BANDUNG, (PRLM),- Dakwah melalui jaringan internet dan saluran seluler belum dirasakan efektif. Penyebabnya hingga saat ini belum ada kajian ilmiah mengenai dampak dakwah dari “media baru” tersebut. Masyarakat masih memercayai metode dakwah dengan media lama seperti koran, radio, dan televisi Pendapat itu disampaikan M. Yajid Kalam, Manajer Divisi Pelayanan dan Dakwah Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), yang ditemui di Jln.Ganeca Bandung, Selasa (6/3). M. Yajid mencontohkan saat akan diadakan pengajian di Masjid Salman ITB, salah seorang pengurus menyebarkan informasi itu ke pengguna Facebook, Twitter, dan blog, respon kala itu sangat bagus. “Ribuan orang menyatakan diri akan hadir dalam acara pengajian. Tetapi kenyataanya tidak sampai setengahnya datang,” kata M. Yajid. Sehingga ia berkesimpulan dakwah melalui dunia maya belum terasa dampaknya. Namun demikian, Divisi Pelayanan dan Dakwah Masjid Salman ITB tidak menafikan, saat ini tren masyarakat mulai melirik dakwah melalui internet ataupun saluran seluler, mengalami peningkatan. Dia berharap masyarakat selektif terhadap pengelola laman dakwah. Integritas dari pengelola laman sangat penting terhadap akurasi isi dakwah. “Sebab Alquran dan Hadis memiliki multi tafsir sehingga harus orang-orang yang kredibel dalam menyampaikan ajaran Islam,” jelasnya. Selain kajian di dunia maya, pengelola laman juga diminta melakukan pertemuan rutin dengan para jamaah yang tergabung dalam laman tersebut. Tujuannya untuk menyamakan pandangan terhadap kajian dakwah yang dilakukan saat ini. (CA 04 – CA 10/A-107)***http://www.pikiran-rakyat.com/node/179550
=>http://albanduni.wordpress.com =>http://ahmadsahidin.wordpress.com
