Teu rurumpaheun ngaluuhan KIBS 2, Kang Jalak?

2011/12/20 <[email protected]>

> **
>
>
> ** Sanggeus topik kawin mut'ah jadi antiklimaks yeuh bosen macaan surelek
> shiah.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Sp Saprudin <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 20 Dec 2011 16:39:24 +0800 (SGT)
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Bls: [kisunda] Trs: Manusia tidak Menjadi Ukuran Kebenaran dan
> Kepalsuan
>
>
>
> Akh tunduh syiah deui, syiah deui......
>  until your head bald, written in any form remains inconsequential. why?
> the reason is a different sources!!
>
>   *Dari:* ahsa <[email protected]>
> *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Dikirim:* Selasa, 20 Desember 2011 15:06
> *Judul:* [kisunda] Trs: Manusia tidak Menjadi Ukuran Kebenaran dan
> Kepalsuan
>
>
> sampurasun...
> mangga dikomentaran :-)
>
> Manusia tidak Menjadi Ukuran Kebenaran dan Kepalsuan
>
> TATKALA sedang berlangsung Perang Jamal, seorang prajurit terheran-heran
> melihat betapa para sahabat Nabi yang pada waktu lalu telah berjuang tanpa
> pamrih untuk Islam, sekarang saling membunuh.
>
> Ia mendatangi `Alî bin Abî Thâlib lalu bertanya, "Apakah mungkin Thalhah
> dan Zubair serta `Â'isyah berkumpul bersama-sama untuk memperjuangkan
> kepalsuan? Apakah hal itu mungkin terjadi?"
>
> Alî menjawab: "Anda tertipu. Kebenaran dan kepalsuan tidak akan diketahui
> dari ukuran kekuatan dari pribadi orang. Tidaklah benar bila Anda
> menetapkan kebenaran berdasarkan tindakan pribadi tersebut. Ini benar,
> karena sesuai dengan tinda¬kannya, dan itu salah, karena tidak sesuai
> dengan tindakannya. Tidak, manusia tidak boleh menjadi ukuran kebenaran dan
> kepalsuan. Kebenaranlah yang harus menjadi tolok ukur bagi orang dan
> pribadi."  (cuplikan buku Saqifah karya O.Hashem, bagian akhir bab 01
> pengantar) klik....
> http://downloadbukusyiah.blogspot.com/2011/03/saqifah-bani-saidah-suksesi-pasca.html
>

Kirim email ke