Bhinneka Tunggal Teunggeul ayeuna mah... *coba lalajo di gedung DPR* Salam
Cep Gundala Putra Ketir ================== Dikintun ku pun Blekbengker® Hape Meunang Meuli lain Meunang Nyieun Sorangan... -----Original Message----- From: "Waluya" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 12 Apr 2012 08:11:21 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [kisunda] Fw: "Ekspor" Bhineka Tunggal Ika Kacirina motto "Bhineka Tunggal Ika" beuki populer, Presiden Obama dina pidatona di UI, nyebut-nyebut hal ieu, ayeuna Menteri Inggris nyebutkeun motto ieu kudu di"ekspor". Hebat nu nyiptakeun motto ieu, ngan hanjakal ayeuna di urang Indonesia sorangan, motto ieu teu pati dipake .... Selasa, 10 Februari 2009 | 18:41 WIB Indonesia Perlu 'Mengekspor' Bhineka Tunggal Ika Besar Kecil Normal TEMPO Interaktif, Jakarta: Bhineka Tunggal Ika yang maksudnya berbeda tapi satu (unity in diversity) adalah pemikiran dan semboyan Indonesia yang layak disiarkan ke dunia internasional. Bahkan, Indonesia perlu "mengekspor" pemikiran Bhineka Tunggal Ika ke berbagai belahan dunia. Bill Rammel, Menteri Negara untuk Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris, menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Selasa (10/2). Tiba di Jakarta pada Senin (9/2) malam untuk kunjungan dua hari, Menteri Rammel memberikan pidato khusus berjudul Unity in Diversity di lembaga Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilizations di Jalan Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa siang. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dien Syamsuddin serta sejumlah tokoh lain. Menteri Rammel datang untuk membahas peran positif Indonesia dalam peristiwa penting dunia. "Kehadiran saya di Jakarta adalah karena pengaruh Indonesia dalam peristiwa dunia. Dan karena keberhasilan negeri ini mengatasi otoritarianisme dan konflik," ujar Rammel. Selanjutnya, dia mengatakan, "Inggris tidak memiliki motto nasional, namun jika kami harus memilikinya, rasanya tak ada yang lebih tepat dari itu (Bhineka Tunggal Ika, Red)" . Menurut dia, betapa besar perdamaian dan manfaat yang bisa dipetik bila prinsip berbeda tapi satu ini diterapkan pula di negara-negara lain. Umpama, di Timur Tengah di mana Palestina selalu berkonflik dengan Israel, Afganistan, dan di Irak di mana kaum Sunni, Syiah dan Kurdi kerap bertikai. Sebelum berpindato di CCDC, Rammel menerima tiga media Ibu Kota, termasuk Tempo untuk brifing terbatas di Kedutaan Besar Inggris di Jalan Teuku Umar 72- 74, Jakarta Pusat. Menjawab pertanyaan Tempo tentang langkah Inggris seusai perang Israel – Hammas, yang berkobar pada Februari lalu, Menteri Rammel menjawab: "Sejak awal pemerintah Inggris aktif menyerukan genjatan senjata, secara privat maupun publik." Inggris mengutuk Hamas yang menyerang warga sipil Israel, walau pun "Menurut hemat kami, respons pihak militer Israel tidaklah proporsional." Menurut Rammel, genjatan senjata dan bantuan kemanusiaan saja tidaklah cukup. "Ada urgensi mencari solusi jangka panjang untuk problem ini." HERMIEN Y KLEDEN
