Heueuh tah Kang sakuduna / seharusnya mah duit subsidi teh bisa dipakai 
membangun infrastruktur sampe ka pelosok desa euy tapi syaratna korupsinya juga 
kudu dikurangin hehehe.

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: rsyaifoel <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 11 Dec 2012 10:09:38 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Baraya_Sunda] Re: Benarkah Indonesia Negeri Kaya Minyak?

Kadin: 80 Persen Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya
Penulis : Didik Purwanto | Selasa, 11 Desember 2012 | 15:22 WIB
 Dibaca: 840 Komentar: 12
| Share:

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN
Pekerja memasang papan pengumuman mengenai stok premium di Stasiun Pengisian 
Bahan Bakar Umum (SPBU) 34 14311 di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa 
(27/11/2012).
TERKAIT:
KEN: Mobil Pribadi Haram Pakai BBM Bersubsidi
Pemerintah Perlu Naikkan Harga BBM?
Pengamat: Naikkan Harga Solar Bersubsidi
Pemerintah Prosubsidi BBM
BBM Subsidi Akan Dibatasi Rp 100 Ribu Per Hari?
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Suryo Bambang 
Sulisto menilai 80 persen subsidi bahan bakar minyak (BBM) hanya dinikmati oleh 
orang kaya. Padahal, golongan itu tidak berhak menikmati subsidi BBM ini.

"Inilah kebijakan ekonomi paling boros di muka bumi ini, sekaligus naif karena 
memberi subsidi kepada golongan kaya dalam jumlah sangat besar," kata Suryo 
dalam konferensi pers Proyeksi Ekonomi Kadin 2013 di Hotel Grand Sahid Jakarta, 
Selasa (11/12/2012).

Menurut Suryo, pada tahun 2013 nanti beban subsidi energi sudah mencapai Rp 274 
triliun. Bahkan, dalam pelaksanaannya nanti, beban subsidi diperkirakan 
meningkat sampai lebih dari Rp 300 triliun. Beban subsidi energi dalam APBN ini 
dinilai sangat besar dan tidak rasional sehingga merusak struktur APBN menjadi 
tidak sehat.

"Pemerintah gagal dalam membangun infrastruktur untuk mendukung dunia usaha dan 
kegiatan ekonomi masyarakat karena anggaran tidak memadai," tambahnya.

Suryo menilai hal ini disebabkan politik dan kebijakan anggaran selama ini 
salah kaprah dan boros karena tersandera subsidi BBM untuk golongan kaya. Saran 
Suryo, pemerintah harus mencabut penyakit anggaran tersebut dan memotong 
subsidi sekitar Rp 150 triliun agar tersedia anggaran yang lebih besar bagi 
pembangunan daerah, khususnya pembangunan infrastruktur.

"Penyisihan dana tersebut bisa dialokasikan untuk setiap daerah provinsi 
sebesar Rp 4 triliun-Rp 5 triliun sehingga terjadi big push untuk pembangunan 
di daerah," tambahnya.


Kirim email ke