Rabu, 09 Mei 2012 16:31 Komar; Kami Butuh Jalan Yang Mulus, Bukan Bandara di Banten Selatan
- <https://mail.google.com/media/k2/items/cache/6faf95a407946923d692f4ddda792716_XL.jpg>Buruknya infrastruktur dan minimnya kendaraan umum menjadikan daerah wisata di Banten Selatan menjadi terisolir dan menjadikannya mahal bagi kantong para Backpacker Taman Jaya (9/5), Bantenesia - Rencana pembangunan Bandara Udara di daerah Panimbang, Pandeglang di Banten Selatan menuai banyak kecaman. Pemerintah Banten mengusulkan daerah Panimbang menjadi lokasi bandara udara di Selatan Banten yang rencananya akan menjadi proyek pariwisata terpadu. Dibalik kemegahan proyek tersebut, para pengusaha kelas menengah dan kecil di Ujung Kulon dan Sawarna mengeluhkan kelanjutan proyek bandara udara yang dianggap tidak jelas keberpihakannya bagi pengusaha wisata kelas bawah. Komarudin (43) selaku Ketua Paguyuban Home Stay Taman Jaya di Ujung Kulon mengeluhkan "Kenapa jalan di kecamatan kami, dari Sumur ke Ujung Jaya di Ujung Kulon tidak juga di aspal sejak zaman kemerdekaan, padahal potensi wisata di daerah kami sudah sangat mendunia dan sudah ditetapkan menjadi world heritage oleh Unesco PBB," tutur Komar saat dihubungi oleh Bantensia (9/5). Lain lagi penuturan Endang Hudri (43) ketua paguyuban Home Stay Sawarna "Kalau boleh memilih, sebaiknya jalan dari Saketi ke Malingping diperbaiki dan di aspal mulus untuk kenyaman berkendara setiap wisatawan, sebab selama ini banyak wisatawan yang datang ke Sawarna memilih lewat Sukabumi karena jalannya lebih baik," ujar Endang melalui sambungan telepon selular (9/5). Menurut Arif Kirdiat (35) Direktur Banten Adventure yang pernah menjabat sebagai Manager Garuda Citilink "Kiranya pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan bandara udara di Panimbang, karena beberapa bandara sejenis mati sebelum dipakai oleh maskapai penerbangan. Bandara Toraja yang tidak terpakai, bandara Banyuwangi yang terbengkalai dan bandara Kutai yang menyisakan masalah hukum menjadi catatan tersendiri. Untuk proses check in dan landing, setiap penumpang harus stand by minimla satu sampai dua jam di bandara, lebih baik dana yang ada digunakan untuk memperbaiki jalan di jalur wisata Anyer-Carita, Pandeglang-Sumur dan Saketi - Malingping," tutur Arif. Sementara itu, Lukman Hakim (71) pengamat pariwisata yang juga penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten mengatakan bahwa rencana pembangunan Bandara Panimbang adalah proyek tanpa dasar perencanaan yang matang, karena banyak stake holder pariwisata dan pelaku ekonomi yang tidak dilibatkan dalam proses perencanaannya. (B01) 2012/5/11 Sp Saprudin <[email protected]> > ** > > > Pemprov Banten Bahas Persiapan Pembangunan Bandara Banten Selatan > Rabu, 9 Mei 2012 | 8:04 > [image: Ilustrasi bandara. [google]]Ilustrasi bandara. [google] > [SERANG] Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan segera membahas > persiapan pembangunan Bandara Banten Selatan (Bansel) dengan Pemerintah > Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan > lembaga-lembaga terkait lainnya. > > Pembahasan persiapan pembangunan bandara ini sebagai tindak lanjut Surat > Keputusan (SK) Kemenhub Nomor 433/2010 tentang Penetapan Lokasi Bandara > Udara Baru, serta Rencana Pembangunan Bandara di Kabupaten Pandeglang. > > Dalam SK Kemenhub tersebut ditegaskan bahwa Pemprov Banten harus mulai > menyiapkan pelaksanaan pembangunan bandara 36 bulan setelah SK tersebut > dikeluarkan sejak 2011 lalu. > > Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) > Provinsi Banten, Husni Hasan, di Serang, Selasa (8/5) menjelaskan Pemprov > Banten akan membahas rencana pembangunan Bandara Banten Selatan yang akan > dibangun di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang dengan Gubernur > Banten Hj Ratu Atut Chosiyah, Kemenhub, dan lembaga terkait lainya. > > “Pembahasan itu akan dilaksanakan pada Rabu (9/5) ini. Pembahasan ini > dilakukan untuk memantapkan persiapan pembangunan bandara tersebut,” jelas > Husni. > > Menurut Husni, untuk merumuskan rencana pembangunan bandara ini, perlu > adanya kebijakan gubernur, karena pembangunan bandara tersebut, pendanaanya > hampir seluruhnya dari pihak swasta. > > Husni juga mengaku, Pemprov Banten akan terus berupaya untuk bisa > merealisasikan pembangunan bandara tersebut untuk menunjang keberadaan > Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata di Tanjung Lesung, > Pandeglang. > > Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Provinsi Banten M Shaleh > mengatakan, dalam pembangunan bandara ini terdapat tiga opsi, yakni > pembangunan itu dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan > menggaet investor. > > Kedua, membuat badan usaha baru, dan ketiga dengan cara dilakukan > pelelangan terbuka terkait pembangunan bandara tersebut. Menurut Shaleh, > untuk opsi pertama yaitu gubernur bisa langsung menunjuk BUMD untuk > langsung melakukan pembangunan dengan pihak swasta. > > Namun, pihak swasta tidak menyetujui keinginan itu, karena investasi yang > ditanamkannya lebih besar dari BUMD Provinsi Banten. “Investasi BUMD Banten > hanya 5 persen, sedangkan swasta mencapai 95 persen. Sehingga swasta > menolak kalau pembangunannya atas nama BUMD Banten,” ujar Shaleh. > > Opsi kedua yaitu dengan membuat BUMD baru yang dikhususkan untuk membangun > dan mengurus bandara. Namun cara ini memiliki kelemahan dari segi waktu, > karena waktu untuk pembuat BUMD sangatlah lama, karena memerlukan adanya > Peraturan Daerah (Perda) baru tentang BUMD yang akan dibentuk tersebut. > > Sedangkan untuk opsi yang ketiga dengan cara melakukan lelang terbuka. > Lelang proyek pembangunan bandara tersebut bisa diikuti oleh investor dari > mana saja. > > “Saya secara pribadi lebih memilih opsi ketiga yakni lelang terbuka,” > jelas Shaleh. Untuk diketahui, Bandara Banten Selatan ini dibangun untuk > menunjang keberadaan KEK Pariwisata Tanjung Lesung. > > Rencana tahap awal pembangunan bandara tersebut akan dibangun *run > way*sepanjang 2.500 meter, dengan lebar 30 meter. > > Sedangkan untuk jangka panjangnya, *run way*(landas pacu) akan dibangun > hingga panjang 3.500 meter sehingga bisa digunakan oleh pesawat sejenis > Boeing dan pesawat berbadan besar lainnya. > [149] > > > http://www.suarapembaruan.com/nasional/pemprov-banten-bahas-persiapan-pembangunan-bandara-banten-selatan/19950 > > > >
