Sim uing ge pernah naros ka ustadz waktos pangaosan di Bintaro.
Ceuk kuring tasauf euweuh keur zaman Rasululloh.
Jawaban manehna, kitu oge Fiqih. Euweuh. Komo deui Madzhab.
{ceuk manehna}
:)
------------------------------
On Wed, Mar 7, 2012 12:58 PM ICT Sp Saprudin wrote:
>Tasawuf elmu naon nyah? Kuring hoyong terang. Mun dipakatikeun jeung asal usul
>kecap Tasawuf asalna tina kecap الصوف (wol), anu asalna ti di Basrah. Jalma
>anu ngajalankeun tasawuf disebut Sufi (Sufiyah binti Endun) he..he.. Ari
>asensi ajaran tasawuf teh naon?
>Mun ajaran tasawuf bagian ti ajaran Islam, naha aya dalilna anu nerangkeun?
>Ari ceuk kuring kieu, parentah Al Qur'an jeung Sunnah (al hadits) wae oge can
>kacumponan 100%, aya deui tambahan Tasawuf.
>Kuring jalmo doif bin bodo, cig pangajelaskeun sakedik we (ceuk urang Jawa
>saotik we) ngenaan Tasawuf eta.
>
>Salam,
>
>________________________________
> Dari: Ahsa <[email protected]>
>Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; buku-islam
><[email protected]>; APISEJARAH komunitas
><[email protected]>
>Dikirim: Rabu, 7 Maret 2012 12:28
>Judul: [kisunda] Buku Saku Tasawuf
>
>
>
>
>
>Judul : Buku Saku Tasawuf
>Penulis :Haidar Bagir
>Penerbit : Arasy Mizan
>Cetakan : I, April 2005
>Tebal : 245 halaman
>
>Mendengar kata tasawuf, yang terbetik dalam benak adalah sesuatu yang berat.
>Sesuatu yang jauh, yang tidak terjangkau oleh akal awam kita. Berpakaian serba
>putih, memelihara jenggot panjang dan menjauhi kehidupan dunia, hidup dalam
>kekurangan ekonomi alias miskin dan berpakaian lusuh. Gambaran itulah yang
>kerap dimunculkan, saat mendengar kata tasawuf, dan juga sufi (para pelaku
>tasawuf).
>Ini masih ditambah lagi dengan pernyataan-pertanyaan ganjil atau nyleneh yang
>seringkali susah dipahami dan terkesan melanggar keyakinan umum kaum Muslim.
>Seperti ucapan Al Hajjaj dan Ba Yazid Al-Busthami, misalnya `’Akulah Sang
>Kebenaran” (ana Al-Haqq) atau `’Tak ada apapun dalam jubah – yang dipakai oleh
>Busthami – selain Allah.”
>Lalu, bagaimana dengan pengalaman spiritual seseorang yang merasa dekat dengan
>Allah SWT sehingga mengaku bertemu Malaikat Jibril? Mendapat wahyu ataupun
>hal-hal gaib, pengalaman yang tak dialami oleh orang kebanyakan. Apakah dia
>juga sufi dan merupakan hasil dari menekuni jalan tasawuf? Untuk menjawab
>berbagai pertanyaan itu, Haidar Bagir, membahasnya dalam buku saku berukuran
>kecil sehingga mudah dibawa ke manapun.
>Dalam buku ini, Ketua Pusat Pengembangan Tasawuf Positif IIMAN ini menjelaskan
>dengan bahasa lugas dan relatif mudah dimengerti, mengenai tasawuf dan seluk
>beluknya.
>Haidar juga `mengampanyekan’ tasawuf positif yang berdampak nyata dalam
>kehidupan pelakunya sehari-hari. Pemahaman yang benar mengenai tasawuf
>positif, akan melahirkan seorang sufi yang berakhlak baik. Ia memberikan
>contoh mengenai banyaknya pengalaman spiritual Lia Aminuddin, yang mengaku
>sebagai Imam Mahdi. Soal seringnya Lia bercengkerama dengan Malaikat Jibril,
>menurut Haidar, hanya dia dan Rabb-nya yang tahu. Yang lebih penting, penulis
>buku ini mempertanyakan, apakah semua pencapaian spiritual itu, membuat Lia
>menjadi orang yang sangat concern dengan kaum dhuafa dan kaum mustadh’afin
>atau tidak?
>Tasawuf positif adalah sebuah pemahaman atas tasawuf yang berupaya mendapatkan
>manfaat dari segala kelebihan dalam hal pemikiran dan disiplin yang
>ditawarkannya seraya menghindari ekses-eksesnya, sebagaimana terungkap dalam
>sejarah Islam. Selain itu, betapapun diembel-embeli istilah `positif’ ,
>tasawuf ini tetap mempromosikan konsep Allh dalam dua perwujudan, yakni
>perwujudan keindahan dan cinta (jamal) di samping perwujudan keagungan dan
>kedahsyatan (jalal).
>Tema tersebut menggambarkan bahwa metode tasawuf merepresentasikan sifat Islam
>yang, selain berorientasi syariat, juga menekankan metode cinta. Selama ini
>kita menganggap bahwa cinta kasih itu kaitannya dengan agama Nasrani,
>sedangkan Islam identik semata-mata dengan syariah, ketaatan pada hukum,
>disiplin pada hukum. Hal ini, menurut penulis, merupakan akibat dari pemahaman
>secara eksklusif atas aspek jalal (tremendum) Allah. Kita `lupa’ pada satu
>aspek lainnya.
>Membaca buku ini, kita diajak untuk mendalami sejarah tasawuf, perjalanannya,
>kemabukan yang dialami sufi dan penyebabnya serta manfaat dari menekuni jalan
>tasawuf dalam kehidupan modern kita saat ini. Tujuan terpenting dari
>perjalanan itu adalah lahirnya akhlak yang baik dan menjadi orang yang
>bermanfaat bagi orang lain.
>Buku ini mudah dipahami bagi para pemula, meskipun akan lebih baik, jika
>penulisan kalimat-kalimatnya tidak terlalu panjang. Terlepas dari kekurangan
>tersebut, buku ini memberikan manfaat bagi orang yang selama ini penasaran
>dengan tasawuf dan hanya mempunyai sedikit waktu untuk membacanya. (Jumat, 12
>Agustus 2005/www.republika.co.id)
>
>
>=>http://albanduni.wordpress.com =>http://ahmadsahidin.wordpress.com
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/