punten mun ripos gan,

---
http://nasional.kompas.com/read/2009/01/12/21434692/pantun.melayu.sunda.didokumentasikan.
Pantun Melayu Sunda Didokumentasikan

*BANDUNG, SENIN--*Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat
mendokumentasikan 1.313 pantun Melayu Betawi dalam buku berjudul *Pantun
Melayu Sunda* di awal Januari 2009. Tujuannya melestarikan budaya dan karya
sastra S unda sekaligus melindungi karya sastra Indonesia dari klaim negara
lain.

Menurut Penanggungjawab proyek, Wiana Sundari, Senin (12/1) di Bandung,
latar belakang pembuatan buku terkait eratnya hubungan pantun M elayu
Betawi dalam kehidupan sebagian masyarakat Jabar, seperti Bekasi, Depok,
dan Bogor. Pantun Melayu Betawi yang masih sering dibawakan itu memuat
banyak pesan positif yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Beberapa waktu terakhir, pantun Melayu Betawi bahkan sering dilombakan di
Bekasi, Depok, dan Bogor. Pesertanya bertambah banyak dan kebanyakan anak
muda yang membawakan pantun lama dan baru, kata Wiana yang juga menjabat
sebagai Kepala Sub Dinas Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Jabar.

Oleh karena dalam tiga bulan terakhir, dibantu ahli pantun Melayu Betawi
seperti Maman Mahayana dari Universitas Indonesia, Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Jabar bergerak membuat bukunya. Diharapkan, dalam bentuk buku,
masyarakat mempunyai dokumentasi tertulis sehingga pantun bisa lestari dan
diapresiasi setiap saat. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Jawa Barat
No 5 Tahun 2003 tentang Pemulihan Bahasa dan Sastra Daerah.

Pencarian data dilakukan baik melalui studi literatur atau mencari pantun
yang masih disajikan lisan oleh masyarakat, katanya.

Ia mengakui, dokumentasi buku itu belum bisa menampung semua pantun Melayu
Betawi yang berkembang di masyarakat. Keterbatasan waktu dan data masih
menjadi kendala. Namun, hal itu akan diperbaiki dalam rencana penerbitan
buku pantun melayu sunda selanjutnya.

Selain bertujuan melestarikan karya sastra sunda, penerbitan buku pantun
Melayu Betawi ini juga mencegah munculnya potensi klaim salah satu negara
tetangga Indonesia tentang karya sastra Sunda, khususnya pantun Melayu
Betawi . Ia mengatakan, saat ini, negara tetangga itu dalam tahap
menerbitkan buku mengenai pantun.

Setelah buku *Pantun Melayu Betawi* diterbitkan, Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Jabar akan langsung didaftarkan ISBN atau angka buku berstandar
internasional. Dengan begitu dokumentasi buku yang sudah ada tidak bisa
diklaim menjadi milik pihak lain, katanya.

Sebelumnya, dengan tujuan memperkaya khazanah pengobatan, melestarikan
bahasa, dan aksara Sunda , Universitas Padjadjaran berencana membuat kamus
kesehatan berbahasa Sunda.

Menurut Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia, ide berawal dari
banyaknya istilah kesehatan dalam bahasa Sunda belum terdata baik. Padahal,
hal ini tentu menjadi sumber pengetahuan baru bagi tenaga dokter atau
tenaga kesehatan lainnya. Perannya sebagai alat d iagnosa keluhan pasien,
khusus masyarakat berbahasa sunda, sangat besar.(CHE)

-- 
d-: dudi herlianto :-q
paciringan.wordpress.com
kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk

Kirim email ke