Kamis, 22 September 2011
 *Baksil Contoh Hutan Kota Dunia*
  TAMANSARI,(GM)-
Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH), Gusti Muhammad Hatta mengatakan,
hutan Babakan Siliwangi (Baksil) akan dijadikan contoh hutan kota di dunia.
Sebab di Baksil akan hadir 1.500 peserta dari 100 negara, terkait Tunza
International Children & Youth Conference On The Environment 2011.

Menurutnya, hasil konferensi di Bandung tersebut akan dibawa ke Konferensi
Internasional Linguists di Rio de Janeiro, Brasil. Selain Deklarasi Bandung,
hasil Konferensi Green Economic di Kota Solo pun akan dibahas di Brasil.

"Nantinya Indonesia akan menyerahkan dua keputusan tentang lingkungan, pada
konferensi internasional tersebut," ujarnya kepada wartawan usai meninjau
langsung persiapan tempat konferensi di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) dan
hutan kota Baksil, Rabu (21/9).

Ia mengatakan, penyelenggaraan Konferensi Tunza pada intinya untuk
menumbuhkan kesadaran di kalangan generasi muda terhadap lingkungan hidup,
termasuk di dalamnya hutan kota.

Gedung Sabuga pada 27-30 September 2011 menjadi tempat pelaksanaan
konferensi bertema Tunza International Children and Youth Conference On The
Environment 2011.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Menteri LH datang ke Sabuga di Jln. Tamansari
Bandung. Gusti yang mengenakan batik putih bermotif hijau tua, meninjau
sejumlah ruangan seperti tempat utama pelaksanaan konferensi, kamar-kamar,
ruangan untuk pers, hingga toilet. "Harus disiapkan di ruang pers seperti
tempat charger," katanya.

Selain Sabuga dan Baksil, Menteri pun meninjau Gedung Merdeka dan Museum
Konferensi Asia Afrika Bandung. Gusti pun mendukung Baksil dijadikan hutan
kota dunia (world city forest), yang akan dicanangkan atau diresmikan saat
Konferensi Tunza International.

Menurutnya, Baksil merupakan paru-paru sekaligus jantung Kota Bandung yang
ditumbuhi aneka tumbuhan, namun jangan ada bangunan. "Keberadaan tumbuhan di
Babakan Siliwangi harus tetap dijaga kelestariannya, apalagi akan dijadikan
world city forest di dunia. Tentunya Bandung akan semakin terkenal,"
ujarnya.

Kendala dalam mendukung world city forest di Bandung, ungkapnya, adalah
sampah. Hingga kini, Pemerintah Kota Bandung belum bisa menyelesaikan
masalah sampah. "Di Kota Bandung masih banyak ditemui gundukan sampah di
mana-mana, termasuk di Babakan Siliwangi," katanya.

Sebab itu, Menteri pun meminta Pemkot Bandung serius menyelesaikan masalah
sampah. Pada kesempatan itu, ia mengusulkan agar Kota Bandung segera
memiliki bank sampah. Inti dari bank sampah ini bagaimana mendidik
masyarakat untuk memilah-milah sampah.

Menteri menyebutkan, untuk mengatasi masalah sampah, sebaiknya setiap kota
minimal memiliki lima bank sampah dan maksimal 25 bank sampah. Melalui bank
sampah ini, nantinya akan dipilah-pilah sampah organik dan anorganik,
sehingga kedua jenis sampah itu bisa dimanfaatkan, bahkan mungkin dijual.

*Restoran melegenda*

Sementara itu, Kepala BPLHD Kota Bandung, Rekotomo mengatakan, luas Baksil
mencapai 11,8 ha. Dari jumlah itu, sekitar 3,6 ha dijadikan hutan kota
dunia. "Sedangkan sisanya, sekitar 8,2 ha dibiarkan menjadi hutan dengan
aneka tumbuhan," ujarnya.

Dia pun menegaskan, di kawasan Baksil tidak akan dibangun apartemen maupun
gedung lainnya. Namun ada satu, yakni bangunan restoran yang melegenda,
yakni Restoran Sunda Babakan Siliwangi. "Kami yakinkan bahwa tidak akan ada
pembangunan apartemen di Babakan Siliwangi, kecuali bangunan Restoran
Babakan Siliwangi," ungkap Rekotomo.

Dari pantauan "GM", kawasan Baksil terus dibenahi. Sejumlah alat berat
meratakan tanah yang nantinya akan ditanami pohon. Backhoe membersihkan sisa
bangunan yang ada bekas warung liar dan sejenisnya. Selain itu, panitia
menurut rencana akan menyediakan 100 sepeda bagi peserta yang ingin
berkeliling di world city forest Baksil. (B.81)**
http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110922014018&idkolom=beritautama

Kirim email ke