Lamun Kang Sp can paham filsafat, teologi elmu irfan ulah sok rada sok.... Ajaran hulul atau penyatuan dengan tuhan itu ajaran alhalaj, dia itu tasawuf suni, walaupun kita bertaujih mengenai penyatuan tersebut bukan penyatuan manusia dengan tuhan tetapi penyatuan iradah... syiah tidak ada yang meyakini hulul , karena maqam Allah tak terbatas dan makhluk terbatas, dina penjelasan filsafat islam yen Makhluk moal bisa melakukan penyatuan dengan tuhan tapi anu aya taqarrub, maka dina niat shalat urang syiah kieu : qurbatan ilallah (pendekatan diri ka Allah) tetapi lamun anu dimaksud penyatuan iradah, artinya la iradah illallah, artinya iradah naon wae kumaha Allah tah ieu mah beda deui maknana. jadi lamun can diajar mah ulah sok rada sok... cing atuh kang Sp sae na mah diskusi heula, naliti heula, diajar heula ulah sok ningali kamana2 meni neangan buku fitnah wae... kaciri pisan yen nt teh jauh pisan dina kaelmuan, artina can paham pisan naon mazhab syiah, bahkan mazhab suni sekallipun nt can apal. makin fitnah jauh dina kanyataan makin katingali yen nt memang boga tujuan lain dina hal ieu.
langkung sae urang bahas hiji2, sok ti mana heula, deuk ti masalah filsafat, teologi, tafsir, sejarah, fiqih, naon wae mangga, sacara konsisten dina diskusi ulah sok ngaler ngidul... hakekatna, ningali kayaan nt kieu kuring manghanyakalkeun urang sunda aya anu beukina fitnah kadieu kaditu. coba lamun nt apal pahaman Ibn Taimiah dina masalah tajsim (penjismian Tuhan) urang bahas dina kitabnya samisal minhaj sunnah kumaha persamaanana jeung kitab2 taurat atawa injil anu nyamikeun tuhan jeung jism. lamun hoyong urang bahas detail wassalam ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, February 15, 2012 11:06 AM Subject: [kisunda] Re: Said Aqil Siradj Menjilat Ludah: Dulu Penelitii Sunnah, Kini Pejuang Syi'ah geus puguh ari situs nu dicutat ku SP mah eusina araneh jeung menebar kebencian:-) --- In [email protected], Sp Saprudin <udarider@...> wrote: > > Kirim > Kirim Tulisan ini ke kawanmu > Email Kawan > Emailmu > Namamu > Pesan > Said Aqil Siradj Menjilat Ludah: Dulu Penelitii Sunnah, Kini Pejuang Syi'ah > Oleh: Dr Muhammad Arifin > Dosen Tetap STDI Imam Syafii Jember, Dosen Terbang Program Pasca Sarjana > jurusan Pemikiran Islam Program Internasional Universitas Muhammadiyah > Surakarta (UMS) dan anggota Pembina Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI). > PERJALANAN hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, > mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa > hanya Allah Azza wa Jalla yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya > manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam menetapi sesuatu termasuk agamanya > (istiqamah). > Karena itu, dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa > memohon keteguhan hati kepada Allah: “Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, > tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” Dan ini mungkin salah satu hikmah yang > dapat anda petik dari kewajiban membaca surat Al Fatihah pada setiap rekaat > shalat. Pada surat ini terdapat permohonan kepada Allah Azza wa Jalla agar > senantiasa menunjuki anda jalan yang lurus, yaitu jalan kebenaran > Fenomena ini terus melintas dalam pikiran saya, gara-gara saya membaca > pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil > Siradj di berbagai media. Said Aqil mengatakan bahwa ajaran Syi’ah tidak > sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. > Untuk menguatkan klaimnya ini, Said Aqil merujuk pada kurikulum pendidikan > pada almamaternya, Universitas Ummul-Quro di Arab Saudi. "Wahabi yang keras > saja menggolongkan Syi’ah bukan sesat," demikian klaim Said Aqil. > Pernyataan Said Aqil ini menyelisihi fakta dan menyesatkan. Sebagai buktinya, > pada Mukaddimah disertasi S3 Said Aqil semasa kuliah di Universitas > Ummul-Quro, hal: tha’ (ط), ia menyatakan: “Telah diketahui bersama bahwa umat > Islam di Indonesia secara politik, ekonomi, sosial dan ideologi menghadapi > berbagai permasalahan besar. Pada saat yang sama mereka menghadapi musuh yang > senantiasa mengancam mereka. Dimulai dari gerakan kristenisasi, paham > sekuler,kebatinan, dan berbagai sekte sesat, semisal Syi’ah, Qadiyaniyah > (Ahmadiyah), Bahaiyah dan selanjutnya tasawuf.” > Pernyataan Said Aqil pada awal dan akhir desertasi S3-nya ini menggambarkan > bagaimana pemahaman yang dianut oleh Universitas Ummul-Quro. Bukan hanya > Syi’ah yang sesat, bahkan lebih jauh Said Aqil dari hasil studinya > menyimpulkan bahwa paham tasawuf juga menyimpang dari ajaran Islam. > Karena itu, pada akhir dari disertasinya, Said Aqil menyatakan: “Sejatinya > ajaran tasawuf dalam hal “al-hulul” (menyatunya Tuhan dengan manusia) > berasalkan dari orang-orang Syi’ah aliran keras (ekstrim). Aliran ekstrim > Syi’ah meyakini bahwa Tuhan atau bagian dari-Nya telah menyatu dengan para > imam mereka, atau yang mewakili mereka. Dan idiologi ini sampai ke pada para > pengikut Sekte Syi’ah berawal dari pengaruh ajaran agama Nasrani.”(Silatullah > Bil-Kaun Fit-Tassawuf Al-Falsafy oleh Said Aqil Siradj 2/605-606) > Karena menyadari kesesatan dan mengetahui gencarnya penyebaran Syi’ah di > Indonesia, maka Said menabuh genderang peringatan. Itulah yang ia tegaskan > pada awal disertasinya, sebagai andilnya dalam upaya melindungi umat Islam > dari paham yang sesat dan menyesatkan. > Namun, alangkah mengherankan bila kini Said Aqil menelan kembali ludah dan > keringat yang telah ia keluarkan. Hasil penelitiannya selama bertahun-tahun, > kini ia ingkari sendiri dan dengan lantang Said Aqil berada di garda terdepan > pembela Syi’ah. Mungkinkah kini Said Aqil telah menjadi korban ancaman besar > yang dulu ia kawatirkan mengancam Umat Islam di negeri tercinta ini? > [voa-islam.com] >
