Biar makin pabeulit dan pabaliut bin pakusut ... nambahin lagi lah... poligami, poliandri, transgender hehehe... testosteron, progesteron, dll... Arjuna dalam cerita wayang juga pernah menolak kawin sama Dewi...? lupa namanya terus akhirnya "dikutuk" jadi Banci ;)). Arjuna konon paling tampan... hehehe jaman kiwari yang tampan-2 bahkan kelewat tampan akhirnya jadi transgender seperti apa yang terjadi di Thailand, bencongna gareulis pisan hehehe. Mungkin slogan "Yang Penting Rasa-nya Bung" rada cocok buat di Thailand mah ;)).
Konon kabarnya sex ratio di dunia saat ini ternyata lebih banyak laki- laki dibanding perempuan. Begitu juga tingkat kelahiran lebih banyak laki- laki dibanding perempuan. Berikut ini infonya, "The CIA estimates that the current world wide sex ratio at birth is 107 boys to 100 girls.[3] In 2010, the global sex ratio was 986 females per 1,000 males and trended to reduce to 984 in 2011. Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Sex_ratio". Nah jadi kalo dulu poligami adalah "solusi" untuk mengatasi kebutuhan "genetik" laki-laki dimana manusia purba jaman Pithecantrophus Erectus memiliki "gen" kejantanan dimana para leader/ kepala suku selalu menguasai banyak wanita dan biasanya dilakukan dengan cara peperangan, seperti halnya dilakukan oleh Hewan. Secara konon kabarnya menurut Mang Darwin Manusia Modern sekarang adalah evolusi dari manusia purba dahulu. Gen itu rupanya masih tersisa/ masih ada di manusia modern terbukti banyak leader yang melakukan poligami sebut saja Kaisar China yang istrinya sampai ribuan, Khalifah-2 jaman dulu, Raja- raja Nusantara dulu, Presiden, Walikota, dlsb. Entah bener entah enggak yang jelas kira- kira itulah pembenaran kenapa laki- laki senang poligami ;). Seperti kita ketahui bahwa Alam selalu menciptakan keseimbangannya melalui hukum-hukumnya entah itu dikehendaki atau tidak dikehendaki manusia. Dikarenakan ada laki- laki yang ingin memiliki pasangan lebih dari satu sementara jumlah populasi wanita sudah lebih sedikit dari laki- laki maka yang terjadi adalah ada sebagian laki- laki yang tidak mendapatkan pasangan. Dengan kondisi populasi perempuan lebih sedikit dari laki- laki maka Alam akan menyeimbangkannya dengan cara ada perempuan yang "by nature" or "by force" di sharing/ bagi dengan beberapa laki- laki. Seperti halnya diramalkan dalam cerita pewayangan dimana Subadra (perempuan) harus mengurus Pandawa (lima laki- laki), mungkin istilahnya Poliandri. Berikut ini berita salah satu bentuk Poliandri yang "by nature" or "by force" or "by force of the nature", "Suami dan Mertua Saya Minta saya melayani kedua saudara ipar saya, siang malam dan kapanpun mereka mau", http://harapan-putra.blogspot.com/2011/11/suami-dan-mertua-saya-minta-saya.h tml. Apakah ini ceritanya nyata dari "DRUPADI"-nya Pandawa? Disisi lain juga ada "poliandri" dengan konsep modern "amal gairah" dimana satu perempuan bisa melayani banyak laki- laki dengan kesepakatan para pihak dan "mahar" yang disepakati para pihak ;)). Lalu kemungkinan apalagi yang Alam bisa lakukan tentunya salah satunya adalah penomena transgender dimana sebagian laki- laki "harus" berubah menjadi perempuan. Seperti contohnya dalam berita dibawah ini: "It's hard to describe. Awalnya merasa aneh, canggung, bersalah, bingung, marah dan kemudian datang ke fase dimana aku benci diriku sendiri. I hate my self so much and feel rejected. Aku mencoba bersikap normal, tapi aku tidak merasa nyaman, my body rejects. And at that time, my friends were feeling uncomfortable with me when I pretend to be normal. It's just ridiculous," ungkap artis kelahiran 30 Agustus 1987 tersebut. (kpl/ris). Sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/renaldy-artis-cilik-yang-memilih-jadi-transgend er-074300676.html. Hal menarik lainnya adalah melihat Peta Human Sex Ratio (terlampir) ternyata negara-2 Arab/ Timur Tengah, China, India & Malaysia termasuk negara dimana laki- laki lebih banyak dibanding perempuannya. Indonesia sebenernya relatively masih seimbang, mungkin karena itulah Orang Arab, Malaysia, dll senang indehoy di Indonesia salah satunya yang cukup terkenal adalah Warung Kaleng-nya Puncak Bogor. Mereka kesulitan mendapatkan perempuan dinegaranya karena secara populasi perempuan lebih sedikit dibanding laki- laki. Mungkin saja kedepan akan menjadi mahluk langka ;)). Jadi solusinya ya harus migrasi/ mencari di negara lain yang masih cukup ada perempuannya, dan "by nature" atau "by force" atau "by apapun lah penyebabnya" perempuan-2 itu harus menerimanya. It's takes two to tanggo kan? "Mutually Beneficial" begitulah kira- kira. Menurut berita di PR juga perputaran uang miliaran rupiah di Puncak Bogor akibat dari aktifitas tersebut (enclosed beritanya). Jadi mungkin ini yang disebut multiplier efffect ;). Jadi dengan kondisi saat ini dan yang akan datang dengan keadaan Alam yang "menghendaki" laki- laki lebih banyak dari perempuan apakah Poliandri atau Transgender merupakan fenomena alami? Wallohualam yang jelas memang kalau Nu Kawasa, Nu Ngersakeun, n' Nu Murbeng Alam sudah berkehendak apapun bisa terjadi. Hukum Alam sangat jelas dan masih tetap berkibar selama Alam Semesta masih ada. Contoh hukum alam nya adalah "Melak Cabe Jadi Cabe, Melak Bonteng Jadi Bonteng: Migawe Hade, Jadi Hade, Migawe Goreng, Jadi Goreng". Menanam Cabe Jadi Cabe, Menanam Timun Jadi Timun, Menanam Kebaikan Berbuah Kebaikan, Menanam Keburukan Berbuah Keburukan, Apa yang ditanam itulah yang dituai. Hukum Kekekalan Energi, Hukum Keseimbangan Alam, dlsb. Selain masalah kritis dunia yaitu Pangan, Energi, dan Air juga mungkin kedepan Population/ Sex Ratio juga akan jadi masalah ;). Nuhuuuuns, Mang Kabayan www.dkabayan.com Ti Urang, Ku Urang, Keur Balarea
