Petani Belanda Mengeksploitasi Buruh
Oleh *Lioe Hesseling*
Dibuat *21 September 2011 19:50*
 [image: image/jpeg
icon]2458309238_ea6165770a_o.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/article/2011/09/2458309238_ea6165770a_o.jpg>

*Petani asparagus di provinsi Brabant, Belanda Selatan dituduh melakukan
perdagangan manusia dan eksploitasi buruh. Di pengadilan ibu satu ini
menyangkal melakukan 'perbudakan moderen', demikian berita de Volkskrant.*

Menurut jaksa penuntut, petani, José J., menyalahgunakan posisi lemah buruh
Rumania, Portugal dan Polandia. Terdakwa mengatakan dia bekerja keras tapi
kini perusahaannya dirampas.
*
Paspor disita*
De Volkskrant memberitakan petani itu membayar buruhnya di bawah gaji
minimum dan baru membayarnya di akhir musim asparagus.  Dia menyita
paspor-paspor dan kartu-kartu identitas buruh dan melarang mereka keluar di
malam hari.

Pekarangan petani dijaga anjing agresif.  Para buruh disuruh tinggal di
kamar-kamar yang kecil dan kotor. Ada juga yang tidak ada jendelanya dan
semua kamar tidak memenuhi standar-standar keamanan untuk mencegah
kebakaran.

Kaum buruh mendapat 13 euro per hari untuk mencongkel asparagus dan harus
membayar harga mahal produk-produk di toko perkebunan.

*Razia polisi*
Ketika polisi melakukan razia tahun 2009, mereka menemukan 36 warga Rumania
yang sangat ketakutan. Keadaannya begitu buruk sehingga mereka memilih
langsung pulang ke negeri asalnya. Sang petani diberi kesempatan baru, tapi
sikapnya tidak berubah dan setahun kemudian ditangkap.

Juni 2011 keadaan tidak membaik juga. Perkebunannya dilelang untuk membayar
denda-denda urusan tenaga kerja dan pajak-pajak yang menunggak. Menurut
pengacaranya, sang ibu ini tidak lebih buruk daripada petani-petani lainnya.
 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/petani-belanda-mengeksploitasi-buruh
 *Links:*
 *Images:*
[i1]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/article/2011/09/2458309238_ea6165770a_o.jpg
[i2] http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia

Kirim email ke