Nuhun pisan bah Willy; kasuhun pisan.
--- In [email protected], "Waluya" <waluya56@...> wrote:
>
> Sakadar nambihan informasi. Urang Katholik Orthodox Arab di Suriah (lain
> Katholik Roma) sok ngalakukeun ibadah poean saperti shalatna urang Islam.
> Cenah mah aya nu "shalat" 3 x sapoe, jeung aya nu 7x sapoe. Gerak-gerak
> ibadah poean umat Katholik orthodox Arab ieu ngaharib-harib jeung gerak
> shalat urang Islam.
>
> Lmaun teu salah mah, Katholik Orthodox Arab di Indonesia aya pangagemna jeung
> boga gereja.
>
> WLY
>
>
>
> --- In [email protected], Abbas Amin <abas_amin08@> wrote:
> > Shalat
> >
> > Bagaimana cara Ritual
> > ibadat dalam menyembah Tuhan ? Atau istilah Islam Shalat.
> >
> > Dalam Agama Budha,
> > dengan duduk semedi. Tao begitu pula. Tapi Tao, kalau ada maksud tertentu ,
> > puasa dulu baru tirakatan, dengan penuh kesujudan, melakukan sembahyang
> > dengan
> > gerakan2 tertentu. Seperti dilakukaan Khong Bing saat maau minta Lam Hong
> > atau
> > angin selatan bertiup; dimana saat itu bukan musimnya; karena mestinya angin
> > utara yang bertiup.
> >
> > Hindu ? Kadang2 duduk
> > sambil membaca syair2 yang memuja muji Tuhan; dan berharap tidak melaknat
> > mereka. Bila perlu sambil mengangkat tangan; kadang2 ditengahnya dibuat api
> > unggun dlsb.
> >
> > Yahudi, menyembah Tuhan
> > dengan bersujud; ada yang sebentar, ada juga yang cukup lama.
> >
> > Nabi Muhammad, melihat
> > semua itu, kemudian beliau mensyaratkan gerakan2 disertai doa2; untuk suatu
> > ritual sembahyang; kemudian dinamakan SHALAT.
> >
> > Nabi Muhammad
> > mendasarkan shalat seperti itu, karena beliau menghendaki suatu hal menjadi
> > TERTIB; tidak serta merta Bersujud saja; atau tidak serta merta duduk semedy
> > saja; tapi diawali dengan kesiapan mental dulu, yang utama. Yaitu dengan
> > berdiri tegak, menghadap Tuhan. Berhubung Tuhan meliputi Alam Semesta,
> > kemana
> > saja diarahkan shalat tetap sama saja. Hanya untuk ketertiban, dan
> > keseragaman
> > Nabi Muhammad mensyaratkan harus menghadap KABAH. Artinya arah tersebut
> > supaya
> > kalau teratur tak mungkin saling tabrak satu sama lain; karena semua
> > mengarah
> > kesatu arah. Coba kalau yang satu menghadap ke Timur, yang lain ke Baraat,
> > maka
> > mungkin saja kepala akan saling beradu. Kalau hanya dua tiga jemah yang ikut
> > shalat, gak begitu kacau ; kalau ada belasan atau lebih, maka akan kacaulah
> > shalat tersebut.
> >
> > Pada saat kesiapan itu,
> > yaitu pada awal Shalat dimulai; konsentrasi dulu sambil memasang niat, kita
> > tekadkan bahwa kita sedang berusaha menyembah Tuhan. Pada saat Takbiratul
> > Ihram, awal menyebut Allahu Akbar, disitulah Shalat dimulai. Disaat itu
> > pula,
> > hati kita mengatakan niat dalam hati bahwa kita akan shalat. ( fardu,
> > sunat dll )
> >
> > Setelah tegak sempurna
> > lagi, maka mulailah kita melaksanakan ritual doâa dalam shalat. Step
> > pertama
> > adalah memuja muji Tuhan, kemudian doâa untuk Khusyu bahwa kita sedang
> > menghadap Tuhan Semesta; kemudian ikrar untuk keihlasan kita menyembah
> > Tuhan;Â Â dan terakhir ikrar bahwa kita tidak menyembah
> > selain Allah/Tuhan.
> >
> > Kemudian kewajiban
> > membaca surat Al Fatihah, yang isinya adalah: berlindung kepada Allah dari
> > gangguan syetan yang terkutuk; kemudian menyatakan memulai dengan meembaca
> > menyebut AsmaNya Yang Maha menyediakan Fasilitas dan Peralatan serta
> > memberikan
> > petunjuk cara mengelola itu fasilitas dan peralatan. Kita berikrar bahwa
> > puja
> > puji dan Keagungan hanyaalah punya Dia; MilikNya; tak ada Makhluq lain yang
> > pantas dipuja dan dipuji. Kemudian membaca lagi dengan menyebut karena DIA
> > memberikaan segala yang kitaa butuhkan. Kemudian kita berikrar bahwa Tuhan
> > itu
> > juga adalah PENGUASA Alam Akhir; selain alam semesta ini. Maka sudah barang
> > tentu, pantaslah kita semua menyembahnya; dan pantas pula hanya pada Dialah
> > kita meminta segala kebutuhan. Kemudian pada saat itupun berdoa bahwa mohon
> > ditunjukkaan jalan yang Dia harapkan pada kita; jalan yang tepat, jalan yang
> > lurus; jalan untuk Winner. Jadi jalan yang ditempuh oleh manusia2 winner dan
> > bukaan manusia2 LOSER.
> >
> > Setelah itu dalam
> > âsemedi/konsentrasiâ berdiri tegak itupun, kita disunatkan membaca
> > ayat2 Al
> > Qur_an yang kita mampu hafal dengan baik. Sehingga apa yang kita bacapun
> > cukup
> > dimengerti. Kalau kita saja yang baca gak ngarti, bagaimana orang lain ?
> > Kalau
> > kita sendiri tak mengerti apa yang kita harapkan, bagaimana Tuhan
> > memberikan sesuatu
> > sesuai dengan harapan kita ?
> >
> > Setelah tegak itu,
> > kemudian kita bergerak untuk rukuk; ini adalah suatu penghormatan, atau
> > penyembahan tahap kedua sebelum kita sujud; jadi memang dalam ritual ibadat
> > Shalat, penuh dengan gerakan2 yang artinya setiap step kita menuju pada
> > kesujudan pada Illahi. Jadi pada saat Rukukpun kita berkonsentrasi untuk
> > menyembah Tuhan Robbul Alamiin.
> >
> > Kemudian setelahnya
> > kita tegak lagi, siap2 untuk bersujud. Jadi sujud tersebut diawali dulu
> > dengan
> > tegak lagi, siap2 konsentrasi, karena kita akan melakukan penghayatan ibadat
> > pada Tuhan dengan sujud. Baru kita bersujud dengan khidmat. Jadi ibadat
> > sujud,
> > tidak langsung sujud begitu saja, harus diawali deengan berdiri dan
> > sebagainya;
> > sehingga sujud kita benar2 konsentrasi pada Tuhan sepenuhnya. Inilah namanya
> > Shalat yang dijiwai.
> >
> > Kemudian kita duduk,
> > tepekur dengan tetap konsentrasi menjiwai shalat yang memang hendak
> > menyembah
> > Tuhan; dengan hasrat bahwa menyembah Tuhan tu adalah KEBUTUHAN kita; bukan
> > kebutuhan Tuhan; karena kita tak menyembahpun tak ada pengaruh apa2; begitu
> > pula kalau kita shalat, tak ada pengaruhnya buat TUHAN Semesta. Hanya
> > pengaruhnya justru terjadi pada KITA sendiri. Benar2 dan YAKIN sekali, bahwa
> > Shalat itu memang mencegah perbuatan munkar dan keji.
> >
> > Nah kalau setelah
> > shalat itu ternyata kita melakukan perbuatan BURUK; ini berarti shalat kita
> > JELEK sekali; kemungkinan besar karena kita hanya shalat kulitnya saja;
> > tanpa
> > dijiwai sama sekali.
> >
> > Setelah duduk tadi,
> > kembali kita bersujud, yang artinya memang ibadah paling mendalam adalah
> > pada
> > sujud itulah. Baru kemudian mengulang lagi dari posisi siap pertama.
> >
> > Terakhir kita duduk
> > dengan tertib dan konsentrasi penuh, dengaan membaca attahiyat yang isinya
> > pertama memuja muji Tuhan lagi, kemudian menduakan secara khusu Nabi;
> > kemudian
> > menduakan secaraa khusus golongaan manusia yang suka Shalat.
> >
> > Selanjutnya baca
> > shalawat lengkap pada Nabi, yang menurut anjuran Nabi bagaimana cara
> > membacanya. Diakhiri dengan pujian2 terhadap Tuhan Semesta.
> >
> > Penutup dari pada
> > Ritual Shalat adalah mengucapkan salam.
> >
> >  Ini semua HARUS dilakukan degan konsentrasi PENUH
> > Abbas Amien, 11Â February 2012
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/