Kuring mah henteu ngakhususkeun ka salaha sahiji Ahlul Bait Kuring mikacinta kasakabeh ahlulbait kaasup Husein ra., para sahabat-sahabat Nabi kaasup Kulafaurasyidin, Ulama-ulama Tabiin, Tabiut-Tabiin, jeung jalma-jalma anu aya di manhaj Ahlussunnah Waljamaah. Merdeka !!!
Dari: Mohammad zen <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Dikirim: Selasa, 6 Desember 2011 15:15 Judul: [kisunda] 10 Muharam ( Asyura Huseina) Punten ku bAsa Indonesia Ya.. Husaina... Cucu nabi Husein as, putra dari amirulmukminin wali Allah ahli ghadir khum, putra dari alkautsar Fatimah Zahra, saudara Dari Imam Hasan as, salah satu anggota Ahli Kisa yang di dalam Ayat Al-Ahzab 33 disebutkan bahwa ahli kisa adalah suci dan Allah Swt sendiri yang mensucikan, dan termasuk di dalam anggota keluarga ahli sabar seperti yang disebutkan dalam surat Thaha 132, dan termasuk dari keluarga nabi yang kita diwajibkan oleh Allah di dalam ayat alquran untuk bersalawat kepada nabi dan keluarganya,’innallaha wa malaikatahu yushalluna alannabi yaa ayyuhalladzina amanuu shalli alaihi wasallimu tasliima (Alahzab 56).. di termasuk anggota yang disebutkan dalam ayat alquran sebagai anak-anak kami dalam bermubahalah dengan kaum najran (Ali Imran 61). Dan termasuk anggota dalam surat addahar/alinsan :5-22., dan beberapa ayat lainnya. HUsein juga termasuk anggota dzawil qurba (Ali, Fatimah, Hasan HUsein) yang diwajibkan oleh Allah untuk mencintai mereka dalam surat Asyuara:23. قل لا اسألكم عليه أجراً الا المودة في القربى (Katakanlah Aku tidak meminta upah sedikitpun dari kalian atas seruanku ini kecuali kecintaan pada Al-Qurba (keluargaku). Zamakhsyari di dalam tafsir alkasyaf menuliskan sebuah riwayat dari Ibn Abbas , Ya Rasulullah siapakah yang wajib atas kami mencintai Al-Qurba : RAsul menjawab : Ali, Fatimah, dan kedua anaknya. Bahkan di dalam musnad ibn hanbal , fakhrurrazi dalim tafsir al-kabir , dan alusi dalam ruhul ma’ani, serta tafsir lainnya mengatakan serupa. Kewajiban mencintai adalah suatu perintah yang langsung datang dari Tuhannya, sungguh cinta melazimkan ittiba dan ittiba melazimkan ketaatan. Katakanlah jikalau kalian mencintai Allah maka ikutilah aku niscaya Allah mencintaimu ( Annisa 21) Sesungguhnya Tuhanmu Adalah Maha Rahman maka ikutilah dan taatlah kepada perintahku ( Annur : 53) Sudah merupakan suatu keniscayaan ketaatan kepada Imam Husein adalah suatu kewajiban, tetapi apakah yang telah dilakukan oleh Orang-orang Zalim, Zayid, Muawiyah, Ibn Ziyad, Ibn Saad, Syimr dan para pasukan zalim laiinya, apakah balasan mereka ???? Apakah membunuh dan memenggal kepada sang Ahlulkisa adalah balasan dari mereka Apaah balasan mereka adalah menggiring para wanita dan keluarga nabi lainnya menjadi tawanan dari karbala, ke kufah dank e negeri syam??? Apakah kita hanya menutup mata dengan kenyataan sejarah ini yaa Akhi... Al-Husein as mau disadari atau tidak menjadi penerang dan jalan petunjuk bagi setiap manusia, kejadian Karbala bagaikan api di dada orang-orang beriman. Asyura tidak mengenal tempat dan zaman, diseluruh dunia memperingati dan merekamnya, di Eropa, di afrika, di Amerika, di timur tengah dan di Asia, seluruhnya turun mengenang dan merekam perjuangan Al-HUsein dalam melawan kezaliman. Rasul Bersabda : An min HUsein wa husein minni ( saya dari husein dan husein dariku)Ahabballahu man ahabba HUseina ( Allah mencintai orang yang mencintai huseinku) (Sunan ibn Majah 1:56, musnad ibn Hanbal 4:172, Mustadrak alhakim : 3:177. Itulah sabda rasul , yang berarti Islam ada dengan diutusnya rasulullah saw dan abadi dengan Alhusein as dengan kejadian Karbala.. Rasul saw pun bersabda : Husein Misbahul huda wa safinatunnaja... HUsein adalah pelita penerang bagi orang-orang yang tidak tahu dan tidur, sungguh Husein adalah penerang dan pembeda antara haq dan bathil, dengan Alhusein, maka seluruh manusia tahu akan Hak Ahlulbait nabi yang selama ini sudah ditinggalkan, dengan karbala, sungguh orang2 orang akan ertanya kenapa cucu nabi terpenggal kepadala. Dan Alhusein adalah perahu penyelamat... siapa yang memasukinya selamat siapa yang keluar darinya tenggelam... sang penerus Al-Husein adalah para awak2 kapal Al-HUsein yang berlayar menuju dzhuhurnya Imam Zaman as.. Rasul bersabda di dalam sair ‘alam nubala :3 : 190 : Man arada An Yandzuru ila sayyid Syabab ahli Jannah Falyandzur ila husein ibn ali Barang siapa yang ingin melihat tuan pemuda ahli jannah maka lihatlah HUsein ibn Ali Ya HUseina... Zen
