Sakadar nambihan informasi. Urang Katholik Orthodox Arab di Suriah  (lain 
Katholik Roma) sok ngalakukeun ibadah poean saperti shalatna urang Islam. Cenah 
mah aya nu "shalat" 3 x sapoe, jeung aya nu 7x sapoe. Gerak-gerak ibadah poean 
umat Katholik orthodox Arab ieu ngaharib-harib jeung gerak shalat urang Islam.

Lmaun teu salah mah, Katholik Orthodox Arab di Indonesia aya pangagemna jeung 
boga gereja.

WLY



--- In [email protected], Abbas Amin <abas_amin08@...> wrote:
> Shalat
> 
> Bagaimana cara Ritual
> ibadat dalam menyembah Tuhan ? Atau istilah Islam Shalat.
> 
> Dalam Agama Budha,
> dengan duduk semedi. Tao begitu pula. Tapi Tao, kalau ada maksud tertentu ,
> puasa dulu baru tirakatan, dengan penuh kesujudan, melakukan sembahyang dengan
> gerakan2 tertentu. Seperti dilakukaan Khong Bing saat maau minta Lam Hong atau
> angin selatan bertiup; dimana saat itu bukan musimnya; karena mestinya angin
> utara yang bertiup.
> 
> Hindu ? Kadang2 duduk
> sambil membaca syair2 yang memuja muji Tuhan; dan berharap tidak melaknat
> mereka. Bila perlu sambil mengangkat tangan; kadang2 ditengahnya dibuat api
> unggun dlsb.
> 
> Yahudi, menyembah Tuhan
> dengan bersujud; ada yang sebentar, ada juga yang cukup lama.
> 
> Nabi Muhammad, melihat
> semua itu, kemudian beliau mensyaratkan gerakan2 disertai doa2; untuk suatu
> ritual sembahyang; kemudian dinamakan SHALAT.
> 
> Nabi Muhammad
> mendasarkan shalat seperti itu, karena beliau menghendaki suatu hal menjadi
> TERTIB; tidak serta merta Bersujud saja; atau tidak serta merta duduk semedy
> saja; tapi diawali dengan kesiapan mental dulu, yang utama. Yaitu dengan
> berdiri tegak, menghadap Tuhan. Berhubung Tuhan meliputi Alam Semesta, kemana
> saja diarahkan shalat tetap sama saja. Hanya untuk ketertiban, dan keseragaman
> Nabi Muhammad mensyaratkan harus menghadap KABAH. Artinya arah tersebut supaya
> kalau teratur tak mungkin saling tabrak satu sama lain; karena semua mengarah
> kesatu arah. Coba kalau yang satu menghadap ke Timur, yang lain ke Baraat, 
> maka
> mungkin saja kepala akan saling beradu. Kalau hanya dua tiga jemah yang ikut
> shalat, gak begitu kacau ; kalau ada belasan atau lebih, maka akan kacaulah
> shalat tersebut.
> 
> Pada saat kesiapan itu,
> yaitu pada awal Shalat dimulai; konsentrasi dulu sambil memasang niat, kita
> tekadkan bahwa kita sedang berusaha menyembah Tuhan. Pada saat Takbiratul
> Ihram, awal menyebut Allahu Akbar, disitulah Shalat dimulai. Disaat itu pula,
> hati kita mengatakan niat dalam hati bahwa kita akan shalat.  (  fardu, 
> sunat dll )
> 
> Setelah tegak sempurna
> lagi, maka mulailah kita melaksanakan ritual do’a dalam shalat. Step pertama
> adalah memuja muji Tuhan, kemudian do’a untuk Khusyu bahwa kita sedang
> menghadap Tuhan Semesta; kemudian ikrar untuk keihlasan kita menyembah
> Tuhan;   dan terakhir ikrar bahwa kita tidak menyembah
> selain Allah/Tuhan.
> 
> Kemudian kewajiban
> membaca surat Al Fatihah, yang isinya adalah: berlindung kepada Allah dari
> gangguan syetan yang terkutuk; kemudian menyatakan memulai dengan meembaca
> menyebut AsmaNya Yang Maha menyediakan Fasilitas dan Peralatan serta 
> memberikan
> petunjuk cara mengelola itu fasilitas dan peralatan. Kita berikrar bahwa puja
> puji dan Keagungan hanyaalah punya Dia; MilikNya; tak ada Makhluq lain yang
> pantas dipuja dan dipuji. Kemudian membaca lagi dengan menyebut karena DIA
> memberikaan segala yang kitaa butuhkan. Kemudian kita berikrar bahwa Tuhan itu
> juga adalah PENGUASA Alam Akhir; selain alam semesta ini. Maka sudah barang
> tentu, pantaslah kita semua menyembahnya; dan pantas pula hanya pada Dialah
> kita meminta segala kebutuhan. Kemudian pada saat itupun berdoa bahwa mohon
> ditunjukkaan jalan yang Dia harapkan pada kita; jalan yang tepat, jalan yang
> lurus; jalan untuk Winner. Jadi jalan yang ditempuh oleh manusia2 winner dan
> bukaan manusia2 LOSER.
> 
> Setelah itu dalam
> “semedi/konsentrasi” berdiri tegak itupun, kita disunatkan membaca ayat2 
> Al
> Qur_an yang kita mampu hafal dengan baik. Sehingga apa yang kita bacapun cukup
> dimengerti. Kalau kita saja yang baca gak ngarti, bagaimana orang lain ? Kalau
> kita sendiri tak mengerti apa yang kita harapkan, bagaimana Tuhan memberikan 
> sesuatu
> sesuai dengan harapan kita ?
> 
> Setelah tegak itu,
> kemudian kita bergerak untuk rukuk; ini adalah suatu penghormatan, atau
> penyembahan tahap kedua sebelum kita sujud; jadi memang dalam ritual ibadat
> Shalat, penuh dengan gerakan2 yang artinya setiap step kita menuju pada
> kesujudan pada Illahi. Jadi pada saat Rukukpun kita berkonsentrasi untuk
> menyembah Tuhan Robbul Alamiin. 
> 
> Kemudian setelahnya
> kita tegak lagi, siap2 untuk bersujud. Jadi sujud tersebut diawali dulu dengan
> tegak lagi, siap2 konsentrasi, karena kita akan melakukan penghayatan ibadat
> pada Tuhan dengan sujud. Baru kita bersujud dengan khidmat. Jadi ibadat sujud,
> tidak langsung sujud begitu saja, harus diawali deengan berdiri dan 
> sebagainya;
> sehingga sujud kita benar2 konsentrasi pada Tuhan sepenuhnya. Inilah namanya
> Shalat yang dijiwai.
> 
> Kemudian kita duduk,
> tepekur dengan tetap konsentrasi menjiwai shalat yang memang hendak menyembah
> Tuhan; dengan hasrat bahwa menyembah Tuhan tu adalah KEBUTUHAN kita; bukan
> kebutuhan Tuhan; karena kita tak menyembahpun tak ada pengaruh apa2; begitu
> pula kalau kita shalat, tak ada pengaruhnya buat TUHAN Semesta. Hanya
> pengaruhnya justru terjadi pada KITA sendiri. Benar2 dan YAKIN sekali, bahwa
> Shalat itu memang mencegah perbuatan munkar dan keji.
> 
> Nah kalau setelah
> shalat itu ternyata kita melakukan perbuatan BURUK; ini berarti shalat kita
> JELEK sekali; kemungkinan besar karena kita hanya shalat kulitnya saja; tanpa
> dijiwai sama sekali. 
> 
> Setelah duduk tadi,
> kembali kita bersujud, yang artinya memang ibadah paling mendalam adalah pada
> sujud itulah. Baru kemudian mengulang lagi dari posisi siap pertama.
> 
> Terakhir kita duduk
> dengan tertib dan konsentrasi penuh, dengaan membaca attahiyat yang isinya
> pertama memuja muji Tuhan lagi, kemudian menduakan secara khusu Nabi; kemudian
> menduakan secaraa khusus golongaan manusia yang suka Shalat.
> 
> Selanjutnya baca
> shalawat lengkap pada Nabi, yang menurut anjuran Nabi bagaimana cara
> membacanya. Diakhiri dengan pujian2 terhadap Tuhan Semesta.
> 
> Penutup dari pada
> Ritual Shalat adalah mengucapkan salam.
> 
>  Ini  semua HARUS dilakukan degan konsentrasi PENUH
> Abbas Amien, 11  February 2012
>




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke