Hade tradisi dipiara supaya tetep araringet "jaman poek mongkleng" kamanusaan. 
Ulah kawas diurang kumaha rek inget hesena mahardika lamun banceuy wae geus 
leungit, imah pembuangan (maehan lalaunan) di Ende, digul rek leungit.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 23 Sep 2011 08:00:22 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Urang Sunda<[email protected]>; Baraya 
Sunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] Re: Noong - Walanda

Kereta Kencana Belanda Lambang Perbudakan
Oleh *Yanti Mualim*
Dibuat *20 September 2011 13:09*
 [image: image/jpeg
icon]goudenkoets-flickr-galerieopweg.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/article/2011/09/goudenkoets-flickr-galerieopweg.jpg>

*Juga di 2011 ini tradisi tahunan Prinsjesdag dilaksanakan. Kereta kencana
kayu jati berlapis emas membawa Ratu Belanda Beatrix, Putra Mahkota Willem
Alexander dan Putri Máxima. Mereka menunggangi kereta dari istana ke
Ridderzaal, Bangsal Bangsawan di pusat pemerintahan Den Haag.*

Tahun parlemen Belanda yang dibuka pada Selasa ketiga di bulan September,
disebut *Prinsjesdag*, hari Pangeran. Duduk anggun di tahtanya, Ratu Belanda
Beatrix berpidato, membacakan *troonrede*, pidato tahta, garis besar
kebijakan pemerintah dalam tahun pemerintahan mendatang.

Sementara itu di luar ribuan orang membawa bendera, mengenakan pakaian serba
oranye menanti ingin melihat Ratu. Mereka mengelu-elukan Ratu begitu tampak
kereta kencana ditarik beberapa ekor kuda membawa Ratu didampingi Putra
Mahkota dan istrinya yang cantik. Pemandangan ini tak ubah bagaikan dongeng
di masa lalu.

*Kolonialisme
*Namun di abad ini tidak semua orang suka dininabobokan masa lalu. Menjelang
pembukaan tahun parlemen, kembali pecah diskusi seputar kereta kencana.
Kereta ini hadiah penduduk Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Wilhelmina pada
1898. Sisi-sisi kereta dilukisi tema kolonial. Dan lukisan gaya renaisans
inilah yang dianggap oleh sementara kalangan tidak pantas!

Tampak di lukisan itu Ratu duduk anggun, di samping kiri budak-budak hitam
telanjang dada menyembah, di samping kanan pria Jawa berblangkon menghormat
ratu. Mereka mempersempahkan hadiah pada Ratu. Begitulah kekayaan mengalir
ke kerajaan ini.

Juga interior kereta kencana ini dipermasalahkan. Hiasan sulaman pada kereta
konon dibuat anak yatim piatu. Gadis-gadis ini tidak diberi upah untuk itu.
Sebagai imbalan, mereka mendapatkan tempat tinggal serta makan. Di zaman
sekarang, ini bentuk perbudakan.

*Penghinaan*
Di abad ke-17 dan 18 *West Indische Compagnie *menyebarkan pengaruh dan
kekuasaan Belanda sampai ke antara lain Suriname dan Antilia Belanda. Sedang
ke belahan bumi di timur dengan *Verenigde Oostindische Compagnie *sampai ke
Hindia Belanda.

Harry van Bommel dan Mariko Peters dua tokoh politik sayap kiri, Baryl
Biekman (*Platform *Sejarah Perbudakan) dan Jeffry Pondaag (Komite Utang
Kehormatan Belanda) bependapat, tidak pantas kereta kencana dengan lukisan
semacam itu masih dipergunakan. Lukisan itu dianggap penghinaan bagi
kelompok-kelompok tertentu, oleh karena itu harus diganti.

Berbagai media Belanda menyorot dan mengomentari keberatan ini. Harian d*e
Volkskrant *menurunkan berita mengenai kereta kencana yang patut
dimuseumkan. Kekejaman-kekejaman yang terjadi di masa kolonial, hanya baik
untuk pameran di museum. Tidak banyak orang Belanda yang tahu mengenai
pembantaian di Rawagede pada 1947, kalau tidak menjadi perkara pengadilan
belakangan ini. Tidak banyak pula yang tahu pada abad ke-18 sepertiga
penduduk Batavia adalah budak.

Sejarawan Belanda, Monique Oostdam tidak keberatan kereta tetap dipakai Sri
Ratu. Tradisi ini tiap tahun menarik banyak penonton. Menurutnya, "lebih
baik orang mencoba melihatnya dengan kacamata lain, kereta kencana emas
sekarang menjadi lambang sejarah kolonial."

   - [image: image/jpeg
icon]gouden-koets-slaven-425.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/09/gouden-koets-slaven-425.jpg>

 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kereta-kencana-belanda-lambang-perbudakan
 *Links:*
 *Images:*
[i1]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/article/2011/09/goudenkoets-flickr-galerieopweg.jpg
[i2]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/09/gouden-koets-slaven-425.jpg

Kirim email ke