ha lahan tersebut, pihaknya sudah 
mengadakan lahan sawah secara bertahap mulai tahun 2008 seluas, 4 ha 
kemudian tahun 2009 seluas 4 ha dan saat ini sudah dimiliki

seluas  14, 725 ha. "Sisanya bila mencari sawah di Bandung sulit karena 
keterbatasan lahan makanya  akan beli di luar Bandung di Kabupaten  
Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Subang, Karawang, Tasik, Garut," ujar 
Dada.
Untuk tahun 2011, Dada membeli sawah seluas 2,5 hektar  digarap warga
 setempat dengan pembagian keuntungan 70 untuk penggarap dan 30 persen 
untuk Pemkot."Lahan sawah secara bertahap akan dibeli dengan 
mengalokasikan dana di APBD 2012 dan 2013, jika sampai akhir jabatan 
saya belum terpenuhi 100 hektar maka wali kota yang akan datang harus

melanjutkan," kata Dada.
Dada menyatakan pengadaan sawah untuk 100 hektar ini selain untuk 
cadangan pangan dan kebutuhan pangan untuk warga kota Bandung juga 
berfungsi untuk RTH. "Ini menjadi salah satu tanggungjawab pemerintah 
untuk menyediakan cadangan pangan bagi warganya, makanya kami akan fokus
 tetap untuk menyediakan lahan 100 hektar tersebut. Dan diusahakan di 
Kota Bandung, kalau pun tidak ada lahannya maka akan dibeli di luar kota
 Bandung," katanya.
Sementara itu  Sekretaris Dinas Pertanian Kota Bandung,  Eli Siti 
Wasliah mengatakan, sawah milik  Pemerintah Kota Bandung yang baru 
dimiliki 14,7 hektar diantaranya sudah menghasilkan padi 3,7 ton. Hasil 
panen  untuk diberikan kepada warga Kota Bandung yang membutuhkan 
pangan. "Kota Bandung sejak tahun 2009 membeli lahan sawah dan hasil 
panen baru 3,6 ton beras sudah disalurkan ke korban bencana banjir," 
ujar Eli.
Eli mengatakan, walau sudah disalurkan kepada korban banjir tapi 
Dinas Pertanian masih memiliki 2 ton gabah kering giling disimpan di 
lumbung pangan masyarakat sebagai cadangan pangan. Sementara,  benih 
padi yang digunakan untuk sawah milik Kota Bandung jenis padi variates 
Ciherang karena memiliki keunggulan produksi tinggi dengan rata-rata 
hasil produksi 6 ton/hektar, potensi hasil 8,5 ton/ha. "Keunggulan 
lainnya padi varietas Ciherang lebih tahan lama terhadap serangan hama 
dan penyakit, baik ditanam di lahan sawah irigasi dan tekstur pulen," 
ujar Eli. (A-113/A-147)***http://www.pikiran-rakyat.com/node/158025





    
     

    










    
     

    
    


 



  



Kirim email ke