Revolusi Kecil yang Membawa Hasil Besar
Oleh *Redaksi Indonesia*
Dibuat *24 Desember 2011 9:19*
 [image: image/jpeg icon]Revolusi
kecilku<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/article/2011/12/revolusi.jpg>

*Tahun 2011 ditandai revolusi besar. Dunia Arab menjadi berita utama
sehari-hari. Apa yang tidak diberitakan adalah revolusi pribadi kecil yang
membawa perubahan dengan cara mereka sendiri. Radio Nederland Wereldomroep
menyorot orang-orang tersebut dalam seri akhir tahun: Revolusi Kecilku.
*
Pada bagian pertama seri, Anda bisa membagikan cerita Anda. Baru-baru ini
melalui Facebook, Radio Nederland mengundang Anda untuk membagi cerita
revolusi pribadi. Banyak reaksi yang sangat menarik berdatangan terutama
dari Indonesia dan Amerika Latin.

Revolusi dalam rangka meningkatkan pendidikan, membangun rumah, membantu
memecahkan masalah para pemuda atau sekedar menciptakan ketenangan dalam
pikiran kita.

*Penghargaan tak diduga*
Bagi 
Hamdan<http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/toleransi-tulus-dari-desa-pedalaman>
[1] di Yogyakarta, revolusi kecilnya pada tahun 2011 adalah berusaha
mendekatkan pelbagai agama yang berbeda. Hamdan adalah seorang Muslim yang
magang di sebuah pulau Indonesia timur. Kebanyakan penduduk pulau itu
memeluk agama Kristen.

Ia takut bahwa penduduk setempat menjauhinya karena agamanya.

Tapi ia disambut dengan hangat dan diberikan kesempatan untuk makan dan
sembahyang sesuai ajaran Islam. "Orang Kristen berbeda dengan apa yang saya
pelajari di rumah: mereka menghargai kepercayaan saya dan suka membantu,"
kata Hamdan.

Revolusi kecil Hamdan adalah untuk membagikan pengalamannya dalam seminar
dan lokakarya. "Saya sekarang percaya bahwa umat beragama bisa hidup rukun
berdampingan."

*Kecanduan pegunungan*
Revolusi juga bisa berarti membangun masa depan baru. Kadang-kadang dalam
harafiah: Andrés Ferrer Ferrero di Uruguay mengirim foto sekelompok orang
yang membangun rumah mereka secara gotong-royong di pusat Montevideo lama.

Dia ikut membantu dan berpartisipasi. Bagi Andrés ini juga merupakan sebuah
revolusi: "Karena dengan membangun rumah baru bagi setiap orang, kota kita
akan menjadi lebih indah dan lebih baik."

Naelil 
Marom<http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/semoga-revolusi-kecilku-dapat-mengubah-dunia>
[2] membawa revolusi kecil di desa Cikadu, Indonesia. Banyak pemuda di desa
Cikadu yang miskin, pengangguran, pecandu dan menyebabkan masalah. Naelil
mengundang beberapa pemuda tersebut untuk berpartisipasi dalam hobinya
yaitu mendaki gunung.

Dari sebuah organisasi pemuda, mereka mendapat subsidi untuk membeli
peralatan mendaki. Bagi Naelil ini merupakan revolusinya. "Mungkin saya
tidak bisa membantu semua pecandu, tetapi sekarang beberapa pemuda sudah
tidak lagi menyandu dan malah kecanduan pada hobi yang sehat yaitu mendaki
gunung," katanya.

*Memajukan pendidikan*
Di tempat lain di Indonesia, Amien sudah lama punya mimpi untuk mendirikan
sekolah sendiri di pulau Ternate, di mana anak-anak dapat belajar bahasa
Inggris. Belum ada sekolah yang menyediakan kesempatan ini di pulau
Ternate.

Tahun lalu Amien dan pacarnya Nissa memulai langkah pertama. Sekarang
mereka sudah memberikan pelajaran bahasa Inggris beberapa kali seminggu
kepada tiga puluh anak.

"Saya harus melakukan perjalanan panjang, tetapi saya melakukannya dengan
senang hati," kata Amien. "Saya bisa membagikan kegemaran saya dan semoga
dengan pengetahuan bahasa Inggris, dunia akan terbuka bagi anak-anak
tersebut nantinya."

Pedro Fernando Salamanca Lara melakukan revolusi "klasik" di Kolombia
menentang privatisasi pendidikan. "Revolusi kecil saya adalah berjuang bagi
pendidikan yang lebih baik di negara saya. Perjuangan diwarnai dengan
minggu-minggu penuh demonstrasi dan perdebatan," kata Pedro.

Setelah beberapa bulan melancarkan aksi dan mogok, pemerintah menarik
rencana privatisasi. "Ini merupakan kemenangan kami, tapi perjuangan bagi
pendidikan yang lebih baik tetap berjalan."

*"Saya merasa hidup"*
Beberapa perjuangan tidak terlihat oleh orang lain, karena ini terjadi di
pikiran seseorang. "Revolusi 2011 adalah kecil, selangkah demi selangkah,
tapi pada saat yang sama mempunyai arti yang besar," tulis Daniela Scarafia
dari Argentina.

"Saya mencemaskan orang tua, kakak perempuan dan lima keponakan saya. Tapi
tahun ini, pada umur yang ke-36, saya bertekad tidak akan menjadikan
masalah orang lain masalah saya. Saya ingin merasa bahwa saya hidup,"
tambahnya.

Foto api unggun kirimannya memberi ilustrasi revolusi Daniela. "Ini seperti
api dalam diri saya yang menyala dan memampukan saya untuk menjalani hidup
saya sendiri."

Riza Nur 
Fikri<http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/menggapai-impian-dengan-modem-perjuangan>
[3] ingin seperti orang muda lainnya yang aktif di internet dan Facebook.
Tapi desanya yang terletak di Jawa tidak ada warung internet. Dia memiliki
telepon genggam tapi tidak bisa membayar modem. Karena itu setiap bulan dia
menabung beberapa ratus sampai dua ribu rupiah selama satu tahun.

Dengan uang itu dia berkeinginan membeli modem. Sebuah revolusi kecil dalam
hidupnya. Sekarang dia telah mempunyai kontak dengan dunia dan aktif di
Facebook. "Karena internet saya bisa lebih banyak belajar dan tahu tentang
dunia," tulisnya.

*Dan pemenangnya adalah...*
Ini hanyalah beberapa dari pelbagai reaksi yang kami terima mengenai
revolusi kecil di dunia. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas reaksi
yang sudah masuk. Dari semua, kami telah memilih satu pemenang.

Hadiah IPod dimenangkan oleh pendaki gunung Naelil Marom dari Indonesia!
Selamat bagi pemenang!



   - [image: image/jpeg
icon]ary_hana_-_banda_naira1.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/12/ary_hana_-_banda_naira1.jpg>
   - [image: image/jpeg icon]Hamdan dan
Yogyakarta<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/12/2.hamdan_-_yogyakarta.jpg>
   - [image: image/jpeg icon]Naelil Marom dari
Pemalang<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/12/4.naelil_marom_-_pemalang.jpg>
   - [image: image/jpeg icon]Riza Nur Fikri dari
Cepu<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/12/5._riza_nur_fikri_-_cepu.jpg>
   - [image: image/jpeg
icon]3._harjito_sangaji_-_biopori.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/12/3._harjito_sangaji_-_biopori.jpg>

<< >>
 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/revolusi-kecil-yang-membawa-hasil-besar
 *Links:*
[1]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/toleransi-tulus-dari-desa-pedalaman
[2]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/semoga-revolusi-kecilku-dapat-mengubah-dunia
[3]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/menggapai-impian-dengan-modem-perjuangan
 *Images:*
[i1] Revolusi kecilku --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/article/2011/12/revolusi.jpg
[i2]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/12/ary_hana_-_banda_naira1.jpg
[i3] Hamdan dan Yogyakarta --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/12/2.hamdan_-_yogyakarta.jpg
[i4] Naelil Marom dari Pemalang --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/12/4.naelil_marom_-_pemalang.jpg
[i5] Riza Nur Fikri dari Cepu --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/12/5._riza_nur_fikri_-_cepu.jpg
[i6]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/12/3._harjito_sangaji_-_biopori.jpg

Kirim email ke