Haddddeuh kunaon deui cenah?????? 
www.bioeti.com 
Powered by Telkomsel BlackBerry®mun mayar nyambung mun teu mayar ngaleos

-----Original Message-----
From: "Waluya" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 21 Dec 2011 10:26:34 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Fwd: Awewe teu meunang nyekel cau?

Ulama Larang Wanita Raba Pisang

http://www.tempo.co/read/news/2011/12/11/121371038/Ulama-Larang-Wanita-Raba-Pisang

TEMPO.CO, London - Seorang ulama muslim di Eropa mengatakan wanita seharusnya 
tidak mendekati ataupun memegang pisang atau ketimun. Alasannya, agar kaum hawa 
tidak punya pikiran kotor alias ngeres.

Seperti dikutip el-Sawsana, sheikh yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan 
jika wanita ingin memakan pisang atau ketimun harus ada pihak ketiga yang 
memotong-motong dan menyajikan buah tersebut dalam bentuk sudah 
terpotong-potong. Pihak ketiga yang menyajikan dan memotong buah itu dianjurkan 
seorang pria.

Menurut ulama tersebut, buah-buahan dan sayuran tersebut menyerupai penis pria 
dan bisa merangsang wanita untuk memikirkan soal seks. Berita tersebut 
dilaporkan situs berita di Mesir, Bikya Masr.

Sang ulama juga memasukkan wortel dalam daftar makanan yang dianjurkan tidak 
didekati kaum hawa.

Dalam situs Bikya Masr, ulama tersebut ditanya bagaimana mencegah wanita 
mendekati pisang dan ketimun saat mereka berbelanja di pasar dan apakah 
memegang buah-buahan dan sayur-sayuran seperti itu di pasar dilarang untuk kaum 
perempuan. Ulama itu menjawab, hal tersebut adalah masalah antara sang wanita 
dan Allah SWT.

Ketika ditanya bagaimana jika wanita tersebut menyukai jenis makanan tersebut, 
sang sheikh menganjurkan pewawancara untuk mengambil makanan itu dan 
memotong-motongnya untuk kaum hawa di tempat tersembunyi.

Pendapat ulama itu langsung menuai protes dari sejumlah warga muslim lain. 
Salah seorang pembaca mengatakan ulama tersebut mencoreng Islam. Bahkan ada 
pembaca yang menilai ulama tersebut seharusnya menanggalkan posisinya.

Pembaca lain menyebut sheikh itu hanya mencari pamor. Hingga saat ini belum ada 
respons dari ulama lain terkait dengan komentar tersebut.

DAILYMAIL| KODRAT 





Kirim email ke