Pencanangan Dago Pojok Jadi Kampung Wisata Terkendala Kondisi Jalan dan
Lahan Parkir

   -
   -

 Selasa, 20/09/2011 - 18:09

BANDUNG, (PRLM).- Kondisi jalan yang rusak serta parkir yang minim akan
menjadi kendala ketika kawasan Dago Pojok dicanangkan sebagai salah satu
kampung wisata di Kota Bandung. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung
diminta turun tangan untuk mengatasi kendala tersebut.

Demikian dikatakan penggagas Dago Pojok sebagai kampung wisata Rahmat
Jabaril, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kelurahan Dago, Selasa
(20/9). Rahmat mengatakan, pencanangan Dago Pojok sebagai kampung wisata
akan dilakukan 28 Oktober mendatang.

"Koordinasi dengan warga masyarakat sudah dilakukan, dan mereka setuju untuk
menjadikan Dago Pojok sebagai kampung wisata. Selain menggerakkan roda
ekonomi, juga budaya dan sosial," ucap Rahmat.

Rahmat mengatakan, banyak seni yang pernah muncul dan tumbuh di kawasan Dago
Pojok, namun kini tidak lagi terdengar kiprahnya di Kota Bandung. Misalnya,
seni degung dan pandai besi.

"Dulu seni degung dan pandai besi dari Dago Pojok banyak dibicarakan orang,
tapi sekarang sudah tidak terdengar lagi karena aktivitasnya sudah mati,
kita akan menghidupkan itu kembali," katanya.

Akan tetapi Rahmat mengatakan, sentra parkir dan kondisi jalan yang rusak
akan menjadi kendala. Seperti diketahui, lebar jalan akses untuk masuk ke
kawasan Dago Pojok hanya sekitar tiga hingga empat meter. Lebar jalan
tersebut hanya bisa memuat dua kendaraan yang berpapasan.

"Untuk kendaraan besar seperti bus nampaknya akan sulit untuk masuk,"
ujarnya. Apalagi, aktivitas di jalan tersebut cukup tinggi karena aktivitas
mahasiswa.

"Untuk parkir, nanti kami akan meminta pemerintah untuk membuat sentra
parkir, atau minimal kami akan bekerja sama dulu dengan Unpad dan pemilik
lahan yang masih bisa dijadikan tempat parkir," ucap Rahmat. (A-175/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/159151

Kirim email ke