Buang Makanan Adalah Pemborosan Lingkungan Hidup
Oleh *Yanti Mualim*
Dibuat *29 Desember 2011 8:35*
 [image: image/jpeg icon]Christmas
desserts<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/article/2011/12/kerst-ok.jpg>

*Sama dengan negara-negara Eropa lain, di Belanda pun menjelang Natal dan
tahun baru, etalase toko tertata indah dengan barang-barang mewah yang
menggoda untuk dibeli. Tidak jarang konsumen membeli sesuatu yang tidak
dibutuhkannya, atau mengeluarkan uang lebih dari kemampuan. *

Bukan itu saja, pasar swalayan pun menggelitik nafsu beli para konsumen.
Sudah sejak pertengahan Desember, banyak pasar swalayan di Belanda
membagi-bagikan resep baru untuk santapan pesta Natal dan tahun baru. Resep
masakan terbuat dari produk-produk yang didatangkan dari seluruh penjuru
dunia.

Anggurnya pun juga didatangkan dari jauh.

Melihat produk-produk menawan itu konsumen terdorong membeli dan membeli
dan terus membeli. Menurut catatan Pusat Biro Perdagangan Bahan Pangan di
Belanda (CBL), omzet pasar swalayan Belanda seminggu menjelang Natal
mencapai 800 juta euro. Biasanya omzet seminggu adalah 631 juta euro.

*Mubazir*
Belanja berlebihan untuk pesta Natal dan tahun baru tidak khusus terjadi di
Belanda, melainkan sangat umum di berbagai negara. Dari belanjaan Natal dan
tahun baru yang dibeli orang di Belanda, 20% akhirnya dibuang.

Banyak majalah dan situs web memberikan tips agar bisa menghindari
penghamburan makanan. Misalnya dengan perencanaan yang baik, membuat daftar
menu dan bahan kebutuhan maka orang tidak akan belanja terlalu banyak.

Tiap tahunnya orang Belanda membeli 450 kilogram makanan, sekitar 40
kilogram dibuang. Bila diuangkan menurut lembaga Milieu Centraal tiap
tahunnya orang di Belanda total membuang makanan senilai 2,5 miliar euro.

*Bukan hanya Belanda*
Bersama, seluruh negara kaya di dunia membuat 222 juta ton makanan per
tahun. Jumlah ini sama dengan produksi pangan negara-negara Afrika Sub
Sahara dengan penduduk sekitar 1 miliar jiwa. Penghamburan makanan di Eropa
dan Amerika Serikat berkisar antara 95 dan 115 kg /orang/tahun.

Data ini terdapat dalam laporan organisasi pangan dunia FAO.

Laporan sama mengungkapkan pula bahwa ternyata konsumen di Asia dan Afrika
juga membuang makanan, antara 6–11 kg/orang/tahun. Secara garis besar dapat
dikatakan satu per tiga dari seluruh pangan yang diproduksi di dunia
tersia-siakan dan dibuang. Jumlah itu mencapai 1,3 miliar ton.

Yang dimaksud sia-sia di sini adalah akibat panen gagal atau distribusi
yang tersendat, jadi ada faktor ketidaksengajaan. Sedang di pihak lain ada
pula makanan yang sengaja dibuang.

*Korek sampah*
Berbagai media massa di Eropa telah meliput kegiatan kelompok-kelompok
tertentu antara lain di Austria, Inggris, Prancis dan Belanda yang
mengumpulkan dan mengolah kembali makanan dari tempat sampah. Mereka itu
bukan gelandangan. Mereka mengumpulkan bahan makanan yang belum busuk.

Walaupun menurut catatan pada kemasan, makanan tertentu telah kadaluwarsa,
selisih satu atau dua hari belum berarti makanan itu busuk, masih layak
dimakan. Membuang bahan makanan itu penghamburan! Di Amerika Serikat ada
istilah *dumpster diving*, dan di Inggris *skipping*, istilah untuk
mengorek-ngorek sampah.

*Industri makan *
Manusia mengerahkan banyak waktu dan tenaga untuk memproduksi makanan.
Hasil pangan yang diproduksi di seluruh dunia cukup untuk memberi makan
pada sembilan miliar manusia. Namun kenyataannya dewasa ini 925 juta orang
menderita kelaparan.

Di sisi lain ada pembuangan makanan dalam jumlah banyak, dilakukan baik
oleh perorangan dan terlebih lagi oleh pasar swalayan.

Taste the Waste, karya Valentin Thurn, adalah sebuah film dokumenter Jerman
tentang pemborosan makanan. Jumlah makanan yang akhirnya sampai di tempat
sampah sebelum menyentuh meja makan cukup membuat penonton berpikir dua
kali sebelum belanja.

Membuang makanan adalah penghamburan lingkungan hidup dan pemborosan air.
Setiap orang bisa berbuat sesuatu untuk mengatasi pemborosan ini.
 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/buang-makanan-adalah-pemborosan-lingkungan-hidup
 *Links:*
 *Images:*
[i1] Christmas desserts --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/article/2011/12/kerst-ok.jpg
[i2] http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia

Kirim email ke