Mengapa Tertawa Adalah Obat Terbaik
Jum'at, 16 September 2011 | 07:25 WIB

*TEMPO Interaktif*, *London - *Tertawa bersama teman-teman dekat anda
terbukti dapat melepas zat kimia otak yang membuat orang merasa lebih baik,
sekaligus meredakan sakit. Hasil riset terbaru peneliti Inggris tersebut
mengindikasikan bahwa tertawa memicu dilepaskannya hormon endorfin, sama
seperti jika anda berolah raga atau melakukan aktivitas lain.

“Baru sedikit riset yang dilakukan untuk meneliti mengapa kita tertawa dan
apa peran yang dimainkannya dalam masyarakat,” kata Robin Dunbar, peneliti
studi dari University of Oxford, Inggris. “Kami menduga efek ikatan dari
dorongan endorfin yang dapat menjelaskan mengapa tertawa memainkan peran
penting dalam kehidupan sosial kita.”

Eksperimen ini dilakukan Dunbar dan timnya untuk membuktikan ide bahwa gelak
tawa kita mungkin mengaktifkan endorfin otak. Gagasan itu sudah lama
diperdebatkan namun belum dapat dibuktikan.

Zat kimia pereda nyeri itu terbentuk sebagai tanggapan atas kegiatan olah
raga, kegembiraan, rasa nyeri, makanan pedas, cinta dan orgasme seksual.

Selain memberikan dorongan semangat, endorfin juga meningkatkan kemampuan
kita untuk mengabaikan rasa sakit.Sehingga para peneliti menggunakan manfaat
pereda nyeri dari endorfin tersebut untuk mengetahui apakah tawa menyebabkan
dilepaskannya endorfin.

Untuk mengetahui ambang batas nyeri, para peneliti melakukan tes pemancing
tawa dan kadar nyeri terhadap sejumlah relawan. Para partisipan dibagi
menjadi kelompok dan individu karena tertawa dianggap sebagai aktivitas
sosial, serta disodori beberapa film komedi.

Tes menunjukkan bahwa kemampuan para partisipan untuk menahan rasa sakit
melonjak setelah tertawa. Menonton film komedi bersama-sama dalam satu
kelompok meningkatkan ambang batas terhadap nyeri hingga 10 persen.
Partisipan yang dites sendirian hanya menunjukkan sedikit peningkatan daya
tahan.

“Ketika tertawa, ambang batas terhadap nyeri meningkat signifikan, sementara
ketika subyek menonton sesuatu yang tak mengundang tawa, ambang batas nyeri
tidak berubah, bahkan lebih rendah,” katanya. “Hal ini dapat dijelaskan
bahwa aksi endorfin dilepas oleh tawa.”

Para peneliti yakin bahwa tertawa membuat orang menarik serangkaian nafas
dan menyebabkan kelelahan pada otot perut, yang akhirnya memicu dilepasnya
endorfin. Lepasnya endorfin umumnya disebabkan kegiatan fisik, seperti
berolah raga.

L LIVESCIENCE I CHANDRA

http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/09/16/brk,20110916-356551,id.html

Kirim email ke