supados saimbang. ngarah teu doyong teuing ka siah, salian ti nagara siah eta, pakistan oge meunang oscar. film dokumenter 'saving face' beunang sharmeen obaid-chinoy dipilih jadi film dokumenter pondok panghadena.
kangge inpormasih, di pakistan, saur kitab pakta dunya bogana si ay e (awak intel amerika sarikat tea), suni leuwih loba manan siah.... haiah! Pada 28 Februari 2012 17:26, Waluya <[email protected]> menulis: > ** > > > Urang Persia kasohor rasa senina luhur/ gede, kabuktian ku meunangna Pilem > Iran dina kompetisi Oscar (Pilem Indonesia mah rarasaan mah acan kungsi > ..hehehe). Hebatlah, sanajan cenah di nagara asalna mah teu disambut > gumbira. Mudah-mudahan pilem nu judulna "The Separation" teh diputer di > Indonesia. > > > http://www.tempo.co/read/news/2012/02/27/111386722/Filmnya-Menangi-Oscar-Media-Iran-Mencibir > > Filmnya Menangi Oscar, Media Iran Mencibir > Senin, 27 Februari 2012 | 19:16 WIB > > TEMPO.CO, Teheran - Sorak-sorai penuh sukacita pecah saat film The > Separation karya sutradara Iran memenangi Piala Oscar 2012 untuk film > berbahasa asing terbaik. Namun tanggapan kontras muncul dari negeri > asalnya. > > Televisi pemerintah Iran menggambarkan kemenangan film itu sebagai > "kemenangan bagi Israel". Tema yang diangkat dalam film itu, katanya, > "terlalu menyerang Iran". > > Kelompok garis keras dalam beberapa tahun terakhir sangat membatasi > aktivitas berkesenian, tak terkecuali film. Banyak seniman yang memilih > hidup di luar negeri atau tetap beraktivitas namun di bawah tanah. > > Kaum konservatif Iran banyak yang marah dengan tema film karya Asghar > Farhadi ini. Film ini dianggap terlalu mengumbar kekacauan dalam negeri, > ketidaksetaraan gender, dan keinginan banyak warga Iran untuk meninggalkan > negara itu. > > The Separation bercerita tentang pasangan yang berada di ambang > perceraian. Cerita berpusat pada seorang suami yang melindungi ayahnya yang > menderita Alzheimer. Ia berada dalam konflik dengan istrinya, yang ingin > bermigrasi. Putri mereka menjadi korban 'perang' orang tuanya. > > Di dalam film ini digambarkan apa yang sebenarnya terjadi di Iran: kaum > mudanya yang bobrok, kehidupan sosial yang koyak, dan banyak persoalan > lain. > > Asghar Farhadi sendiri mengatakan tak menduga filmnya dinominasikan untuk > Oscar. Apalagi sampai menang seperti sekarang. "Pemerintah Iran jelas tak > sepakat sama sekali dalam hal ini," katanya. > > Bagaimanapun, kemenangan The Separation disambut gembira seniman Iran dan > masyarakat peminat perfilman Iran. Tahmineh Milani, sutradara Unwanted > Woman (pernah dinominasikan tahun 2005), menyebut Oscar untuk film Iran > adalah sumber "kebanggaan nasional." "Penghargaan ini menghidupkan kembali > harapan di hati semua rakyat Iran, terlepas dari profesi mereka," katanya. > > Nima Behdadi Mehr, kolumnis film pada harian pro-reformasi Mardomsalari, > percaya penghargaan itu akan membantu sinema Iran untuk keluar dari isolasi. > > Ia berharap Presiden Mahmoud Ahmadinejad akan memberikan Farhadi sebuah > "hadiah khusus" yang secara positif mempublikasikan prestasi Iran. > > TRIP B | TELEGRAPH > > __. > -- d-: dudi herlianto :-q paciringan.wordpress.com kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk
