Selamat datang Euro 2012, ajang paling berpengaruh, tersibuk dan

fenomenal setelah Piala Dunia. Agenda empat tahunan yg seolah hanya

dibagi dua dan melibatkan mayoritas pelaku terbaik dari olah raga

terpopular planet ini, sanggup mengalahkan prioritas sepak bola

dari empat benua lainnya maupun skala liga beserta klubnya. Maka

dipastikan seluruh mata akan bersiap menanti genderang Euro 2012

dalam hitungan jam menuju Pol-kraina (dua negara Polandia dan

Ukraina), simultan tiga pekan ke depan hingga partai puncak di

Kiev tgl 2 Juli subuh waktu Indonesia. Status 16 negara Eropah

terbaik versi 27 ranking FIFA di luar dua tim tuan rumah (FIFA #52

dan #62) adalah representatif peta kekuatan mutakhir yg memiliki

peluang berikut kelemahan dalam kompetisi jangka pendek, filosofi

yg selalu membuatku susah untuk menulis semacam prediksi selain

membahas profil. Maka tulisan ini bukan ranah tebakan apalagi

sarana berjudi, melainkan rangkuman statistik berikut kans para tim

unggulan yg bisa amat dipengaruhi faktor jadwal (schedule & timing),

kebugaran (bioritmik & low endurance) maupun kontrol akselerasi

(teamwork & rotation). Tiga faktor yg sering kugunakan sbg Manajer

di klasmen panjang Liga Fantasi, rasanya dgn sedikit penyesuaian

masih dapat relevan untuk dijabarkan pada kompetisi skala pendek

seperti kiat harapanku mengawal Spanyol yg tabah berjuang dgn

penuh tekanan sejak fase awal di Johanesburg 2010 silam.



Faktor jadwal yg telah dipecah menjadi 4 group merupakan impresi

tersendiri, misalnya laga pembuka Group D antara Prancis x Inggris.

Adalah keuntungan besar jika Inggris dapat menahan Prancis di tengah

cideranya Rooney yg diperkirakan baru akan pulih pada laga ketiga.

Sebaliknya bencana bagi Prancis jika gagal memetik point penuh karena

akan dipaksa bekerja keras hingga partai penutup di laga keempat

mengatasi Swedia. Pentingnya jadwal pulalah sbg pembeda status dua

tim yg hanya menderita satu kekalahan di Piala Dunia 2010, yakni

Spanyol di laga pembuka serta Belanda di laga akhir alias final

penentu. Spanyol langsung introspeksi dan pulih pasca kejutan awal,

sementara Belanda mengalami anti klimaks tanpa ampun. Kemudian

memasuki babak delapan besar yg lebih membutuhkan aspek kebugaran

plus mental prima karena berlangsung secara sistem gugur menuju semi

final. Tak jarang tim besar atau begitu meyakinkan di babak awal,

langsung terhenti di babak knock out karena kontrol kebugaran dan

strategi rotasi yg lemah akibat cidera pemain atau akumulasi kartu.



Maka bagi tim yg memiliki amunisi starting eleven relatif merata

dgn tim pelapis serta mengandalkan kolektivitas, akan lebih stabil

dan mapan. Logikanya, sekuat apa sih seorang Ibracadabra yg harus

berjuang 6 laga selama 3 minggu jika dapat mencapai final sementara

tiap lawannya sempat beristirahat sekali saja? Namun pentingnya

rotasi sering diabaikan ketika seorang bintang atau tim besar didera

kelelahan dan out of form akibat siklus bioritmik. Sehingga sangat

tidak bijak jika malah melibatkan aspek gak logis seperti "kurang

beruntung" atau "wasit berat sebelah", istilah tabu serta melecehkan

kesakralan turnamen buatku. Artinya, apa sih manfaat menikmati hasil

kerja keras, biaya dan tenaga, serta perpaduan skil tiap individu

menjadi kekompakan tim untuk mengejar kemenangan atau yg tertunda

karena harus mengalami kekalahan terlebih dahulu, lantas hanya

dinilai dgn perkara non sepak bola bernama "nasib"?



Artinya pula, jika sebuah tim dgn rangking 1 versi FIFA telah

sanggup menjabarkan kapasitas dan statusnya hingga ke puncak, adalah

pembuktian paling otentik dan objektif. Namun ketikapun tim "pupuk

bawang" seperti Yunani edisi Euro 2004 sanggup tampil jawara, atau

tahun 2012 akan melahirkan tim kolektif underrated sebangsa Irlandia

yg bercokol di puncak, setidaknya telah melewati strategi ujian

berupa rangkaian jadwal, kebugaran dan akselerasi sbg proses menuju

kepantasan kaliber kampiun. Agar makin objektif, setiap tim di dalam

groupnya akan disusun secara rangking tertinggi versi FIFA sekaligus

jadi parameter utama faktor lolos, kecuali pada group C dimana Italia

berada di bawah Kroasia. Juga selain keunggulan jadwal dan statistik

ringkas perjalanan sejak babak kualifikasi, tulisanku dilengkapi

profil tim yg dilengkapi figur kapten sbg nahkoda yg relatif bermain

lebih atau paling lama untuk berlaga memelihara peluang negaranya.

Agar lebih jelasnya akan dibeberkan pada bagian kedua tulisan ini,

terlebih untuk mendukung kenapa tim pilihanku yg akan mengisi skema

babak semi final adalah Belanda vs Prancis serta Jerman vs Inggris.

Nah, bagaimana tim berikut perjuangan dan peluangnya menurut versi

anda masing-masing?



-duke-

Kirim email ke