Hehehe, enya di Bandung teh masih keneh loba gang sarebu punten nya. Ongkoh
cenah hayang jadi destinasi wisata. Atawa gang sarebu punten teh, rek
dijadikeun objek wisata oge kitu. Hayoh keh mun nganteur turis Jepang ka
dinya, kalah jadi gang sarebu dongko, unggut-unggutan.

Mun aya LSM jail, hayoh keh eta peserta konferensi lingkungan teh dicarulik,
sina ngalanglang leuweung nu saenyana, gunung gundul bulistir, atawa sina
mapay-mapay walungan Citarum nu loba konten non-cai-na.Piraku teu
peupeureudeuyan.

2011/9/22 mj <[email protected]>

> **
>
>
> **
>
> lah boga leuweung sacangkewok bari teu sadaya leuweung ge -aya sanggar olah
> seni, terus restoran bade dijeiun deui, beh luhurna aya kantor kelurahan
> lebak gede- meni agul. mun sagede central park di manhattan nyc, kaci reueus
> bin agul. hahaha
>
> mun kota bdg boga duit mah, daerah-daerah kumuh di tengah kota-gang sarebu
> punten tea, diremajakeun-dimodernisasi. tapi warga teu diusir, tapi
> dipindahkeun ka imah model apartemen atawa flat di dinya keneh, tapi ulah
> jangkung deuit, 4-6 lantey we heula. nyiptakeun lingkungan nu sehat bersih
> genah merenah tumaninah. pan ari dirumahsusunkeun mah aya sesa lahan, tah,
> piken taman jeung tempat ulin barudaks.
>
>
>
>  ------------------------------
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *Ki Hasan
> *Sent:* Thursday, September 22, 2011 4:02 PM
> *To:* Ki Sunda
> *Cc:* Baraya Sunda; Urang Sunda
> *Subject:* [Urang Sunda] BAKSIL, World City Forest?
>
>   Kamis, 22 September 2011
>  *Baksil Contoh Hutan Kota Dunia*
>  TAMANSARI,(GM)-
> Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH), Gusti Muhammad Hatta
> mengatakan, hutan Babakan Siliwangi (Baksil) akan dijadikan contoh hutan
> kota di dunia. Sebab di Baksil akan hadir 1.500 peserta dari 100 negara,
> terkait Tunza International Children & Youth Conference On The Environment
> 2011.
>
> Menurutnya, hasil konferensi di Bandung tersebut akan dibawa ke Konferensi
> Internasional Linguists di Rio de Janeiro, Brasil. Selain Deklarasi Bandung,
> hasil Konferensi Green Economic di Kota Solo pun akan dibahas di Brasil.
>
> "Nantinya Indonesia akan menyerahkan dua keputusan tentang lingkungan, pada
> konferensi internasional tersebut," ujarnya kepada wartawan usai meninjau
> langsung persiapan tempat konferensi di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) dan
> hutan kota Baksil, Rabu (21/9).
>
> Ia mengatakan, penyelenggaraan Konferensi Tunza pada intinya untuk
> menumbuhkan kesadaran di kalangan generasi muda terhadap lingkungan hidup,
> termasuk di dalamnya hutan kota.
>
> Gedung Sabuga pada 27-30 September 2011 menjadi tempat pelaksanaan
> konferensi bertema Tunza International Children and Youth Conference On The
> Environment 2011.
>
> Sekitar pukul 10.00 WIB, Menteri LH datang ke Sabuga di Jln. Tamansari
> Bandung. Gusti yang mengenakan batik putih bermotif hijau tua, meninjau
> sejumlah ruangan seperti tempat utama pelaksanaan konferensi, kamar-kamar,
> ruangan untuk pers, hingga toilet. "Harus disiapkan di ruang pers seperti
> tempat charger," katanya.
>
> Selain Sabuga dan Baksil, Menteri pun meninjau Gedung Merdeka dan Museum
> Konferensi Asia Afrika Bandung. Gusti pun mendukung Baksil dijadikan hutan
> kota dunia (world city forest), yang akan dicanangkan atau diresmikan saat
> Konferensi Tunza International.
>
> Menurutnya, Baksil merupakan paru-paru sekaligus jantung Kota Bandung yang
> ditumbuhi aneka tumbuhan, namun jangan ada bangunan. "Keberadaan tumbuhan di
> Babakan Siliwangi harus tetap dijaga kelestariannya, apalagi akan dijadikan
> world city forest di dunia. Tentunya Bandung akan semakin terkenal,"
> ujarnya.
>
> Kendala dalam mendukung world city forest di Bandung, ungkapnya, adalah
> sampah. Hingga kini, Pemerintah Kota Bandung belum bisa menyelesaikan
> masalah sampah. "Di Kota Bandung masih banyak ditemui gundukan sampah di
> mana-mana, termasuk di Babakan Siliwangi," katanya.
>
> Sebab itu, Menteri pun meminta Pemkot Bandung serius menyelesaikan masalah
> sampah. Pada kesempatan itu, ia mengusulkan agar Kota Bandung segera
> memiliki bank sampah. Inti dari bank sampah ini bagaimana mendidik
> masyarakat untuk memilah-milah sampah.
>
> Menteri menyebutkan, untuk mengatasi masalah sampah, sebaiknya setiap kota
> minimal memiliki lima bank sampah dan maksimal 25 bank sampah. Melalui bank
> sampah ini, nantinya akan dipilah-pilah sampah organik dan anorganik,
> sehingga kedua jenis sampah itu bisa dimanfaatkan, bahkan mungkin dijual.
>
> *Restoran melegenda*
>
> Sementara itu, Kepala BPLHD Kota Bandung, Rekotomo mengatakan, luas Baksil
> mencapai 11,8 ha. Dari jumlah itu, sekitar 3,6 ha dijadikan hutan kota
> dunia. "Sedangkan sisanya, sekitar 8,2 ha dibiarkan menjadi hutan dengan
> aneka tumbuhan," ujarnya.
>
> Dia pun menegaskan, di kawasan Baksil tidak akan dibangun apartemen maupun
> gedung lainnya. Namun ada satu, yakni bangunan restoran yang melegenda,
> yakni Restoran Sunda Babakan Siliwangi. "Kami yakinkan bahwa tidak akan ada
> pembangunan apartemen di Babakan Siliwangi, kecuali bangunan Restoran
> Babakan Siliwangi," ungkap Rekotomo.
>
> Dari pantauan "GM", kawasan Baksil terus dibenahi. Sejumlah alat berat
> meratakan tanah yang nantinya akan ditanami pohon. Backhoe membersihkan sisa
> bangunan yang ada bekas warung liar dan sejenisnya. Selain itu, panitia
> menurut rencana akan menyediakan 100 sepeda bagi peserta yang ingin
> berkeliling di world city forest Baksil. (B.81)**
>
> http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110922014018&idkolom=beritautama
>

Kirim email ke