Kalau mau diambil sisi positif nya mah... rupina walaupun bangsa kita ini
walaupun suka meniru tapi tidak meniru 100% lah hehehe... tapi ada yang
dikembangkan & dimodifikasi n' hasilnya juga lumayan menarik tidak kalah
dengan aslinya.

 

Contoh weh dalam pawayangan versi Sunda... kalo menurut pengamatan Mamang
mah Arjuna teh justru tokoh Pandawa yang sering dikisahkan banyak errornya
hehehe... dia lebih mudah dihasut oleh Dorna sang pemuka agama yang
oportunis ;). Diceritakan misalnya Dorna ingin menyelamatkan Astina dimana
salah satu syaratnya adalah Kepala Semar harus dipenggal dan dikubur hehehe.
Arjuna langsung percaya dan menyetujuinya dan ikut membantu Dorna. Semar
ternyata bukan sembarangan wayang dia titisan Dewa Paling Sakti sejagat
raya. Nah pada saat kepepet Semar menunjukan kualitas aslinya dan
mengalahkan musuh-2nya ;).

 

Hikmah yang bisa diambil mungkin ya... Semar adalah representasi manusia
biasa/ rakyat jelata, begitu juga Cepot, Dawala, dan Gareng. Dalam Versi
Sunda tidak hanya Golongan Elit / Raja-2 dan Ksatria saja yang diceritakan
tetapi kehidupan rakyat jelata juga diceritakan. Ini luar biasa betapa
sebenernya Urang Sunda cukup populis dan tidak feodal. Begitu juga wayangnya
adalah wayang golek yang bisa diraba dan dilihat langsung jadi ya nyata-2
saja begitu. Di Cirebon malah ada wayang orang... yang mana orang terlibat
langsung dalam proses pewayangannya jadi tidak hanya bersifat siloka/
bayang-2 saja.

 

Saking kreatiP-nya Wayang Sunda Versi Asep Sunandar Sunarya terutama... ada
bagian tertentu ketika misalnya Cepot sedang bercerita tentang kemanusiaan,
pemahaman agama, dlsb... tiba-2 Si Cepot memarahi Dalangnya yaitu Asep
Sunandar Sunarya yang dimarahi oleh si Cepot. Katanya hey dalang kamu bisa
aja ngomong menasehati orang lain sementara kamu sendiri tidak
melaksanakannya. Sepertinya di India mungkin ngak akan terjadi tiba-2 tokoh
arjuna misalnya memarahi sang penulis cerita wayang hehehe. 

 

Brikut kritik sosial TKW di Arab Saudi tokoh baru yang dibuat namanya Bi
Emban di Wayang Ala Asep Sunandar Sunarya:
http://www.youtube.com/watch?v=72Upxv89rSI
<http://www.youtube.com/watch?v=72Upxv89rSI&feature=related>
&feature=related .

Dalang Wayang Golek Inovatif

Asep Sunandar Sunarya Asep, yang lebih dikenal dengan panggilan Asep
Sunarya, dalang wayang golek yang menciptakan si Cepot. Wayang yang rahang
bawahnya bisa digerak-gerakkan jika berbicara, juga dapat merentangkan busur
dan melepaskan anak panah, tanpa bantuan tangan dalang. Dengan karyanya itu,
dia pantas disebut sebagai pendobrak jagat wayang golek di Indonesia.

Selain si Cepot, wayang denawa atau raksasa juga dibuat sedemikian rupa,
sehingga otak kepalanya bisa terburai berantakan ketika dihantam gada
lawannya.

Asep SBY

Dia dipuji dan juga dikritik dengan karya terobosannya itu. Namun, kritikan
itu makin emacu semangat dan kreativitasnya. Keuletannya membuahkan hasil,
namanya semakin populer. Terutama setelah Asep meraih juara dalang pinilih I
Jawa Barat pada 1978 dan 1982. Kemudian paada 1985, ia meraih juara umum
dalang tingkat Jawa Barat dan memboyong Bokor Kencana.

Pengakuan atas kehandalan dan kreativitasnya mendalang, bukan saja datang
dari masyarakat Jawa Barat dan Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Dia
pernah menjadi dosen luar biasa di Institut International De La Marionnete
di Charleville Prancis. Dari institut itu dia mendapat gelar profesor.

Asep Sunarya lahir 3 September 1955 di Kampung Jelengkong, Kecamatan
Baleendah, 25 km arah selatan Kota Bandung. Bernama kecil Sukana, anak
ketujuh dari tiga belas bersaudara keluarga Abah Sunarya yang dikenal
sebagai dalang legendaris di tanah Pasundan.

Sejak kecil, terutama sesudah remaja, ia sudah berambisi menjadi dalang.
Makanya, setamat SMP, ia mengikuti pendidikan pedalangan di RRI Bandung.
Meski ayahnya seorang dalang legendaris di kampungnya, Asep memilih belajar
dalang dari Cecep Supriadi di Karawang.

Berbeda dengan pendahulunya yang mendalang tempat-tempat tertentu saja, Asep
justru tekun mensosialisasikan wayang golek yang inovatif ke kampus-kampus,
hotel-hotel, gedung-gedung mewah dan televisi. Upayanya membuahkan hasil.
Wayang golek populer di berbagai tempat. Penampilannya yang selalu menarik
perhatian mengundang decak kagum penonton baik anak muda maupun orang tua.

Popularitas dalang yang telah menikah lima kali dan mempunyai sembilan anak
ini pun semakin tinggi. Tidak saja dia diundang pentas mendalang di dalam
negeri, tetapi juga di berbagai kota di Benua Asia, Amerika dan Eropa.

Asep

Nama:
Asep Sunandar Sunarya
Nama Populer:
Asep Sunarya
Nama Kecil:
Sukana
Lahir:
Kampung Jelengkong, Kecamatan Baleendah, Jawa Barat, 3 September 1955
Ayah:
Abah Sunarya

Pendidikan:
Pendidikan pedalangan di RRI Bandung

Profesi:
- Dalang wayang Golek

Karya,al:
- Wayang golek si Cepot
- Wayang Denawa

Prestasi:
- Juara dalang pinilih I Jawa Barat pada 1978 dan 1982
- Juara umum dalang tingkat Jawa Barat dan memboyong Bokor Kencana pada 1985

Kegiatan Lain:
Guru Besar luar biasa di Institut International De La Marionnete di
Charleville Prancis

Sumber : http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/asep-sunarya/index.shtm

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Rayi Groups
Sent: 24 Nopember 2011 12:07
To: [email protected]
Subject: RE: [Senyum-ITB] Satu Istri Untuk Lima Suami

 

  

Saya pernah membaca Mahabharata komik R.A. Kosasih dan membaca juga dalam
bentuk novel karya Nyoman S. Pendit. Pasti ceritanya jadi beda dikit ya.

 

Mengenai poliandri, memang dahsyat, karena itu menunjukkan konsistensi dari
janji kaum ksatria. Pada saat mereka berlima mengembara setelah kabur dari
percobaan pembunuhan (rumahnya dibakar) oleh Kurawa, mereka berjanji akan
selalu membagi apapun yang didapat secara adil dan rata. Terakhir, Arjuna
menyamar jadi pendeta hindu dan ikut lomba memperebutkan drupadi. Di tempat
itu pula Arjuna beremu dengan saudara kandungnya Aradea yang kemudian
diangkat menjadi Adipati oleh Kurawa dan berganti nama menjadi Adipati
Karna. Alhasil, Arjuna mendapatkan drupadi dan sesuai janji, apapun yang
diperoleh dibagi berlima. Jadi-lah drupadi menjadi istri Pandawa berlima. 

 

Kalau baca komik RA Kosasih, karena alasan etika (kayaknya), kita tidak akan
membaca kalau Drupadi itu istri berlima. Di situ tertulis Drupadi adalah
istri Yudistira, tapi menaruh hati pada Arjuna

 

Salam, selamat membaca

 

Rayi - AR84

 

 

Kirim email ke