Sale "Suka Senang" Disenangi Pula di Kanada dan Arab

 Rabu, 11/01/2012 - 01:24
 [image: YULISTYNE KASUMANINGRUM/"PRLM"]
YULISTYNE KASUMANINGRUM/"PRLM"
HAJI Tarwa Hadi, perajin keripik dan sale pisang Suka Senang, yang meraih
PR Award 2011 untuk kategori UKM.*

PRLM - MENYEBUT buah tangan khas Ciamis tentu tak dapat dipisahkan salah
satunya dari makanan olahan sale dan keripik pisang Suka Senang atau yang
lebih dikenal dengan sale “SBY”. Apalagi, sejumlah penghargaan telah diraih
oleh produk olahan makan tersebut. Teranyar, makanan olah yang berasal dari
Kampung Karanglayung Desa/Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis itu
meraih Penghargaan Upakarti Jasa Kepeloporan yang diserahkan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (5/1) lalu.

H. Tarwa Hadi, perajin keripik dan sale pisang Suka Senang yang juga pernah
meraih "PR Award 2011" untuk kategori UKM, mengaku, permintaan akan produk
tersebut terus mengalami peningkatan. Bahkan, sebagian hasil produksinya
telah diekspor ke mancanegara, di antaranya Kanada dan Jeddah, Arab Saudi.
Permintaannya mencapai 1 ton untuk satu kali pengiriman yang terdiri dari
keripik pisang dan sale.

Selain negara tersebut, Tarwa mengungkapkan, juga ada sejumlah pembeli dari
mancanegara yang tertarik akan produknya itu, di antaranya pengusaha dari
Riyadh, Arab saudi. Namun, sampai saat ini ia belum dapat memenuhi
permintaan tersebut. Pasalnya, persyaratan periode kadaluarsa yang
diinginkan pengusaha itu belum dapat diselesaikan. Ia menjelaskan produknya
tersebut memiliki masa kadaluarsa enam bulan. Ia tidak menggunakan bahan
pengawet untuk makanan olahan itu demi menjaga cita rasa serta kandungan
kesehatannya.

Hanya saja di lain sisi, periode kadaluarsa enam bulan itu dinilai
pengusaha terlalu singkat. Pasalnya, dengan dikurangi masa pengiriman dua
bulan dan penerapan peraturan dari negara yang bersangkutan, produk sale
dan keripik pisang miliknya hanya memiliki waktu dua bulan di pasaran.

“Pengiriman itu menghabiskan waktu dua bulan, lalu ada aturan bahwa dua
bulan sebelum masa kadaluarsa berakhir, disana produk yang dijual sudah
ditarik dari peredaran. Artinya, dengan kadaluarsa enam bulan, produk kamu
hanya memiliki waktu dua bulan untuk dijual. Itu yang menjadi pertimbangan,
apa bisa terjual seluruhnya dalam waktu yang singkat,” katanya saat ditemui
di Gedung Setda Kapubaten Ciamis, Selasa (10/1).

Sale dan keripik Pisang Suka Senang menggunakan pisang siam dan ambon
sebagai bahan baku produk. Pisang-pisang pilihan itu didapat dari para
petani pisang di Ciamis Selatan. Pisang tersebut diolah oleh delapan
kelompok usaha yang membawahi sekitar 200 KK di sejumlah daerah di Ciamis.
(Yulistyne Kasumaningrum/”PRLM”/A-88)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/172584

Kirim email ke