www.indonesia.irib.com


Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton seraya mengisyaratkan kedekatan 
kerjasama Washington dan Tel Aviv di tingkat militer dan strategi 
menyatakan, serangan sepihak Israel ke Iran tidak menguntungkan siapa 
pun.
 
Saat diwawancarai televisi ABC, Clinton secara 
mengisyaratkan kedekatan kerjasama militer AS dan Israel menandaskan, 
tidak ada yang diuntungkan dari serangan sepihak Tel Aviv ke Tehran.
 
Menlu AS menandaskan, seperti yang dinyatakan Obama kepada petinggi 
Israel, ini merupakan pandangan pasti kami bahwa serangan Israel ke Iran tidak 
menguntungkan pihak manapun.
 
Tanpa memberikan 
penjelasan soal laporan kemungkinan Israel memanfaatkan pangkalan 
militer AS di Azerbaijan untuk menyerang Iran, Clinton mengatakan, jalur 
diplomatik menguntungkan semua pihak. Ia pun enggan memberikan respon 
soal solusi alternatif jika perundingan nuklir antara Iran dan Kelompok 
5+1 menemui kegagalan.
 
"Saya tidak ingin memikirkan 
kegagalan perundingan Iran dan Kelompok 5+1, karena kami ingin 
merealisasikan upaya terbaik dalam masalah ini. Oleh karena itu, saya 
tidak ingin dibayangi kegagalan perundingan nuklir dengan Iran dan saya 
juga tidak ingin petinggi Iran memiliki bayangan serupa bahwa kami 
menghentikan perundingan di tengah jalan," tegas Clinton.
 
Statemen Clinton ini dirilis disaat Ahad pekan lalu, ia mengisyaratkan 
arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma, Sayid Ali 
Khamenei bahwa senjata pemusnah massal haram hukumnya. Ia menyatakan 
bahwa Iran harus membuktikan program nuklirnya tidak mengarah ke militer dengan 
mengirimkan sejumlah uranium yang diperkayanya.
 
Menlu AS di akhir wawancaranya dengan ABC menambahkan, saya mengharap 
kita bersatu di perundingan yang akan digelar di Istanbul dan secara 
jujur menghilangkan kekhawatiran atas bahaya program nuklir Tehran serta 
menghapus kesalahpahaman yang ada. (IRIB Indonesia/MF

Kirim email ke