(Sedikit) Pemikiran Quraish Shihab tentang Quran 

Judul: Mukjizat Quran: Ditinjau dari Aspek Kebahasaan Isyarat Ilmiah dan 
Pemberitaan Gaib
Penulis: Muhammad Quraish Shihab
Penerbit: Mizan, 2003

MUHAMMAD Quraish Shihab dikenal sebagai ulama dan cendekiawan yang mumpuni 
dalam tafsir dan kajian Al-Quran. Karya tulisnya cukup banyak. Hampir semua 
bukunya berkaitan dengan tafsir dan kajian Al-Quran. Kalau dilihat dari latar 
belakang pendidikannya, beliau memang konsentrasi dalam kajian Quran dan 
tafsir. Tidak salah kalau kemudian berhasil merampungkan Tafsir Al-Mishbah 
sebagai karyanya.
 
Dalam karier, beliau pernah menjadi Menteri Agama Republik Indonesia dan 
pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Juga menjadi professor untuk kajian 
Quran di beberapa universitas di Indonesia. Hampir setiap Ramadhan mengisi 
kajian tafsir di salah satu televisi. Begitu juga di koran-koran seringkali 
muncul artikel-artikelnya. Beberapa tanya jawab soal agama telah dikumpulkan 
dalam sebuah buku yang cukup tebal dan diterbitkan Lentera Hati  Jakarta. Kalau 
tidak salah bukunya berjudul “M.Quraish Shihab Menjawab”. Buku tersebut, 
mungkin bisa disebut fatwa-fatwa beliau karena dari segi isi berupa tanya jawab 
mulai dari ibadah, rumah tangga, sosial, dan perbedaan mazhab terdapat dalam 
buku tersebut. 
 
Alhamdulillah, sekira tiga judul buku karya beliau saya miliki di rumah. Salah 
satunya berjudul ‘Mukjizat Quran: Ditinjau dari Aspek Kebahasaan Isyarat Ilmiah 
dan Pemberitaan Gaib yang diterbitkan Mizan, 2003. Buku ini saya baca akhir 
pekan lalu, tetapi tidak beres. Biasa banyak aktivitas. Sekarang ini sudah 
masuk bab IV bagian Bahasa Al-Quran. 
 
Dari bagian tersebut, saya mendapat pencerahan tentang bahasa Arab yang 
istimewa. Karena itu, Allah menjadikannya sebagai bahasa Quran. Menurut 
Quraish, setiap perubahan harakat dalam kalimah yang sama pada bahasa Arab, 
artinya bisa berbeda. Bahkan dalam melafalkan huruf kalau salah dapat berbeda 
artinya. Saya baru sampai bagian ini. Maklum membacanya sambil melakoni kerjaan 
sehingga tidak terlalu serius.  
 
Tentang mukjizat
Sementara pada  Bab  I sampai III atau bagian sebelumnya, Quraish Shihab 
pandangannya dalam soal mukjizat tidak jauh berbeda dengan yang lain. Quraish 
menerangkan, mukjizat bersifat khusus dan diberikan kepada Nabi untuk 
melemahkan kekuatan lawan sehingga tunduk dan mengakui kebenaran yang dibawa 
Sang Nabi. Oarng yang kuat ditebas golok atau mampu makan pecahan kaca dalam 
seni debus dari Banten tidak masuk mukjizat karena kepiawaian tersebut dimiliki 
karena sebelumnya dilatih atau berlatih dan dipersiapkan dahulu. Sedangkan 
mukjizat justru langsung diberikan dari Allah sebagai jawaban untuk manusia 
yang tidak yakin. 
 
Kemudian tentang Al-Quran sebagai karya Allah. Menurut Quraish,  Quran berasal 
dari Allah dan tidak ada yang menandinginya. Manusia sampai sekarang ini belum 
ada yang mampu menandingi keindahan susunan kata, susunan kalimat, susunan 
sastra, dan isinya yang begitu indah dan penuh makna serta melahirkan para 
penafsir (muafsir). Irama lafalnya pun terasa enak dibaca dengan gaya dan lagam 
yang berbeda. Para pembaca Quran (qari) dari berbagai negara berbeda satu sama 
lain dalam melantukan Al-Quran. Bahkan, sampai lombanya yang diadakan seluruh 
dunia.   
  
Teguran Kepada Nabi
Quraish menyebutkan, Quran benar-benar karya Allah dan bukan karya Muhammad 
saw.  Hal ini terlihat dari koreksi Allah atas tindakan Nabi yang termuat dalam 
Quran. Misalnya teguran Allah kepada Nabi tentang bermuka masam kepada orang 
buta yang ingin belajar agama. Dalam surah Abatasa, Nabi ditegur karena lebih 
memperhatikan bangsawan Quraisy ketimbang orang yang ingin belajar agama. 
Kemudian tentang Perang Uhud, Nabi mengecam para musyrikin Makkah. Turunlah 
surah Ali Imran ayat 128 yang menegur Nabi. Juga tentang tawanan Perang Badar 
yang justru dalam curah pendapat yang diambil pendapatnya Umar bin Khaththab 
bahwa tawanan harus dibunuh. Allah dalam surah Anfal ayat 67-69 menegur Nabi 
yang mengambil pendapat harus dimaafkan (silakan baca buku Mukjizat Quran 
halaman 77-81). [Pandangan Quraish Shihab berkaitan dengan ayat-ayat di atas 
yang dianggap sebagai teguran kepada Nabi bertentangan dengan pendapat Ustadz 
Jalaluddin Rakhmat bahwa Nabi Muhammad saw
 berdasarkan pada ayat-ayat Quran merupakan seorang manusia suci, berakhlak 
mulia, ucapannya berdasarkan wahyu, dan teladan yang baik]. 
 
Ayat-ayat yang bersifat teguran kepada Nabi Muhmmad saw, menurut Quraish 
Shihab, merupakan bukti Quran bena-benar berasal dari Allah. Tidak percaya, 
silakan baca sendiri! 
 
[Ahmad Sahidin, pembaca buku dan guru di sekolah cerdas muthahhari]   

 
www.albanduni.wordpress.com  www.ahmadsahidin.wordpress.com

Kirim email ke