Beungeutna plastik, boa-boa otakna oge plastik ^_^ 2012/5/16 Sp Saprudin <[email protected]>
> ** > > > *Komar; Kami Butuh Jalan Yang Mulus, Bukan Bandara di Banten Selatan* > > > <http://id.mg61.mail.yahoo.com/media/k2/items/cache/6faf95a407946923d692f4ddda792716_XL.jpg>Buruknya > infrastruktur dan minimnya kendaraan umum menjadikan daerah wisata di > Banten Selatan menjadi terisolir dan menjadikannya mahal bagi kantong para > Backpacke > Taman Jaya (9/5), Bantenesia - Rencana pembangunan Bandara Udara di daerah > Panimbang, Pandeglang di Banten Selatan menuai banyak kecaman. Pemerintah > Banten mengusulkan daerah Panimbang menjadi lokasi bandara udara di Selatan > Banten yang rencananya akan menjadi proyek pariwisata terpadu. > Dibalik kemegahan proyek tersebut, para pengusaha kelas menengah dan kecil > di Ujung Kulon dan Sawarna mengeluhkan kelanjutan proyek bandara udara yang > dianggap tidak jelas keberpihakannya bagi pengusaha wisata kelas bawah. > Komarudin (43) selaku Ketua Paguyuban Home Stay Taman Jaya di Ujung Kulon > mengeluhkan "Kenapa jalan di kecamatan kami, dari Sumur ke Ujung Jaya di > Ujung Kulon tidak juga di aspal sejak zaman kemerdekaan, padahal potensi > wisata di daerah kami sudah sangat mendunia dan sudah ditetapkan menjadi > world heritage oleh Unesco PBB," tutur Komar saat dihubungi oleh Bantensia > (9/5). > Lain lagi penuturan Endang Hudri (43) ketua paguyuban Home Stay Sawarna > "Kalau boleh memilih, sebaiknya jalan dari Saketi ke Malingping diperbaiki > dan di aspal mulus untuk kenyaman berkendara setiap wisatawan, sebab selama > ini banyak wisatawan yang datang ke Sawarna memilih lewat Sukabumi karena > jalannya lebih baik," ujar Endang melalui sambungan telepon selular (9/5). > Menurut Arif Kirdiat (35) Direktur Banten Adventure yang pernah menjabat > sebagai Manager Garuda Citilink "Kiranya pemerintah mengkaji ulang rencana > pembangunan bandara udara di Panimbang, karena beberapa bandara sejenis > mati sebelum dipakai oleh maskapai penerbangan. Bandara Toraja yang tidak > terpakai, bandara Banyuwangi yang terbengkalai dan bandara Kutai yang > menyisakan masalah hukum menjadi catatan tersendiri. Untuk proses check in > dan landing, setiap penumpang harus stand by minimla satu sampai dua jam di > bandara, lebih baik dana yang ada digunakan untuk memperbaiki jalan di > jalur wisata Anyer-Carita, Pandeglang-Sumur dan Saketi - Malingping," tutur > Arif. > *Sementara itu, Lukman Hakim (71) pengamat pariwisata yang juga penasihat > Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten mengatakan bahwa rencana > pembangunan Bandara Panimbang adalah proyek tanpa dasar perencanaan yang > matang, karena banyak stake holder pariwisata dan pelaku ekonomi yang tidak > dilibatkan dalam proses perencanaannya. (B01)* > > >
