http://islamtimes.org/ms/



Iran: AS dan Barat Akhirnya Harus Menerima Realitas Nuklir Iran
Islam Times- "Jadi, akan bermanfaat bagi mereka untuk menerima realitas ini 
lebih cepat," tambahnya dan menekankan kembali bahwa Iran menjadi 
anggota klub nuklir internasional dan Iran berhak untuk memiliki haknya.
 
Seorang anggota senior Majlis Republik Islam Iran dalam sebuah 
laporan yang dimuat dalam Situs Kantor Berita ISNA, mengesampingkan 
semua kemungkinan untuk menunda kegiatan pengayaan uranium di negara 
itu. Dikatakannya, AS dan kekuatan Barat cepat atau lambat akan menerima
 "realitas nuklir" Republik Islam. 

"Hari ini, secara praktis 
Iran dalam posisi menikmati perintah terbesar dari berbagai aspek 
pengetahuan nuklir. Cepat atau lambat, AS dan negara-negara Barat akan 
menerima realitas nuklir Republik Islam Iran," jelas Ketua Komite 
Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mengatakan 
kepada ISNA, Selasa, 03/04/12.

"Jadi, akan bermanfaat bagi mereka
 untuk menerima realitas ini lebih cepat," tambahnya dan menekankan 
kembali bahwa Iran menjadi anggota klub nuklir internasional dan Iran 
berhak untuk memiliki haknya.

"Kereta api nuklir tidak akan pernah berhenti di Iran," katanya lagi.

Dia
 menjelaskan bahwa Iran sudah memenangkan "kontes tidak seimbang" yang 
diciptakan oleh Barat dalam beberapa tahun terakhir, dan menambahkan 
bahwa Tehran akan membela hak-hak nuklirnya sesuai dengan koridor dan 
peraturan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Non-Proliferasi 
nuklir (NPT).

Boroujerdi juga menyingung keputusan terbaru 
Presiden AS Barack Obama yang  menyetujui tambahan sanksi minyak 
terhadap Iran dan mengatakan langkah tersebut hanya sekedar melayani 
tujuan kampanyenya supaya pemilihan presiden mendatang di Amerika 
Serikat Obama terpilih kembali.

"Obama membuat pernyataan 
tersebut untuk kampanye pemilu, entah bagaimana caranya dia akan 
memenangkan suara lebih banyak," katanya. [Islam Times/on/Press Tv/ISNA]

Kirim email ke