Assalamualaikum,

Pertama kita bahas seperti yang pernah antum tulis di blog terus ana balas, 
terus antum balas yang lainnya, jadi gak kena terhadap maudhu...

kalau kang deni menulis 

Salam,

Tanggapan :

Dalam ayat
101 at Taubah di atas, Allah menginformasikan keberadaan orang2 munafik dari : 

1.            
وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ

2.                 
 وَمِنْ
أَهْلِ الْمَدِينَة

Perhatikan
salah satu tafsir dari ayat di atas :

الدر المنثور في التفسير
بالمأثور للسيوطي (7 / 503) :

وأخرج ابن المنذر عن عكرمة
رضي الله عنه في قوله {وممن حولكم من الأعراب} قال : جهينة ومزينة وأشجع وأسلم 
وغفار.

Silahkan kaji dalam sejarah, intinya mereka penduduk
selain Madinah. 

زاد المسير في علم التفسير
(3 / 226، بترقيم الشاملة آليا) :

قال مقاتل : وكانت منازلهم
حول المدينة

Tentunya Departemen Agama yg terdiri dari prof2 tafsir
tdk sembarangan mengistinbathkan dengan arab-arab Baduy yg hidup di sekitar
Madinah, dan itulah sebutan untuk mereka. 

Tetapi tidak masalah, karena intinya bukan masalah
Baduy... yg jelas bahwa munafik yg akan diazab dua kali beda dengan sahabat yg
dijanjikan surga abadi.

Salam Hangat

Den’s

----------------------------------------------------------------------------------------------

Zen Menjawab:


tulisan kang deni diatas bukanlah tanggapan untuk tulisan ana dibawah

seperti halnya tulisan yang dibawah ini kira2 ada gak tanggapannya? saya tidak 
melihat tanggapannya, 

tetapi dengan pernyataan kang deni diatas dari ikrimah itu justru menunjukkan 
orang baduy itu bukan ahli madinah, itu saya juga setuju
tetapi baris kedua menyatakan ahli madinah itu adalah keterlaluan dalam 
kemunafikannya,
jadi Ahli mAdinah bukan orang baduy yang bukan ahli madinah, ini adalah nash
coba baca lagi tulisan dibawah...
coba dengan fokus dan jelas arah diskusi bahwa tema dibawah ini ditanggapi



Assalamualaikum
Ahsantum, tulisan antum ini kok dimuatnya di blog sendiri bukan di milis...
tapi mungkin dulu pernah mengisyaratkan kearah sana dan ana juga pernah
menjawabnya, ok lah 
Mengenai surat Attaubah 101 sebenarnya ini sudahdijawab, dan sebenarnya
tulisan antum tidaklah menjawab mengenai surat alfath mengani min tab’idiah 
(sebagian),
tapi  antum beralih pada surat  lainnya attaubah 101, sebenarnya inipun sudah
dibahas mengenai ta’alluq min dari postingan sebelumnya , oke lah kita bahas
lagi bagaimana i’rab dari surat attaubah 101:
وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرابِ مُنافِقُونَ
وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفاقِ لا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ 
نَعْلَمُهُمْ
سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلى عَذابٍ عَظِيمٍ
Terjemahan depag :
di antara
orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu[657] itu, ada orang-orang munafik;
dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya.
kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) kamilah yang mengetahui
mereka. nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan
kepada azab yang besar.
Lalu kang deni
menulis kan :
[657]
Maksudnya:
orang-orang
Badwi yang berdiam di sekitar Madinah. (Fn dari Tafsir Depag)
 
Jawab Zen :
1. Tanpa
melihat merujuk ke i’rabnya langsung kita bisa melihat dari bahasa 
Indonesianya menurut tarjamah depag saja dua hal yang berbeda antara
baris :”di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu” dengan 
keterangan yang ada di Madinah dengan baris ayat :”dan (juga) di
antara penduduk Madinah” dua maksud yang berbeda Badui yang ada di
Madinah dengan penduduk Madinah. Dan kedua2nya disifati dengan ;”munafik” cuman
yang orang baduy dengan kata “munafik” yang orang madinah dengan kata 
“keterlaluan
kemunafikannya” , kata “Dan” dalam baris diatas menunjukkan dua hal yang
berbeda yang satu Baduy yang ada di Madinah yang kedua Penduduk Madinah. Apakah
seluruh penduduk Madinah itu orang Baduy? Tentu jawabnnya tidak bukan, bahkan
secara tegas dituliskan diatas Baduy bukanlah penduduk Madinah hanya “berdiam”
saja di Madinah atau istilah kerennya numpang , bukan penduduk madinah, Dan
penduduk Madinah bukan orang Baduy, seperti misalnya : kuring urang sunda yeuh
tinggal di iran, kan lain jadi penduduk iran hehe...sehingga Orang munafik itu
ada dua yang diisyaratkan di ayat tersebut diantara Orang Baduy dan ada juga
diantara penduduk Madinah.
2. Kalau dengan definisi mazhab Suni bahwa sahabat adalah orang islam yang
bertemu dengan nabi, walaupun Islam secara dhahir karena munafik adalah
pekerjaan bathin. Maka Orang baduy dan penduduk madinah itu SEBAGIAN itu
munafik berdasarkan terjemahan yang ada. Kenapa SEBAGIAN. Sebab di dalam ayat
sebelumnya Baduy pun ada dua golongan ada yang mukmin ada yang memiliki sifat
munafik
Sebagian baduy munafik mereka juga sahabat bukan
98. Di antara orang-orang Arab Badui itu,
ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu
kerugian dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu; merekalah yang akan
ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dan ayat 99 menunjukkan orang Baduy yang
Mukmin, mereka juga sahabat bukan.
99. Dan di antara orang-orang Arab Badui itu,
ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang
dinafkahkannya (di jalan Allah) itu sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada
Allah dan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu
adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak
Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya; sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sebab kalau anda mengkambinghitamkan baduy
itu  munafik seluruhnya karena takut
disebut sahabat maka orang baduy yang mukmin dalam ayat 99 siapa atuh, BUKAN
SAHABAT? Orang planet kali Hehe...
Begitu juga penduduk Madinah , hal ini
sudah jelas sebab sebagian penduduk Madinah Mukmin, misal kecilnya Rasulullah
saww sendiri dan sahabat mukmin lainnya. Kalau seluruhnya maka wah gawat...
Bisa dilihat bahwa yang bertemu dengan
nabipun orang munafik yakni sahabat nabi dengan definisi yang ada :
94. Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan
uzur kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang).
Katakanlah, “Janganlah kamu mengemukakan uzur; kami tidak percaya lagi
kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu
yang sebenarnya. Dan Allah serta rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian
kamu dikembalikan kepada Dzat yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu
Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Sekarang kalau  uzur gak berperang siapa mereka , mereka
sezaman merekapun Islam, karena kalau gak islam gak dituntut berperang.
3. Min disana adalah min tab’idiah(sebagian)
, bukan lainnya...sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian Baduy Munafik 
sebagian
lagi mukmin dan sebagian penduduk madinah munafik sebagian lagi Mukmin, dan 
mereka
semua adalah sahabat nabi. Dengan definisi para ulama Mazhab suni seklaipun
bahkan Bukhari, dengan definisi mereka yang sezaman dan Islam di zaman Nabi
saww. Kalau bukan Islam bagaimana bisa uzur dari peperangan. Orang kafir mah
mana bisa dimintai berperang.
4. Mari kita melihat secara lebih ilmiah ,
detail bukan hanya terjemahan saja
(الواو) عاطفة (من) حرف جرّ (من) اسم موصول مبنيّ
في محلّ جرّ متعلّق بخبر مقدّم (حول) ظرف مكان منصوب متعلّق بمحذوف صلة من و(كم) 
ضمير
مضاف إليه (من الأعراب) جارّ ومجرور متعلّق بحال من الموصول (منافقون) مبتدأ مؤخّر
مرفوع وعلامة الرفع الواو (الواو) عاطفة (من أهل) جارّ ومجرور متعلّق بما تعلّق به
ممّن، فهو خبر معطوف على الأول «1»، (المدينة) مضاف إليه مجرور (مردوا) فعل ماض 
مبنيّ
على الضمّ .. والواو فاعل (على النفاق) جارّ ومجرور متعلّق ب (مردوا)
أو هو خبر مقدّم لمبتدأ مؤخّر تقديره قوم
مردوا.
Al-Jadwal fi I’rabi
al-Quran
Di dalam Jadwal I’rab bisa dilihat bahwa “ wa min ahli madinah “ muta’allaq
kepada apa yang dita’alluq dengan “miman haulakum”  dengan khabar muqaddam 
mahdzuf “ kaum” dan
mubtada muakhar yakni (munafiqun), dan mubtadanya wa min ahli madinah adalah 
“maraddu”
seperti yang disebutkan dalam jadwal i’rab diatas, sehingga maknanya tidak jauh
dari terjemhan Depag, cuman kalau mau diurai berdasar i’rab jadinya:
Dan kaum diselilingmu dari sebagian orang Baduy adalah orang munafik.
Dan kaum di sebagian ahli madinah mereka keterlaluan dalam kemunafikannya
 
وَ مِمَّنْ حَوْلَكُمْ يعنى حول بلدتكم
و هي المدينة مُنافِقُونَ و هم جهينة و أسلم و أشجع و غفار، كانوا نازلين حولها وَ
مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ عطف على خبر المبتدأ الذي هو ممن حولكم و يجوز أن يكون 
جملة
معطوفة على المبتدأ و الخبر إذا قدّرت: و من أهل المدينة قوم مردوا على النفاق، على
أنّ مَرَدُوا صفة موصوف محذوف‏
Tafsir Al-Kasyaf Zamakhsyari
Seperti pula yang
disebutkan oleh Zamakhsyari di dalam i’rabnya  mengetakan seperti yang 
disebutkan dalam jadwal i’rab, bahkan menuliskan
taqdirnya :
و من أهل المدينة قوم مردوا على النفاق
Yakni : dan dari Ahli Madinah ada penduduk yang keterlaluan dengan
kemunafikan
 
Catatan :
1.Kata Sahabat yang didefinisikan oleh bukhari
sendiri dan ulama lainnya adalah demikian, dan kalau kita jeli bahwa tidak ada
nash (dengan kata shabat nabi) itu seluruhnya adil, yang ada adalah anda dan
kami bisa memahami adanya makna sahabat itu di dalam alquran dengan orang2 yang
islam yang sezaman dengan nabi. Baik itu yang munafik atau yang tidak. Jadi 
tidak
ada secara nash seluruh sahabat adil bahkan tidak pula adanya nash yang
menyebutkan sebagian sahabat munafik, tapi yang ada adalah makna dari quran
yang kita ambil bahwa mereka yng sezaman dengan nabi dan islam baik itu yang
mukmin maupun yang munafik , dari mana pensifatan itu dari ayat lain yang
menjelaskan orang2 yang sezaman dengan nabi dan islam itu ada yang memiliki
sifat mukmin ada yang memiliki sifat munafik.
2. Kalau kita menganggap kata “sahabat” itu selalu
disifati dengan sifat baik, mak ahal itu keliru, sebab kata sahabat di dalam
quran tidak selalu disifati dengan kebaikan bahkan sebagian disifati dengan
keburukan, misahat sahabat neraka, sahabat iblis , ashab kaum rass yang
diazab,ashab neraka sa’ir, ashab madyan yang diazab, ashab qaryah yang 
diazabdll.
Sehingga makna ashab disini adalah netral tidak disifati dengan baik atau buruk
menurut mufradat Quran. 
 
Kesimpulan :
1. Ayat tersebut tidak menjelaskan keadilan seluruh sahabat, 
2 Ayat tersebut menjelaskan sebagian sahabat keterlaluan dalam kemunafikan.
 
silahkan disanggah mohon fokus pada ayat atau kalau sudah mentok boleh dengan 
ayat lainnya...

Zen

Kirim email ke