Kami teu ngarti, ASEAN cicing bae komo deui PBB, padahal Sekjen PBB urang Myanmar, kudunamah bisa nyalsekeun masalah eta. Sok tara ngarti kana masalah HAM teh. Naon HAM teh nya, meureun Horeeee Anjing Menggongong kitu? Saumpama minoritas eta aya di nagara anu mayoritas Muslim, mun eta minoritas meunang perlakuan kasar saeutik be, langsung sungut dunya ngagieung ngoceak jeung gampang responna ti PBB komo deui eta si Koboy Irung Betet made in USA, tanginas.... langsung nyiapkeun pentungan. Pikeun urang muslim, ieu meureun jaman dajal teh
________________________________ Dari: Gunawan Yusuf <[email protected]> Kepada: WongBanten <[email protected]>; kisunda <[email protected]> Dikirim: Kamis, 2 Agustus 2012 8:29 Judul: [WongBanten] Naon Fungsina ASEAN ? Konflik Warga Budha-Muslim Rohingya Ternyata Sudah Berlangsung Lama Kamis, 02/08/2012 - 01:38 BANGKOK, (PRLM).- Wakil Direktur HRW Asia Phil Robertson, Rabu (1/8) mengatakan, konflik sektarian antaran warga Budha dan Muslim Rohingya itu sudah berlangsung lama. Jauh sebelum proses reformasi di Myanmar digulirkan pada akhir 2010 lalu. Namun, anehnya dunia internasional tidak pernah menanggapi soal itu. "Karena ini sudah berlangsung lama, seharusnya reaksi internasional itu kuat," ujarnya seperti dilaporkan AFP, Rabu (1/8). Akan tetapi, kata Robertson, tanggapan dunia internasional terhadap kasus Rohingya tersebut melempem lantaran mereka kebih terpesona dengan proses reformasi yang sedang berjalan di negara anggota ASEAN tersebut. "Komunitas internasional selama ini dibutakan oleh gambaran indah perubahan rezim di Burma. Pandangan dunia lebih fokus pada pencabutan sanksi internasional dan pembukaan kerja sama ekonomi di negara tersebut. Sementara pada saat yang sama, diskriminasi terhadap minoritas Rohingya terus berlangsung," ujarnya. Sejak 1948, tindakan diskriminasi pemerintah terhadap warga Rohingya tersebut telah menyebabkan warga keturunan Bangladesh ini hidup tanpa identitas kenegaraan. Pasalnya, pemerintah Myanmar menolak mengganggap mereka sebagai warga negara Myanmar. (A-133/A-89)***
