Nya bener-bener matak nyeri hate, sabab, satemenna produksi sampeu urang
oge teu kurang, sakumaha warta di dieu:

http://m.kompas.com/news/read/2012/12/11/08490662/indonesia.banjir.singkong.impor--bisnis

Jadi, ieu bener-bener masalah nasionalisme di bidang perdagangan anu geus
luntur.

manar


2012/12/11 Budi Setiadi <[email protected]>

> **
>
>
> jigana elit politik memang kurang rasa nasionalismena. ngan ngukur kana
> awakna sorangan, asal senang asal genah.
> hal ieu dimangpaatkeun ku "kaum oportunis" jadi we sampeu ge impor.
> rahayat jeung bangsa endonesa we kari balangsakna
>
> nb. punten ah, isuk-isuk geus karesel pedah maca artikelna. hehehe
>
> salam,
> budi
>
>   ------------------------------
> *From:* Ki Hasan <[email protected]>
> *To:* Ki Sunda <[email protected]>
> *Cc:* Baraya Sunda <[email protected]>; Urang Sunda <
> [email protected]>
> *Sent:* Tuesday, 11 December 2012 10:41 AM
> *Subject:* [kisunda] Aduh Alah Ieung: Sampeu, Sampeu Ge Impor?
>
>
> Taneuh lega, tinggal nancebkeun ge jadi. Tapi sampeu ge nepi ka impor
> sagala.
> ===<http://openx.detik.com/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=42154__zoneid=2017__cb=02953e8be5__maxdest=http://travel.detik.com/gowes-keliling-malaysia/>
>  Duh.. Indonesia Masih Impor Singkong, Kapan Bangsa Bisa Mandiri?
> Zulfi Suhendra - detikfinance
> Minggu, 09/12/2012 13:02 WIB
> *Indramayu *- Indonesia tercatat mengimpor singkong senilai Rp 32 miliar
> dari 3 negara yakni China, Thailand, dan Vietnam. Banyak kalangan yang
> menyayangkan hal ini.
>
> Ketua Bidang Perdagangan DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Ismed
> Hasan Putro mengatakan masihnya Indonesia doyan impor disebabkan karena
> masih lemahnya rasa nasionalisme bangsa dan merasa lebih bergengsi untuk
> mengkonsumsi barang luar.
>
> "Harus saya katakan komitmen seluruh kopmponen bangsa ini, untuk
> memaksimalkan dan menggunakan produk lokal itu masih lemah. Itu lebih
> bergengsi," ungkap Ismed ketika ditemui di Jatibarang, Minggu (9/12/12).
>
> Dia menambahkan, bukan karena komoditas ini kurang di dalam negeri. Ini
> semata-mata karena kurangnya kesadaran dari konsumen dan importir.
>
> Dikatakan Ismed, pemerintah seharusnya lebih bisa menentukan komoditas
> mana saja yang boleh di-impor, jika kondisinya seperti ini akan berimbas
> buruk terhadap para petani.
>
> "Pemerintah seharusnya lebih selektif dalam menentukan komuditi yang harus
> di impor. Lazimnya, tidak semua yang diminta oleh pedagang atau importir
> harus dipenuhi, donk. Kasihan nasib petani kita," tegasnya.
>
> "Dan, menyedihkan sekali masa depan negeri ini jika setiap komuditas harus
> dipenuhi dari impor. Kapan kita akan mandiri sebagai bangsa?," imbuhnya.
>
> Seperti diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total
> impor singkong pada tahun ini hingga Oktober 2012 sebesar 13.300 ribu ton
> dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp 32,3 miliar.
>
> Selain impor dari Thailand tersebut, pada bulan April dan Mei 2012,
> sebanyak 5.057 ton singkong berasal China dengan nilai US$ 1,3 juta masuk
> ke tanah air. Impor ini kemudian berhenti pada bulan Mei ini.
>
> Sementara itu, pada Mei impor singkong dilakukan dari negara Vietnam.
> Sebanyak 1.342 ton singkong dengan nilai US$ 340 ribu masuk ke Indonesia.
> Dari bulan Juli sampai September 2012, tidak terdapat impor singkong dari
> negara manapun.
>
> Tahun lalu, pada bulan Januari-Juni 2011, Indonesia tercatat mengimpor ubi
> kayu dengan total 4.730 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu.
>
>
>
> *(zul/dru)*
>
>
>
> http://finance.detik.com/read/2012/12/09/130237/2113328/4/duh-indonesia-masih-impor-singkong-kapan-bangsa-bisa-mandiri
>
>
>
>   
>

Kirim email ke