Kawiiiiiiiin euy.... tah sok rek poligami atawa poliandri? Salaku lalaki asa
ku riweuh ngabayangkeun pamajikan dibagi-2 euy xixixixixi.

Judul Buku : Drupadi: Permaisuri Pandawa yang Teguh Hati

Pengarang : Apriastuti Rahayu

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Pertama, 2006

Tebal : v + 110 halaman

Peresensi : Fahrina Galuh Larasati

Sastra Indonesia telah dikelompokkan dalam suatu babakan waktu yang dikenal
dengan istilah periodesasi. Pembabakan itu berdasarkan norma-norma umum
dalam sastra sebagai pengaruh situasi masing-masing zaman. H.B Jasin
membabakan Sastra Indonesia dalam 2 (dua) bagian, yaitu; Sastra Melayu Lama
dan Sastra Indonesia Modern. Mahabharata, salah satu contoh dari Sastra
Melayu Lama, telah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Cerita tentang
Pandawa ini rupanya telah mendapat tempat tersendiri di hati para penikmat
sastra Indonesia. Kisah yang tersaji di Mahabharata memang sangat unik,
terutama kisah kelima Pandawa yang berbagi istri, Drupadi. Melalui buku ini
pembaca diajak untuk melihat rangkaian kehidupan Pandawa dari sudut pandang
Drupadi, permaisuri pandawa yang teguh hati.

Drupadi, dewi berkulit hitam manis nan menawan lahir akibat dendam Ayahnya,
Drupada ke pada seorang sahabat yang telah berkhianat bernama Drona. Ia
adalah seorang pendamping istimewa yang rela membagi kasihnya ke pada kelima
suaminya, Pandawa. Suatu hari, Duryhodana yang iri terhadap Pandawa,
berusaha menjebak Pandawa dengan cara mengajak mereka bermain dadu. Akibat
kelicikan Sakuni yang tak lain dan tak bukan merupakan kaki tangan
Duryhodana, Pandawa pun kalah. Hingga akhirnya Pandawa dan Istrinya harus
menjalani kehidupan sebagai orang buangan selama 12 tahun dan hidup dalam
penyamaran selama 1 tahun. Penyamaran itu tidak boleh diketahui oleh
siapapun, jika penyamaran mereka terbongkar, mereka harus mengulangi hukuman
itu dari awal.

Hiduplah mereka sebagai orang buangan di hutan Dwaita. Hidup mereka penuh
dengan kesengsaraan, berpindah dari hutan satu ke hutan yang lain. Setelah
dua belas tahun menjani hidup sebagai orang buangan, tiba saatnya untuk
menyamar. Tahun ini merupakan penentuan nasib mereka. Drupadi beserta kelima
suaminya memilih menjalani masa penyamaran di kerajaan Matsya. Yudistira
menyamar sebagai brahma yang bernama Kangka. Bima memilih sebagai juru masak
bernama Balawa. Sedangkan Arjuna yang pernah dikutuk menjadi banci oleh
Urwasi , menyamar menjadi banci yang bernama Wrehanala untuk membayar
kutukan itu. Tidak ketinggalan, Nakula dan Sadewa juga akan menyamar sebagai
Grantika dan Tantipala. Begitu juga denga Drupadi yang menyamar sebagai
piƱata rambut ratu Sudesna.

Hukuman telah berakhir, namun keteguhan hati Drupadi sebagai istri Pandawa
masih terus diuji oleh Dewata. Suatu hari perang saudara pun terjadi, perang
yang diakibatkan oleh rasa iri Kurawa terhadap Pandawa ini akhirnya
dimenangkan oleh Pandawa. Selang beberapa hari setelah memenangkan
peperangan itu, Pandawa kembali ke Hastinapura. Di Hastinapura Nampak wajah
sedih Drestarasta dan Gandari, orang tua Kurawa. Kehilangan seratus anak
sekaligus pastilah berat untuk mereka, apalagi karena semuanya tewas di
tangan sepupu-sepupu mereka sendiri. Kini, Drestarasta harus menyerahkan
takhta Hastina ke pada Yudhistira. Singkatnya, Yudhistira menjadi penguasa
Hastina. Bersama keempat adiknya dan Drupadi, pendamping setia Pandawa, ia
memerintah dengan adil dan bijaksana.

Buku setebal 110 halaman ini sudah memberikan informasi yang cukup banyak
mengenai kehidupan Drupadi sebagai istri kelima Pandawa. Walaupun, tergolong
dalam sastra melayu lama, buku ini disajikan secara ringan oleh Apriastuti
Rahayu. Bahasa yang digunakan jauh lebih mudah untuk dicerna dibandingkan
dengan karya sastra melayu lama pada umumnya. Namun, bagi pembaca yang sudah
pernah membaca kisah Mahabharata versi asli akan merasa kisah dalam buku ini
kurang lengkap.

Begitulah Drupadi, pendamping istimewa kelima Pandawa. Sumber kekuatan bagi
Pandawa dalam suka maupun duka ini telah membuktikan bahwa Ia adalah
permaisuri yang benar-benar teguh hatinya. Bagi para pecinta sastra
Indonesia, tidak ada salahnya untuk mengoleksi buku ini. Selain dapat
menambah referensi sastra melayu lama, pembaca juga akan diajak untuk
memahami kisah Mahabharata dari sudut pandang yang berbeda.

Sumber:
http://fatchulfkip.wordpress.com/2009/01/04/satu-istri-untuk-lima-suami/



------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke