sampurasun... mangga dikomentaran :-)
Manusia tidak Menjadi Ukuran Kebenaran dan Kepalsuan TATKALA sedang berlangsung Perang Jamal, seorang prajurit terheran-heran melihat betapa para sahabat Nabi yang pada waktu lalu telah berjuang tanpa pamrih untuk Islam, sekarang saling membunuh. Ia mendatangi `Alî bin Abî Thâlib lalu bertanya, "Apakah mungkin Thalhah dan Zubair serta `Â'isyah berkumpul bersama-sama untuk memperjuangkan kepalsuan? Apakah hal itu mungkin terjadi?" Alî menjawab: "Anda tertipu. Kebenaran dan kepalsuan tidak akan diketahui dari ukuran kekuatan dari pribadi orang. Tidaklah benar bila Anda menetapkan kebenaran berdasarkan tindakan pribadi tersebut. Ini benar, karena sesuai dengan tinda¬kannya, dan itu salah, karena tidak sesuai dengan tindakannya. Tidak, manusia tidak boleh menjadi ukuran kebenaran dan kepalsuan. Kebenaranlah yang harus menjadi tolok ukur bagi orang dan pribadi." (cuplikan buku Saqifah karya O.Hashem, bagian akhir bab 01 pengantar) klik....http://downloadbukusyiah.blogspot.com/2011/03/saqifah-bani-saidah-suksesi-pasca.html
