=> http://albanduni.wordpress.com
----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajieb jiejieb mustajieb <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> Dikirim: Kamis, 19 Januari 2012 14:32 Judul: [Lovers-of-Ahlul-Bayt] DPP Ahlul Bait Indonesia Mengadu ke Komisi III DPR DPP Ahlul Bait Indonesia Mengadu ke Komisi III DPR Sosbud / Selasa, 17 Januari 2012 12:29 WIB Polisi menjaga rumah yang dirusak (Ant). Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ahlul Bait Indonesia mengadukan kasus pengrusakan terhadap pesantren Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur, kepada anggota Komisi III DPR, Selasa (16/1). Perusakan itu terjadi bulan lalu. Sekolah, rumah dan musala dirusak, dan penghuninya pun terusir. "Saya melihat langsung kondisi di sana, 400 warga yang menganut mahzab Ahlul Bait dijebloskan ke dalam sel, dalam satu ruangan," kata pengacara DPP Ahlul Bait Indonesia. Sementara itu, Kiai Tajul Muluk mengatakan, Bupati Sampang memberikan statement yang provokatif untuk mengusir kami dari kampung. "Warga Syiah diungsikan dan yang sudah pulang ke kampung tetap diteror, sementara polisi sudah ditarik dari lokasi," terang Tajul Muluk. Tajul Muluk merupakan pemimpin Syiah di Sampang. Tajul Muluk menyesalakan lambannya polisi bergerak menyelesaikan kasus. "Belum satu orang pun yang ditangkap. Tak jelas siapa yang menjadi provokatornya," katanya. Sekretaris Jenderal DPP Ahlul Bait Indonesia Ahmad Hidayat menyatakan, Kiai Tajul difitnah melakukan penistaan agama. Padahal, Tajul Muluk hanya menjalankan ajaran Syiah seperti yang diyakini orang tuanya. Karena itu, DPP Ahlul Bait Indonesia menutut polisi menangkap dalang perusakan. Mereka juga mendesak pemerintah setempat membangun kembali bangunan yang dirusak. Selain itu, mereka meminta pemerintah menghentikan kriminalisasi terhadap Kiai Tajul Muluk, menuntut pemerintah responsif, dan menggalakan nilai Pancasila serta toleransi keberbedaan. (Wtr2)
