MAJALENGKA, (PRLM).- Warga Desa Cigaleuh, Kecamatan Lemahsugih,
Kabupaten Majalengka secara turun temurun membuat minyak goreng dari
kacang tanah (suuk, Snd). Sedangkan ampasnya dibuat oncom yang dikenal
dengan oncom cigeleuh.
Minyak suuk ini dibuat warga sejak masih jaman Belanda dan jaman
gorombolan (DI/TII) karena menurut beberapa warga ketika itu tidak ada
minyak goreng, sehingga masyarakat membuat minyak goreng sendiri dari
kacang tanah. Pembuatannya dengan cara ditempa menggunakan kayu.
Beberapa warga pembuat “minyak suuk” seperti yang dilakukan Neneng
Jenab (36), Samuji (70), Emah (60), dan Maman serta Enju, hingga saat
inipun pembuatannya tetap dilakukan dengan cara tradisional yakni
ditempa dengan menggunakan kayu.
“Hampir sebagian besar penduduk di sini membuat minyak suuk dan oncom,
karena ini tradisi turun temurun dari nenek moyang,” ungkap Neneng.
Neneng sendiri mengaku meneruskan usaha nenek moyangnya, Mutolib
kemudian ayahnya Sulaeman. Sepeninggal ayahnya usaha dilanjutkan
ibunya, Iin (65), yang kini sakit-akitan hingga usaha dilanjutkan
Neneng dan suaminya.
Dari usaha minyak suuk tersebut sebetulnya menurut warga tidak
menguntungkan karena dari 20 kg kacang tanah yang harga setiap
kilogramnya mencapai Rp 16 ribu, hanya diperoleh minyak goreng
sebanyak 4 kg saja dengan harga setiap kilogramnya Rp 9 ribu.
Keuntungan diperoleh dari oncom yang terbuat dari ampas kacang tanah
tersebut.
Cara membuat minyak suuk itu sendiri, mula-mula kacang tanah dicuci
bersih, kemudian dikeringkan dan digiling dengan penggilingan khusus
hingga butirannya kecil. Setelah itu di kukus di atas dandang (seeng)
hingga mengeras. Hasil kukusan dalam kondisi hangat langsung dibungkus
menggunakan karung waring kemudian ditempa dengan cara diapit
menggunakan kayu balok. Dari dalam karung tersebut beru keluar minyak
goreng yang meleleh melalui saluran yang terbuat dari kaleng atau
plastik.
“Minyak yang diperoleh dari kacang tanah seberat 20 kg tersebut sangat
sedikit, kita bisa memperoleh laba dari penjualan oncom,” kata Neneng.
Dari ampas kacang tanah yang semula seberat 20 kg tersebut bisa dibuat
oncom hingga 300 buah oncom ukuran 5 X 5 cm. Oncom tersebut dijual
seharga Rp 400/butir.
Menurut Emah, minyak suuk dan oncom hasil tempaan masyarakat Desa
Cigeleuh ini dijual ke tetangga desa dari rumah ke rumah dan ke
sejumlah pasar tradisional. Khusus untuk minyak goreng kebanyakan
dibeli oleh pengusaha tahu karena katanya menggoreng tahu dengan
campuran minyak suuk ini lebih awet serta panasnya stabil.
(C-28/A-88)***
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/