Komar; Kami Butuh Jalan Yang Mulus, Bukan Bandara di Banten Selatan       
Buruknya infrastruktur dan minimnya kendaraan umum menjadikan daerah wisata di 
Banten Selatan menjadi terisolir dan menjadikannya mahal bagi kantong para 
Backpacke
Taman Jaya (9/5), Bantenesia - Rencana pembangunan Bandara Udara di daerah 
Panimbang, Pandeglang di Banten Selatan menuai banyak kecaman. Pemerintah 
Banten mengusulkan daerah Panimbang menjadi lokasi bandara udara di Selatan 
Banten yang rencananya akan menjadi proyek pariwisata terpadu.
Dibalik kemegahan proyek tersebut, para pengusaha kelas menengah dan kecil di 
Ujung Kulon dan Sawarna mengeluhkan kelanjutan proyek bandara udara yang 
dianggap tidak jelas keberpihakannya bagi pengusaha wisata kelas bawah.
Komarudin (43) selaku Ketua Paguyuban Home Stay Taman Jaya di Ujung Kulon 
mengeluhkan "Kenapa jalan di kecamatan kami, dari Sumur ke Ujung Jaya di Ujung 
Kulon tidak juga di aspal sejak zaman kemerdekaan, padahal potensi wisata di 
daerah kami sudah sangat mendunia dan sudah ditetapkan menjadi world heritage 
oleh Unesco PBB," tutur Komar saat dihubungi oleh Bantensia (9/5).
Lain lagi penuturan Endang Hudri (43) ketua paguyuban Home Stay Sawarna "Kalau 
boleh memilih, sebaiknya jalan dari Saketi ke Malingping diperbaiki dan di 
aspal mulus untuk kenyaman berkendara setiap wisatawan, sebab selama ini banyak 
wisatawan yang datang ke Sawarna memilih lewat Sukabumi karena jalannya lebih 
baik," ujar Endang melalui sambungan telepon selular (9/5).
Menurut Arif Kirdiat (35) Direktur Banten Adventure yang pernah menjabat 
sebagai Manager Garuda Citilink "Kiranya pemerintah mengkaji ulang rencana 
pembangunan bandara udara di Panimbang, karena beberapa bandara sejenis mati 
sebelum dipakai oleh maskapai penerbangan. Bandara Toraja yang tidak terpakai, 
bandara Banyuwangi yang terbengkalai dan bandara Kutai yang menyisakan masalah 
hukum menjadi catatan tersendiri. Untuk proses check in dan landing, setiap 
penumpang harus stand by minimla satu sampai dua jam di bandara, lebih baik 
dana yang ada digunakan untuk memperbaiki jalan di jalur wisata Anyer-Carita, 
Pandeglang-Sumur dan Saketi - Malingping," tutur Arif.
Sementara itu, Lukman Hakim (71) pengamat pariwisata yang juga penasihat 
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten mengatakan bahwa rencana 
pembangunan Bandara Panimbang adalah proyek tanpa dasar perencanaan yang 
matang, karena banyak stake holder pariwisata dan pelaku ekonomi yang tidak 
dilibatkan dalam proses perencanaannya. (B01)

Kirim email ke