Peuting tadi uing lalajo dina MetroTV acara nu dijudulan "saresehan anak
negeri'. Nu diomongkeun kagorengan pamarentah, nu ngomongna jelemana eta-eta
keneh. Lain uing pro pamarentah, ngan cik atuh nu diondang ngomong teh, entong
jelemana eta-eta keneh (ngan sabudeureun jakarta), Indonesia teh lega,
pendudukna leuwih ti 200 juta, tapi opini dikeukeuweuk ku para elite jakarta nu
ngan saeutik?
Isuk-isuk maca detikNews, salah saurang menteri nu populer ayeuna Dahlan Iskan
rek di interpelasi ku DPR. Loba nu nyebutkeun gawe Dahlan Iskan hade. Tapi da
DPR mah sigana teu resepeun, langsung make hak interpelasi. Naha teu make
konsultasi heula?
Lamun carana kieu, lila-lila, moal aya kaum profesional daek jadi menteri, ari
ukur jadi sasaran tembak para politikus mah. Padahal di kaum profesional ieu,
aya harepan nagara diurus kalawan bener. Hiji kaayaan nu matak mawa frustasi.
Ini Dia Anggota DPR yang Usul Interpelasi untuk Dahlan Iskan
Moksa Hutasoit - detikNews
Jumat, 13/04/2012 07:16 WIB
Jakarta 38 Anggota DPR sudah meneken usulan untuk penggunaan hak interpelasi
bagi Meneg BUMN, Dahlan Iskan. Usulan ini terkait diterbitkannya Keputusan
Menteri BUMN Dahlan Iskan No. KEP-236/MBU/2011.
Berdasarkan siaran pers dari Wakil Ketua Komisi VI, Aria Bima, Jumat
(13/4/2012), ada 38 anggota DPR yang sudah setuju penggunaan hak tersebut.
Mereka semua berasal dari tujuh fraksi yang ada, yakni Fraksi Partai Golkar,
Fraksi Partai PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai PAN, Fraksi
Partai Hanura, Fraksi Partai PPP, dan Fraksi Partai PKS.
Berikut adalah daftar nama pengusul hak interpelasi tersebut yang diterima
redaksi:
1. DR. Ir. H. LILI ASDJUDIREDJA, SE, Ph.D (Fraksi Partai Golkar)
2. PROF. DR. HENDRAWAN SUPRATIKNO (Fraksi PDI Perjuangan)
3. H CHAIRUMAN HARAHAP SH, MH (Fraksi Partai Golkar)
4. EDHY PRABOWO, MM, MBA (Fraksi Partai Gerindra)
5. Ir. H.M. IDRIS LAENA (Fraksi Partai Golkar)
6. H. NASRIL BAHAR, SE (Fraksi PAN)
7. Ir. H. EDDY KUNTADI (Fraksi Partai Golkar)
8. LUKMAN HAKIM (Fraksi Partai Gerindra)
9. MARZUKI DAUD (Fraksi Partai Golkar)
10. KH ISKANDAR SYAICHU (Fraksi PPP)
11. ERIK SATRYA WARDHANA (Fraksi Partai Hanura)
12. SUKUR NABABAN (Fraksi PDI Perjuangan)
13. ADISATRYA SURYO SULISTO (Fraksi PDI Perjuangan)
14. DANIEL LUMBAN TOBING (Fraksi PDI Perjuangan)
15. ABDUL AZIZ S. (Fraksi Partai PKS)
16. ARIA BIMA (Fraksi Partai PDI Perjuangan)
17. H. REFRIZAL (Fraksi PKS)
18. ERIKO SUTARDUGA (Fraksi PDI Perjuangan)
19. HAYANI ISMAN (Fraksi Partai Golkar)
20. DODI REZA ALEX (Fraksi Partai Golkar)
21. ADI PUTRA TAHIR (Fraksi Partai Golkar)
22. BOBBY RIZALDI (Fraksi Partai Golkar)
23. IR. MARKUS NARI, M.SI (Fraksi Partai Golkar)
24. MUHIDIN SAID (Fraksi Partai Golkar)
25. A. RIO IDRIS (Fraksi Partai Golkar)
26. ADI SUKEMI, ST, MM (Fraksi Partai Golkar)
27. H. DITO GANINDUTO, MBA (Fraksi Partai Golkar)
28. IR. SATYA WIDYA YUDHA, ME, M.SC (Fraksi Partai Golkar)
29. BUDI SUPRIYANTO, SH, MH (Fraksi Partai Golkar)
30. BAMBANG SUTRISNO (Fraksi Partai Golkar)
31. H.M. NASRUDIN, SH (Fraksi Partai Golkar)
32. ENDANG AGUSTINI SYARWAN H. SIP (Fraksi Partai Golkar)
33. H. HARDISOESILO (Fraksi Partai Golkar)
34. EMIL ABENG (Fraksi Partai Golkar)
35. HM. MAHFUDH, MSI (Fraksi Partai Golkar)
36. H. NANANG SULAIMAN, SE (Fraksi PPP)
37. H. ABDUL WACHID (Fraksi Partai Gerindra)
38. AGUNG JELANTIK (Fraksi Partai Gerindra)
Sejumlah anggota DPR menilai keputusan Dahlan tersebut melanggar peraturan yang
lebih tinggi di atasnya. Di dalam aturan tersebut, Dahlan menyatakan
pendelegasian sebagian wewenang menteri negara BUMN, sebagai wakil pemerintah
selaku pemegang saham BUMN, kepada pejabat eselon I Kementerian BUMN, dewan
komisaris, maupun direksi BUMN.
Lewat Kepmen ini, memang banyak birokrasi yang dipangkas Dahlan. Contohnya
seperti penunjukkan direksi BUMN tanpa melalui mekanisme rapat umum pemegang
saham (RUPS) dan tanpa mekanisme tim penilai akhir (TPA).
"Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, sebagai pembantu Presiden, telah mengeluarkan
suatu keputusan menteri yang secara substansial maupun legal-formal melanggar
atau bertabrakan dengan peraturan perundangan di atasnya," kata Aria Bima, Kamis
(12/4) kemarin.
Aria mengatakan, karena Kepmen ini, pejabat eselon I atau deputi kementerian
negara BUMN dapat menunjuk direksi BUMN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) atau mekanisme TPA (Tim Penilai Akhir).
Hal ini telah terjadi dalam kasus penunjukkan langsung direksi PT Garuda
Indonesia Tbk, PT Pelni (Persero), PT RNI (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara
III (Holding).
Menurut Aria yang anggota Fraksi PDIP ini, Kepmen BUMN No. KEP-236/MBU/2011
tersebut juga mengamandemen atau meniadakan ketentuan yang tercakup dalam
peraturan perundangan yang berada di atasnya. Sehingga jika dibiarkan akan
mengacaukan tata urutan peraturan perundangan, selain bertentangan dengan UU No.
10/2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan.
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/