Mantaf Kang Herry, syukur Alhamdulillah pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olah Raga punya kepedulian terhadap masalah sosial dan kemasyarakatan. Saya berharap kepedulian ini jangan sampai ada "SENSE POLITIK". Pengalaman saya ikut gabung dalam pengelolaan lembaga pendidikan, pada saat penggalangan dana untuk pembangunan fasilitas asrama bagi pelajar putra dan putri, ada salah satu tokoh penting di Pemerintahan membantu, namun bantuan tersebut harus berdampak terhadap perolehan suara jika menjelang PAMALU. Untuk hal itu kami segenap pengurus membatalkan penerimaan dana tersebut...............dan kami MERDEKA menerima dana dari siapapun juga untuk kemajuan dan kemaslahatan ummat tapi tidak diikat oleh suatu komitmen apapun..........
Ya siapa lagi lembaga pemerintah yang punya kepedulian seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga................ada lagi yang menyusul??? Brabo Kang Heryy!!! From: gongmedia cakrawala <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 29 Nov 2011 22:27:27 +0800 (SGT) To: Cendekia Banten<[email protected]>; wong banten<[email protected]>; rumah dunia<[email protected]>; pembacakompas forum<[email protected]>; IndonesiaBErprestasi XL IBA<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [WongBanten] Kemenpora menyumbang 2 Milyar ke Rumah Dunia CITA-CITA GOL A GONG INGIN MEMBANGUN GELANGGANG REMAJA TERKABUL Sejak SMA (1980), Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia, pusat belajar masyarakat di Kampung Ciloang, Serang Banten, memimpikan memiliki gelanggang remaja seperti di Bulungan, Jakarta, atau di Jalan Merdeka, Bandung. “Rasanya bahagia melihat para pemuda bisa menyalurkan bakatnya di sebuah tempat berama gelanggang remaja,” Gong menerawang. Setelah berhasil membebaskan tanah seluas 3000 m2 dengan cara menggalang dana di milis-milis, facebook dan twitter, kini Kemenpora membantu mengucurkan dana hibah sebesar Rp. 2,042,000,000,- (Dua Milyar Empat Puluh Dua Juta Rupiah). “Peruntukannya untuk membangun sarana gedung,” kata Dr. R.Sihadi Darmo Wihardjo, Staf Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Di atas tanah iu akan dibangun gedung kesenian, lapangan basket, perpustakaan tertutup, kantor Gong Publishing, ruang-ruang kelas untuk kelas menulis, bengkel untuk menyablon, percetakan, cafe untuk meeting point, show room buku." Gong tidak menyangka, jika hal ini bisa terjadi. Pada Selasa 29 November 2011, sekitar pukul 11:30 WIB, di lantai 7, ruang Deputi Bidang Kemitraan, Kemenpora, Gedung Grha Pemuda, Jakarta, menandatangi pencairan dana itu. “Kegiatannya Berupa Bantuan Pembangunan Sentra Pemberdayaan Pemuda,” tambah Sihadi. “Saya gemetar, dua milyar,” aku Gong. “Sungguh, semua serba dimudahkan,” tambah Gong. "Setelah selesai penandatangan, saya menelepon Emak di rumah. Saya kabarkan kebahagiaan ini. Emak menangis! Emak bilang, biarlah Banten melupakanmu, tapi Indonesia tidak tidur!" Lebih menggembirakan lagi, Sihadi menjelaskan, bahwa karakter Rumah Dunia tidak akan dihilangkan. “Back ground saya penulis, maka nanti akan focus ke Penerbitan. Rumah Dunia nangti akan jadi pabrik kata-kata. Ada produk buku, kaos kata-kata, Koran atau tabloid. Gong Publishing yang akan dikuatkan. Nanti akan merekrut potensi pemuda di lingkungan Ciloang untuk berbagai posisi di penerbitan, misalnya distribusi, sirkulasi, lay outer, editor, dll. Pokoknya, Gong Publishing akan jadi perusahaan besar! Doakan!” Sihadi menegaskan, bahwa ada 7 titik yang akan dibangun kompleks integrasi berupa fasilitas pelayanan. “Tidak patronik, harus sama sesuai dengan keinginan kami. Tidak begitu. Rumah Dunia dengan latar belakang kepenulisan, itulah yang akan kami maksimalkan!” Intinya, kegiatan ini berangkat dari natural problem, objektif dan realistis. “Rumah Dunia diharapkan sebagai laboratorium berprosesnya potensi pemuda yang ada di lingkungan Rumah Dunia.”.
