Rabu, 11 Januari 2012 | 10:05 WIB
Dahlan Iskan Akan Cetak Sawah Baru Rp 9 Triliun

*TEMPO.CO*, *Balikpapan* - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan
Iskan rupanya risau soal defisit pasokan beras di negeri ini. Berbeda
dengan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang mengusulkan solusi ganti
makan beras dengan makan singkong, Dahlan punya usulan lain untuk mengatasi
masalah tersebut. Dia ingin membuka sawah baru.

Kementeriannya kini menyiapkan investasi hingga Rp 9 triliun untuk
pencetakan sawah baru dan proyek produksi beras mulai tahun 2012. "Kalau
iklim investasi tidak kondusif, atau diganggu, kami akan pergi," ujar
Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan di depan Gubernur Kalimantan Timur Awang
Faroek Ishak serta para bupati dan wakil bupati/wali kota se-Kalimantan
Timur di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 10
Januari 2012 malam.

Investasi itu akan disampaikan melalui tiga BUMN, yaitu PT Pupuk Sriwijaya
(Pusri), PT Pertani, dan PT Sang Hyang Sri atau SHS. Ketiga BUMN ini akan
mencetak sawah baru seluas 100 ribu hektare, di mana PT SHS membuka 40 ribu
hektare, PT Pusri kebagian 30 ribu hektare, dan PT Pertani juga 30 ribu
hektare.

Dahlan berjanji, sebagai badan usaha yang modalnya harus
dipertanggungjawabkan kepada para pemilik saham, para BUMN ini akan tetap
menggunakan pendekatan bisnis. Karena itu, ujar Dahlan lagi, sebelum
memastikan berinvestasi di Kalimantan Timur, Kementerian BUMN akan
melakukan evaluasi selama sebulan. "Bila Kaltim tidak layak, kami masih
punya pilihan lain, seperti Jambi, Sumatera Selatan, atau Papua," kata
Dahlan.

Untuk pengadaan lahan itu, direktur-direktur utama ketiga BUMN itu sudah
turun langsung ke kabupaten-kabupaten di Kalimantan Timur. Menteri Dahlan
sendiri akan meninjau lokasi-lokasi tersebut mulai dari Kutai Barat, Kutai
Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Bulungan, dengan helikopter dari
Balikpapan, Rabu, 11 Januari 2012, dan makan siang di Bontang, lalu kembali
ke Balikpapan dari Tarakan pukul 17.00 WITA.

Dahlan juga menyampaikan bahwa lahan-lahan tersebut akan dimiliki oleh
BUMN-BUMN tersebut. Kepemilikan lahan untuk menjamin kelangsungan produksi
beras. "Jangan sampai seperti BUMN gula di Jawa yang lahannya hanya
pabriknya," ujarnya.

Lebih lanjut Menteri Dahlan menjelaskan bahwa pengadaan beras selama ini
terabaikan. Selain dari Kementerian Pertanian, tidak ada yang secara khusus
mengurusi produksi beras. Akibatnya Indonesia kembali mengimpor beras. Dan
untuk menekan inflasi, terpaksa menggelontorkan hampir 500 ribu ton beras
ke pasaran.

"Memang tahun lalu inflasi kita yang terbaik selama ini hanya 3,7 persen,
tapi jumlah beras yang kita gelontorkan juga yang terbanyak sepanjang
sejarah dan itu mahal sekali," kata Dahlan, yang tampil dengan kemeja putih
tanpa dasi ditutup jaket hitam dan bersepatu kets.

Karena itu, Dahlan mengutip Presiden Yudhoyono, bahwa program ini dinilai
penting dan harus sukses. Jadi sudah waktunya beras ditangani oleh
korporasi dan tidak hanya tradisional. Ia juga menyebut persoalan beras,
yang adalah makanan pokok orang Indonesia, bisa berdampak politik.

*ANT | BS | SG WIBISONO
http://www.tempo.co/read/news/2012/01/11/090376603/Dahlan-Iskan-Akan-Cetak-Sawah-Baru-Rp-9-Triliun
*

Kirim email ke