Pikirkan ini matang- matang sebelum Indonesia membuat fasilitas Nuklir!!!
Mau di iran kan? Atau di Korut kan? Kecuali kalau kita membeli Nuklirnya
dari Amerika atau Rusia mungkin aman :). Yang mana juga kalau membeli dari
luar ya ujung-2nya "Ceu Kokom" yang berjaya :). 

Kenapa Geothermal melempem di Indonesia sementara New Zealand berkibar
sebagai gambaran Corruption Perception Index (CPI) Indonesia Vs New Zealand
itu kalau Skor CPI 1 yang terburuk dan 10 yang terbaik (bersih tidak korup)
maka kalau diambil skor tengah-2 katakanlah 5 lalu kemudian di ploting skor
Indonesia Vs New Zealand hasilnya adalah cerminannya Indonesia berada
diposisi termasuk terbawah sedangkan New Zealand sebaliknya posisi teratas.
Geothermal ~ Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita, energi yang dihasilkan tidak
bisa dijual keluar kecuali dalam bentuk listrik. Berbeda dengan BBM, BBG,
dan Batu Bara yang bisa di export dan juga import. Nah ketika ada transaksi
jual n' beli export n' import lagi- lagi "Ceu Kokom" yang berjaya :). Kalau
geothermal "Ceu Kokom" relatif kurang berperan. Oleh karenanya bagi negara
yang CPI rendah seperti Indonesia ini dimana masih mengharapkan kejayaan
"Ceu Kokom" tentunya Geothermal bukanlah sesuatu yang menarik. Sementara
bagi negara New Zealand dengan CPI yang tinggi maka justru senang karena
memang mereka tidak mau ada "Ceu Kokom". 

Siapakah "Ceu Kokom" ~ Komisi ~ Fee Mc Larren ~ Jatah Makelar.  

Skor CPI New Zealand berurutan dari 2010 - 2002 : 9.3, 9.4, 9.3, 9.4, 9.6,
9.6, 9.5, 9.5, 9.4
Skor CPI Indoneisa berurutan dari 2010 - 2002 : 2.8, 2.8, 2.6, 2.3, 2.4,
2.2, 2.0, 1.9, 1.9

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Corruption_Perceptions_Index 

Sejak kapan Ceu Kokom berjaya sejak jaman VOC (Vereenigde Oost-Indische
Compagnie), "United East India Company", established 1602 M, berkibar n'
"mejajah" Indonesia, VOC apakah itu BUMN-nya Belanda yang dimiliki oleh Ratu
Belanda dan beberapa kota di Belanda. Tahukah bahwa Belanda menjadi sangat
kaya raya karena kopi dari Indonesia? Terus kenapa VOC hancur? Begini ceunah
jawabannya : Over the next two centuries the Company acquired additional
ports as trading bases and safeguarded their interests by taking over
surrounding territory. It remained an important trading concern and paid an
18% annual dividend for almost 200 years. Weighed down by corruption in the
late 18th century, the Company went bankrupt and was formally dissolved in
1800, its possessions and the debt being taken over by the government of the
Dutch Batavian Republic. The VOC's territories became the Dutch East Indies
and were expanded over the course of the 19th century to include the whole
of the Indonesian archipelago, and in the 20th century would form Indonesia.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_East_India_Company 

Jadi Mamang tidak setuju kalau ada yang bilang KORUPSI itu berasal dari
BUDAYA LELUHUR Bangsa kita, buktinya silahkan dilihat Kampung Kabuyutan
Kanekes, Kampung Naga, adakah Korupsi disana?? Silahkan kunjungi Suku Dayak
di Kalimantan atau Suku Asmat di Papua, adakah Korupsi disana?? Mereka hidup
selalu berdampingan dengan alam, menjaga keharmonisan alam. Kacai jadi
saleuwi kadarat jadi salogak! Jangankan Korupsi pepeling karuhun/ leluhur
"Mipit Kudu Amit, Ngala Kudu Bebeja", mengambil sesuatu pun harus meminta
izin, apalagi maling/ korup sangat- sangat dilarang!!

Bagaimanakah nasib generasi muda masa depan Indonesia sekarang? Konon
katanya Mental & Budaya sangatlah penting! Seperti disampaikan Si Cepot it's
not the gun behind the man tapi the man behind the gun. Bagaimana nasib "THE
MAN" next generation Indonesia? Apakah sudah tahu dengan Purwadaksina, Purwa
~ Awalan, Daksina ~ Akhiran ya Bung Karno Our Founding Father menyebutnya
JASMERAH ~ Jangan Melupakan Sejarah, bagaimana bangsa kita dulu bangsa yang
memiliki budaya luhur, ethos semangat kerja yang tinggi! Bukan bangsa
koruptor dan bangsa yang pemalas apalagi bangsa yang hobby doping baik
melalui DRUGS ataupun dengan Produk-2 Kimiawi yang katanya "NgeJoss atau
NgeJreng"?

Generasi Muda ~ Pendidikan, bagimana sekarang nasib Pendidikan bangsa ini?
Apa yang terbayang ketika kita sekarang mengucapkan kata SEKOLAH atau
KULIAH? Mahaaaaaal kah? Ingatlah pesan leluhur dalam Amanat Galunggung Resi
Guru Darmasiksa, Sanghiang Siksa Kandang Karesian,"Harus dijaga kemungkinan
orang asing dapat merebut kabuyutan (pusat pendidikan dan kebudayaan yang
disakralkan). Bila terjadi perang, pertahankanlah kabuyutan yang disucikan
itu. Cegahlah kabuyutan jangan sampai dikuasai orang asing. Lebih berharga
kulit lasun (musang) yang berada di tempat sampah dari pada raja putra yang
tidak bisa mempertahankan kabuyutannya". Leluhur dahulu sangat peduli sekali
terhadap Kabuyutan yang merupakan pusat pendidikan dan kebudayaan yang
mengajarkan dan mendidik anak- anak dan generasi muda agar memiliki moral
luhur. Kalau Kabuyutan itu ditransformasikan ke Jaman sekarang bukankah itu
identik dengan SEKOLAH dan KAMPUS? Lalu apa yang terjadi sekarang dengan
Sekolah & Kampus? Teman Mang Kabayan membayar 200jt utk bisa masuk ke
Kedokteran di salah satu universitas, dan itu katanya murah di tempat lain
500jt?? Mang Kabayan yang baru punya anak SD pun narik napas panjang
Subhanalloh, kalau sekarang 200jt kira- kira berapa 10 - 20 tahun yang akan
datang? 1 Milyar kah? Datang pula perusahaan asuransi yang menawarkan
tabungan pendidikan anak katanya kalau anak kita mau sekolah di kedokteran
maka tabungan minimal kita sekian juta rupiah, boro- boro nabung sekian juta
rupiah untuk biaya hidup aja ngos- ngosan. Begitu juga dengan kampus- kampus
lainnya yang berlomba- lomba menaikan Biaya, yaa mungkin sekarang Kabuyutan
sudah menjadi KADURUKAN atau KAHURUAN atau Kebakaran ya terkompori untuk
berlomba- lomba menaikan biaya. 

Pemerintah apa yang dilakukan? Konon katanya biaya ABPN kita itu 1000
trilyun lebih konon kabarnya Jatah "Ceu Kokom" yang rule of thumb itu adalah
2,5% - 5%, hemm katakanlah berandai-2 seperti diberitakan dibeberapa media
mengenai kebocoran dan tercermin dari skor CPI kita kebocoran itu 2,5% - 5%
maka ada 25 - 50 Trilyun dana gentayangan? Kalau itu kebocorannya segitu
bagaimana kalau 10% berarti 100 Trilyun, bagaimana kalau 30% berarti 300
Trilyun? Subhanalloh... VOC bangkrut karena Korupsi dimana si para meneer
gubernur jendral VOC + meneer bule celup sendiri sama-2 ngambil jatah Ceu
Kokom, kalau harga kopi itu 10 maka gubjen ngambil jatah 2, kemudian si
meneer bule celup sendiri ngambil jatah 2, maka ditingkat petani harganya
menjadi 6. Petani Kopi menjadi tidak bergairah karena sudah tidak ada lagi
untungnya. Begitu juga VOC terlalu banyak mark up jadi biaya tinggi. Jadilah
bangkrut keuntungan melorooooot!! 

Yaaah seperti halnya kata Si Cepot, memperbaiki bangsa ini memang harus
dimulai dari pendidikan yang mengajarkan moral dan budaya yang baik :).
Besar harapan Mang Kabayan agar pendidikan bangsa Indonesia ini dikembalikan
ke Fitrahnya seperti halnya Kabuyutan yang disakralkan dan bahkan di gratis
kan jaman dulu mah. Sehingga generasi muda para penerus bangsa ini punya
mental baja, mental kuat untuk membangun bangsa ini. Amiiin ya Alloh ya
Robbal alamin. 

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov,
memperingatkan pada Senin bahwa setiap serangan militer terhadap Iran akan
menjadi kesalahan besar dengan konsekuensi tak terduga. Rusia sangat
menentang setiap aksi militer terhadap Republik Islam Iran, meskipun Moskow
telah mendukung sanksi PBB terhadap Iran atas program nuklirnya.

"Tidak ada solusi militer untuk masalah nuklir Iran karena tidak ada solusi
militer untuk masalah lain di dunia modern," kata Lavrov, yang telah
menjabat sebagai menteri luar negeri sejak tahun 2004 ketika ditanya tentang
laporan bahwa Israel merencanakan serangan militer terhadap Iran.

Lavrov mengatakan tidak akan ada resolusi militer untuk masalah nuklir Iran
dan mengatakan konflik di tetangga Iran, Irak dan Afghanistan, telah
menyebabkan penderitaan manusia dan tingginya jumlah korban.

Lavrov menambahkan bahwa pembicaraan antara Inggris, China, Prancis, Rusia,
Amerika Serikat, Jerman dan Iran harus dilanjutkan sesegera mungkin.

Sebuah serangan pada fasilitas nuklir Iran akan cenderung memicu tindakan
pembalasan Teheran menjadi sangat mengganggu di Teluk yang akan memutuskan
rute pengiriman dan mengganggu aliran minyak dan gas ke pasar ekspor, analis
politik menyatakan.

Iran sudah di bawah empat putaran sanksi PBB karena kekhawatiran tentang
program nuklirnya, yang dikatakan sepenuhnya untuk tujuan damai.

Sebelumnya, badan pengawas nuklir PBB, IAEA, diharapkan minggu ini
menerbitkan laporan yang paling detail pada penelitian di Iran. Tetapi Dewan
Keamanan diperkirakan tidak menjatuhkan sanksi kaku sebagai hasilnya.

Media Israel telah penuh dengan spekulasi bahwa Perdana Menteri Benjamin
Netanyahu mengamankan konsensus kabinet untuk menyerang instalasi nuklir
Iran.

Pejabat senior keamanan Rusia mengatakan tidak ada bukti jelas bahwa Iran
mencoba membuat bom nuklir.



------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke