*Jadi, provokasi Wahabi ini telah berdampak buruk di negeri kita; sementara rakyat Suriah sendiri, yang mengalami langsung konflik yang terjadi, hampir tak terpengaruh oleh agitasi Wahabi ini. Kita berharap mudah-mudahan rakyat Suriah -apapun mazhab dan agamanya- tetap tak terpengaruh oleh hasutan ini dan berdoa semoga mereka segera keluar dari penderitaan yang berkepanjangan ini. * Tulisan di luhur...............Dampakna anu model kumaha? Naha kajadian di Sampang oge hasil provokasi Wahabi?
Pada 12 September 2012 13:38, Ahsa <[email protected]> menulis: > ** > > > > KONFLIK SURIAH BUKAN PERTARUNGAN SUNNI-SYIAH:Sebuah Momen Simpul Menuju > Tatanan Dunia Baru? > > Agaknya kita mesti kritis dan berhati-hati menyikapi konflik Suriah yang > telah menjadi sebuah isu global yang panas dalam 17 bulan terakhir. > Hendaknya kita jangan sampai turut bermain dalam gendang yang dimainkan > oleh musuh-musuh peradaban Islam dan kemanusiaan, yang sejak awal > mengarahkannya ke konflik sektarianisme antara Sunni dan Syiah atau bahkan > Islam versus Kristen. Inilah yang dikehendaki Zionis dan AS/Barat, yakni > mengadu domba umat Islam atau sesama umat beragama. > > Apa yang terjadi di Suriah secara genealogis sama sekali tidak ada > hubungannya dengan isu Sunni-Syiah. Fakta yang sangat nyata adalah > pendukung Assad berasal dari kaum Sunni (komponen terbesar), Alawiyyin, > Syiah, Kristen Ortodoks, dan minoritas lainnya. Sementara penentang Assad > awalnya juga beragam meski kemudian ketika mereka bersenjata didominasi > oleh jaringan jihadis global kaum ekstrimis Salafi-Wahabi. Setelah 17 > bulan berlalu, Barat dan antek-antek regionalnya (Arab Saudi, Qatar, Turki) > gigit jari, gemas, dan akhirnya putus asa karena ekspektasi mereka gagal > total. > > Pertama, mereka berharap terjadi defeksi/pembelotan besar-besaran tentara > Suriah yang 80% adalah penganut Sunni. Kedua, mereka meramal, sebagaimana > dugaan pemberontak, Aleppo bisa menjadi "Bengazi" nya Suriah, yi, menjadi > pusat gerakan pemberontakan mengingat 90% penduduknya adalah Sunni atau > kabilah-kabilah Arab yang Sunni. Ternyata, di luar ekspetasi mereka, banyak > penduduk Aleppo yang menentang pemberontak, tidak hanya secara politis tapi > juga secara militer. Alhasil, kedua ekspektasi ini tak kunjung datang dan > sirna. Hal itulah diantaranya yang membuat Presiden Perancis Hollande > sampai kehilangan akal sehat dengan mengeluarkan kata-kata kasar yang > seakan masih memperlakukan Suriah sebagai koloninya. > > Jadi, bukti di lapangan tidak menunjukkan secara substansial adanya peran > Sunni-Syiah dalam menggelorakan kerusuhan di Suriah. Saya katakan 'secara > substansial' karena secara aksidental, kaum pemberontak Salafi dan majikan > mereka (Arab Saudi, Qaar, Turki, AS/Inggris/Perancis) yang menggaji dan > mempersenjatai mereka berusaha menggunakan isu Sunni-Syiah untuk > memprovokasi kaum Sunni Suriah, dan juga sekaligus digunakan oleh jaringan > global Wahabi untuk merusak persaudaraan Islam seperti yang terjadi di > tanah air kita (catatan: saya kerap menemukan orang-orang yang memaki > Syiah dengan alasan apa yang mereka imajinasikan sebagai 'pembantaian Sunni > oleh Syiah' di Suriah). > > Jadi, provokasi Wahabi ini telah berdampak buruk di negeri kita; sementara > rakyat Suriah sendiri, yang mengalami langsung konflik yang terjadi, hampir > tak terpengaruh oleh agitasi Wahabi ini. Kita berharap mudah-mudahan rakyat > Suriah -apapun mazhab dan agamanya- tetap tak terpengaruh oleh hasutan ini > dan berdoa semoga mereka segera keluar dari penderitaan yang berkepanjangan > ini. > > Lalu, apa yang sesungguhnya terjadi di Suriah? Jenis konflik apa yang > berlangsung di negeri klasik, yang merupakan tempat pertemuan sejumlah > peradaban dan agama-agama dunia ini? > > Memang sulit mengidentifikasi dan membuat kategorisasi mengenai kerusuhan > di Suriah. Ia jelas bukan konflik Sunni-Syiah. Ia juga bukan konflik > pro-demokrasi dan pro-kerajaan (seperti di Bahrain) mengingat pendukung > pemberontak Suriah adalah justru monarki-monarki absolut, yang sama sekali > tidak punya legitimasi untuk berbicara tentang demokrasi. Sejumlah pemimpin > Iran membaca kerusuhan Suriah ini sebagai skenario yang diciptakan oleh > AS/Barat untuk menyelamatkan eksistensi Zionis Israel yang kini dicekam > ketakutan menyusul lahirnya Islamic Awakening (istilah Iran) atau Arab > Spring (istilah Barat). > > Mungkin kita bisa juga membuat kategorisasi lain; semisal bahwa konflik > Suriah adalah pertarungan nasionalisme-sosialisme Arab (Suriah kini menjadi > satu-satunya negara Arab yang berdaulat, tidak tunduk kepada Barat) melawan > sekutu kapitalisme global. Rusia (pewaris komunisme Uni Soviet) dan China > (komunisme-nasionalis) hingga detik ini masih sangat kuat mendukung > pemerintah Suriah. Atau dimungkinkan juga untuk mengidentifikasi bahwa > konflik > Suriah merupakan sebuah titik balik kurva perubahan dari tatanan dunia lama > (paradigma mekanistik) ke tatanan dunia baru (paradigma holistik) yang > ditandai oleh kesalinghubungan yang organis di antara titik-titik kejadian > di planet ini. > > Apapun identifikasi dan kategorisasi yang dibuat, yang harus ditegaskan > adalah bahwa "konflik di Suriah" (bedakan dengan "konflik Suriah") tidak > terkait dengan pertarungan Sunni-Syiah. Ini yang paling penting kita > garisbawahi. "Konflik di Suriah" artinya sebuah peristiwa konflik yang > melibatkan kepentingan semua kelompok di dunia dengan menggunakan tanah > Suriah. > > Tentu saja, istilah Sunni-Syiah yang saya pakai di sini mengacu kepada > pengertian sebagai identitas kelompok, sebagai kata benda, sebagaimana > umumnya dipahami. Akan berbeda halnya bila istilah Sunni-Syiah dimaknai > sebagai kata kerja/sifat. Shah Iran Pahlevi dan para pengikutnya yang kini > tinggal di AS tercatat sebagai penganut Syiah dalam pengertian identitas > dan kata benda, akan tetapi mereka penentang keras gagasan keadilan dan > peradaban Islam. Sebaliknya, tak sedikit kaum Sunni atau bahkan umat > beragama lain, yang menyuarakan keadilan dan perlawanan terhadap arogansi > dan dominasi kapital. > > Nah, sekalipun identitas Bashar Assad tidak diketahui persis apakah Sunni > atau Syiah (dan menurut saya, ini tidak relevan), kita bisa membacanya > dalam kategorisasi kata kerja melalui pertanyaan berikut: Apa yang telah > dia lakukan selama ini dalam perlawanan bersama rakyat Palestina dan > Lebanon terhadap kepongahan dan penindasan Zionis/Barat? > > La hawla wa la quwwata illa billah > > Wassalam > Husain Heriyanto > => http://www.kompasiana.com/ahsa > > > -- ngajengjehe
