Dikira Gentong Ternyata Hui Boled 21,5 Kg
Selasa, 11 Oktober 2011 | 11:03 WIB

*PULUHAN *tahun jadi petani, Titi (46) tidak pernah terkejut seperti yang
dialaminya Sabtu (8/10) siang. Saat menusukkan ujung golok ke tanah di bawah
rumpun mantang (ubi jalar atau *hui boled*) di kebun samping rumahnya, warga
Dusun Margadanu RT 02/07, Desa Margajaya, Kecamatan Sukadana, Ciamis, itu
tak menyangka bahwa ia tengah menggali sebuah ubi jalar dengan ukuran
raksasa.

"Awalnya saya kira ada gentong di simpan dalam tanah. Coba lihat, warna dan
bulatnya seperti gentong. Setelah ditusuk ternyata tidak keras, makanya
tanah terus saya gali," ujar istri Makmun (48) itu kepada *Tribun*, Senin
(10/10).

Ia pun lantas meminta bantuan suaminya untuk meneruskan menggali tanah.
Begitu tanah di sekitar "gentong" itu tergali, ternyata itu adalah ubi jalar
alias *hui boled* dengan ukuran luar biasa besar. Satu rumpun ubi jalar yang
dipanen hanya berisi satu ubi raksasa itu.

"Puluhan tahun jadi petani, baru kali ini dapat *mantang* sebesar ini," ujar
Makmun.

Tentu saja temuan ubi jalar ukuran tak lazim ini membuat warga setempat
heboh selama tiga hari terakhir. Bayangkan saja, ukuran *hui boled *itu
sebesar gentong. Tinggi mencapai 45 cm, garis keliling satu meter, dan berat
21,5 kg (kira-kira seberat bocah usia tujuh tahun).

Menurut Makmun, tanah yang ditanaminya dengan ubi jalar tersebut merupakan
lahan bekas rumah milik kakaknya, H Saun (50), yang kini menjadi bos kerupuk
di Cakung, Jakarta.

"Di tanah ini sebenarnya masih banyak puing-puing, juga ada ubin di
bawahnya. Tetapi ternyata tanahnya subur, lihat saja singkong dan pisang
yang ditanam di sini juga subur, termasuk mantang yang kemarin dipanen,"
ujar Makmun.

Kata Makmun, tumbuhan yang berbuah mantang ukuran raksasa tersebut ditanam
tujuh bulan lalu, merupakan ubi jalar varietas lokal yang gagang (jalar)-nya
diminta dari  Engking, tetangganya. "Saya sama istri tak pernah mimpi
apa-apa. Tiba-tiba dapat mantang sebesar ini," katanya.

Kini mantang raksasa itu disimpan di rumahnya. "Kemarin Pak Camat juga
nengok ke sini. Semua pada kaget, ada ubi jalar ukurannya sebesar ini. Ada
yang bilang, ini mantang manohara," ujar Makmun sambil tertawa.

Meski aneh bin ajaib, Makmun belum berniat untuk menjual mantang hasil
bercocok tanamnya tersebut. "Meski ditawar dengan harga sejuta pun tak akan
dijual. Mau diperlihatkan dulu sama Kang H Saun. Nanti terserah beliau mau
diapain," katanya.

Ubi mantang raksasa hasil bercocok tanam yang ditemukan tak jauh dari
Komplek MTs Margadanu dan kandang sapi H Wasdi tersebut menjadi buah bibir
warga.

Desa Margajaya sendiri, kata Sunarya, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian,
Peternakan,  Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Sukadana, merupakan salah satu
sentra produksi ubi jalar di Kecamatan Sukadana. Total areal tanaman ubi
jalar di desa ini sekitar 70 hektare dengan hasil produksi dijual ke pasar
lokal, yakni Pasar Dongkal Ciilat. "Harga mantang sekarang cukup murah,
hanya Rp 1.500/kg," ujarnya.

Menurut Sunarya, dalam sejarah pertanian di Sukadana, baru kali ini ada
petani yang memanen ubi jalar yang ukurannya sampai seberat 21,5 kg.
"Biasanya mantang yang paling besar hanya sampai setengah kilogram. Tapi ini
21,5 kg. Meski tumbuhnya kurang terawat, ditanam di lahan bekas rumah yang
masih banyak puingnya. Tapi pasokan hara ke umbinya berjalan secara
optimal," ujar Sunarya. (*)


*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://jabar.tribunnews.com/102892/Dikira Gentong Ternyata Hui Boled 21,5 Kg

Kirim email ke